Saturday, 15 July 2017

15 Juli 2017

YOUR BODY IS A WONDERLAND






Your Body is A Wonderland – Day 15 – Heart (Perasaan Iri Hati). Baca: 1 Samuel 18:5-15. Ayat 9: “Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud.” Kita semua pasti pernah mempunyai perasaan iri hati. Raja Saul ditelan oleh rasa hati ketika pujian yang diterima Daud melebihi pujian yang diterimanya. Saul membunuh beribu-ribu musuh, tetapi Daud berpuluh-puluh ribu (1 Sam 18:7, BIS). Saul menjadi sangat marah dan sejak hari itu ia iri hati kepada Daud (ayat 9). Begitu murkanya Saul sehingga ia berusaha membunuh Daud! Membanding-bandingkan diri adalah tindakan yang keliru dan merusak diri sendiri. Orang lain akan selalu memiliki sesuatu yang kita tidak miliki atau punya pengalaman yang berbeda dengan apa yang kita alami. Sesungguhnya, Tuhan itu sudah memberkati kita masing-masing, hidup kita saat ini dan janji kekal kepada semua orang yang percaya kepadaNya, mengandalkan pertolonganNya dan menunjukkan Ucapan Syukur dapat menolong kita mengatasi perasaan iri hati. Apakah kita masih punya perasaan iri hati? Tuhan menciptakan semua manusia punya perasaan, tetapi kita tidak boleh dipimpin oleh perasaan kita! Bersyukurlah kepadaNya senantiasa, maka perasaan Iri Hati itu tidak akan mendominasi hati kita! Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 13-15
PB: Kolose 1

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 15 Juli 2017. TERNYATA ADA MAUNYA. Bacaan: Yosua 24:1-14. Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia (Yosua 24:14). Seorang anak yang biasanya malas membantu orang tua tiba-tiba menjadi sangat rajin. Ia membantu ibunya mencuci piring setelah makan, memberi pijatan di pundak ayahnya, menyapu lantai, dan membereskan barang-barang yang berantakan di rumah. Kedua orang tuanya heran, sekaligus kegirangan. Malam harinya, si anak menemui kedua orang tuanya dan meminta uang jajan tambahan karena ada mainan baru yang ingin dia beli. Duh, ternyata ada maunya! Bukankah kadang kita seperti anak kecil itu? Kita rajin berdoa, membaca Alkitab, datang ke gereja, ikut persekutuan, ikut pelayanan ini-itu, ikut perkunjungan, tetapi sebenarnya kita melakukannya karena mengharapkan berkat dari Tuhan. Kita bukan melakukannya dengan tulus hati, melainkan mengharapkan suatu keuntungan pribadi dari ibadah tersebut. Pada akhir hidupnya, Yosua memberikan pesan yang sangat penting kepada bangsa Israel untuk beribadah kepada Tuhan dengan tulus dan ikhlas. Sebelum mengucapkan hal ini, Yosua terlebih dahulu menceritakan tentang karya dan kasih Tuhan yang luar biasa, dimulai dari masa Abraham, Ishak, Yakub, Musa hingga bangsa Israel mendiami tanah perjanjian. Yosua menceritakan semua itu karena ia ingin bangsa Israel beribadah kepada Tuhan bukan karena suatu pamrih, melainkan karena bersyukur atas kasih Tuhan yang begitu luar biasa dalam kehidupan mereka. Pesan kepada bangsa Israel ini juga berlaku bagi kita. Kiranya kita beribadah sebagai ungkapan syukur atas kebaikan Tuhan dan untuk memberkati sesama. IBADAH YANG TULUS IKHLAS DILANDASI OLEH KESADARAN AKAN KEBAIKAN TUHAN DAN KERINDUAN UNTUK MEMBERKATI SESAMA. Selamat pagi. Enjoy your weekend. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 13-15 dan Kolose 1.

WM Stars
SUKSES DALAM PERNIKAHAN. Sukses dalam pernikahan adalah lebih dari sekedar menemukan pasangan yang tepat, melainkan penentuan sukses pernikahan adalah menjadi pasangan yang tepat. Jadi dalam pernikahan yang terpenting bukanlah memperoleh kecocokan pasangan bagi diri kita, namun upaya mencocokkan diri dengan pasangan kitalah yang terpenting. Untuk itu diperlukan pemahaman bahwa memang pernikahan dirancang di sorga, tetapi pemeliharaan harus dilakukan di bumi. Kalau Anda mengharapkan terwujudnya pernikahan yang bahagia, maka Andalah yang harus memulai mengusahakan dari diri sendiri, bukan menuntut dari orang lain. Efesus 5:33, “Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.” Kolose 3:14-15, “14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. 15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.”

Deby Vania – Hwa Ind, Malang
CHANGE YOUR WORD TO CHANGE YOUR WORLD. Beberapa waktu yang lalu, sebuah video berjudul “change your word to change your world” sempat ramai dibicarakan di dunia maya. Video itu bercerita tentang seorang pria buta yang duduk mengemis dengan potongan kardus bertuliskan “I’m blind. Please help (Saya buta. Bantulah saya).” Sekian lama pengemis buta ini duduk di sana, hanya sedikit yang tergerak hatinya untuk memberi sedekah. Sampai seorang perempuan datang menghampirinya dan mengganti kalimat tulisan di kardus dengan “It’s a beautiful day and I can’t see it (hari ini begitu indah dan aku tidak bisa melihatnya)”. Beberapa saat kemudian, tiap orang yang melintas dan membaca tulisan itu, memberi uang kepadanya. Hal apa yang membuatnya jadi berbeda? Jawabannya adalah kata-kata yang dituliskan di kardus itu. Sobatku... Dalam Alkitab, Raja Salomo yang penuh hikmat berkata bhw tiap perkataan yang kita ucapkan akan berdampak pada kehidupan kita. Perkataan iman mendorong kita untuk melakukan hal positif. Sebaliknya, perkataan yang pesimis dapat membawa kita kepada hal-hal yang negatif. Anda mungkin berkata, “Gaya bicara saya memang seperti ini. Sulit bagi saya untuk berubah.” Anda masih bisa merubahnya. dalam buku “Change your thinking, Change your life”. Brian Tracy berkata, “Tiap perkataan berasal dari informasi di dalam pikiran. Perkataan baik atau buruk tergantung dari informasi apa yang sering dikonsumsi oleh pikiran.” Informasi yang Anda masukkan ke dalam pikiran Anda akan mempengaruhi apa yang keluar melalui perkataan Anda. Isilah pikiran Anda dengan Firman Tuhan, agar firman itu mengubah pikiran, perkataan dan juga tindakan Anda. Apa yang keluar dari mulut kita adalah cerminan dari apa yang ada dalam pikiran kita. Amsal 18:21, “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” Today is beautiful day. Jesus bless all of you

WM Stars
AKU BERHARGA. Aku berharga nggak sih? Ini pertanyaan yang saya baca di media sosial. Pertanyaan datang dari seorang anak kepada mamanya. Kalau perhiasan emas yang mahal harganya pasti mama tidak rela menitipkannya ke pembantu. Katanya aku anaknya lebih berharga dari harta manapun. Tetapi mengapa dititipkan sama pembantu? Lalu anak yang kritis bertanya: “Aku berharga nggak, sih?” Engkau berharga di mata Tuhan. Sebab Tuhan mau berkorban, mati di kayu salib, untuk menebus dosa-dosamu dan dosa kita semua. Supaya hidup yang sia-sia akan menjadi ciptaan baru yang dapat memberi makna dan memberi pertolongan bagi orang lain.

Yesaya 53:3-5
3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.
4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

1 Petrus 1:18-19
18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

1 Petrus 2:24
Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

No comments:

Post a Comment