YOUR BODY IS A WONDERLAND
Your Body is A Wonderland – Day 5 – Heart (Hati yang
Mengampuni #2). Semakin
kita menyadari betapa besar kita TELAH DIAMPUNI oleh Tuhan, semakin mudah bagi
kita untuk MENGAMPUNI orang lain. Bagaimana caranya?
(1)
Saat
orang lain menyakiti kita anggap sebagai ALAT ditangan Tuhan sedang MEMBENTUK
kita menjadi seseorang/pribadi yang lebih baik.
(2)
Berpikirlah
bahwa ada keuntungan bagi kita yaitu KARAKTER yang Tuhan ingin bangun dalam
hidup kita yang bisa terwujud setelah peristiwa ini.
(3)
Menyadari
bahwa disakiti, tersinggung, salah paham adalah bagian dari kehidupan
sehari-hari.
(4)
Pikirkan
bahwa dosa kita yang sangat besar, yang tersembunyi dan tak seorangpun tahu,
TELAH DIAMPUNI oleh Tuhan.
Semakin kita menyadari betapa besar kita TELAH DIAMPUNI oleh
Tuhan, semakin mudah bagi kita untuk mengampuni orang lain. Efesus 4:32, “Tetapi
hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan SALING
MENGAMPUNI, sebagaimana Allah di dalam Kristus TELAH MENGAMPUNI kamu.”
Amin. Bagaimana dengan kita? Apakah kita adalah orang yang suka memberikan
maaf/mengampuni seperti Tuhan sudah mengampuni kita terlebih dulu? Salah satu
kunci BERKAT adalah kalau kita BISA MENGAMPUNI. Mazmur 133:1-3, “1Nyanyian
ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara
DIAM BERSAMA dengan RUKUN! 2Seperti minyak yang baik di atas kepala
meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. 3Seperti
embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung- gunung Sion. Sebab ke sanalah
TUHAN MEMERINTAHKAN BERKAT, KEHIDUPAN untuk selama-lamanya.” Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Ayub 30-31
PB: Efesus 2
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Ibu Caroline – Bandung
MENJADI PRIBADI YANG LUAR BIASA. Banyak yang ingin setajam
*PISAU* tapi enggan *DIASAH*. Banyak yang ingin seharum *DUPA* tapi enggan
untuk *DIBAKAR*. Banyak yang ingin secemerlang *EMAS* tapi enggan untuk
*DILEBUR*. Banyak yang ingin sekuat *BAJA* tapi enggan *DITEMPA*. Ketahuilah
bahwa orang yang hebat tidak dihasilkan melalui Kemudahan, Kesenangan,
Ketenangan. Mereka dibentuk melalui Kesukaran, Tantangan, dan Airmata. Ketika
kita mengalami pembentukan melalui Kesukaran, Tantangan dan sesuatu yang sangat
berat, ingatlah *TUHAN* taat pada setiap pembetukan-NYA dan pahamilah bahwa
*TUHAN SEDANG MEMPERSIAPKAN KITA UNTUK MENJADI ORANG yang LUAR BIASA*. *BAGI
KEMULIAAN-NYA DI BENTUK SAMPAI INDAH DALAM PANDANGAN-NYA*. “Apabila bejana,
yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang
periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik
pada pemandangannya” (Yeremia 18:4). “Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan
kemurnian imanmu— yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana,
yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan
kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya” (1 Petrus
1:7). God bless you.
Madam Ossy
Rabu, 5 Juli 2017. Bacaan: Kisah Para Rasul 2:1-40. Setahun:
Mazmur 60-66. Nas: Jadi, seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti bahwa
Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus
(Kisah Para Rasul 2:36). Kualitas Seorang Murid. Sebuah perusahaan setidaknya
akan memerhatikan beberapa hal dalam merekrut seorang karyawan. Setidaknya
terdapat tujuh hal, yaitu: kapabilitas, kapasitas, kreativitas, karakter,
kredibilitas, komitmen, dan kompatibilitas calon karyawan. Para calon karyawan
harus memenuhi syarat-syarat tersebut untuk dapat diterima. Jika perusahaan
lebih senang mencari karyawan yang berkualitas dan siap kerja, berbeda dengan
Yesus. Dia justru lebih memilih murid-murid yang belum memenuhi syarat sebagai murid
yang berkualitas. Bukan hanya ketika pertama kali Yesus memilih mereka, namun
juga ketika dimuridkan oleh Yesus, bahkan hingga akhirnya Yesus mati dan
bangkit kembali. Tidak ada tanda-tanda mereka telah memenuhi kriteria sebagai
murid yang berkualitas. Salah satunya adalah Petrus. Mungkin Yesus sengaja
memilih orang-orang biasa agar bisa Dia pakai secara luar biasa. Semuanya
menjadi berubah ketika Roh Kudus memenuhi mereka. Kuasa Tuhan mengubah hidup
mereka. Petrus, murid yang pernah menyangkal Yesus karena ketakutannya, berubah
menjadi seorang yang begitu berani memberitakan Kabar Baik kepada begitu banyak
orang, sehingga 3.000 orang bertobat dan dibaptis (Kis. 2:41). Begitu pula para
murid yang lain. Mereka dipakai secara luar biasa oleh Roh Kudus dalam
memberitakan Kabar Baik. Mungkin kita merasa tidak memiliki kualitas seorang
murid yang baik. Kita merasa tidak layak menjadi murid-Nya. Namun, seperti
Tuhan sanggup mengubah Petrus dan para murid lain dengan cara yang ajaib,
begitu pula Dia sanggup mengubah kita sebagai murid-Nya –SPP. TUHAN DAPAT
MEMAKAI SIAPA SAJA UNTUK MENJADI MURID-NYA, BAHKAN YANG NAMPAK BURUK DI MATA
DUNIA.
Xavier Quentin Pranata
“Pandang tugas sebagai aras kehidupan untuk yang di atas.”
Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment