Monday, 24 July 2017

24 Juli 2017

YOUR BODY IS A WONDERLAND






Your Body is A Wonderland – Day 24 – Heart (Iman = Ada Walaupun Tidak Ada). 2 Korintus 5:7 -- sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat -- Orang yang benar (dibenarkan) akan hidup oleh percayanya. Percaya kepada apa? Percaya kepada FirmanNya. Habakuk 2:4, “Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.” Nabi Habakuk percaya sekalipun semua yang dihadapi mengalami kegagalan, Ia masih percaya kepada Tuhan bahkan Ia berkata didalam Habakuk 3:
Ayat 17: “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang.” Ayat 18: “namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria- ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.” Ayat 19: “ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku...” Masihkah kita mempunyai pengharapan dan tetap percaya seperti Nabi Habakuk? TETAP-lah PERCAYA, TETAP-lah BERSYUKUR karena kita tetap dicintai Tuhan. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 35-36
PB: 2 Tes 1

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Ibu Caroline – Bandung
Yesaya 31:1 – “Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN.” Sekarang ini tingkat kegelisahan dan stres manusia meningkat secara drastis. Salah satu faktor penyebabnya adalah keadaan yang sukar: perekonomian semakin tidak stabil, harga-harga kebutuhan hidup melangit, tingkat pengangguran tinggi; ditambah lagi dengan keadaan negeri ini yang dipenuhi goncangan-goncangan: bencana alam terjadi di mana-mana, banjir bandang, angin puting beliung, dan juga tanah longsor; belum lagi goncangan politik belakangan ini. Masalah, musibah atau bencana acapkali datang tiba-tiba dan tak seorang pun tahu apa yang terjadi di kemudian hari! Karena itu “Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu” (Amsal 27:1). Adakah yang bisa kita banggakan dari dunia ini? Uang, harta benda, pangkat dan semua yang bersumber dari dunia tak bisa diandalkan dan tak bisa dijadikan tempat pengungsian yang aman. Bersyukur kita memiliki Tuhan sebagai satu-satunya Penolong yang bisa kita harapkan. Meminta pertolongan ke Mesir (gambaran dunia) mengandalkan kuda-kuda, kereta atau pasukan berkuda adalah sia-sia belaka. Tetapi orang yang menyandarkan harapannya kepada Tuhan pasti akan beroleh pertolongan dan bahkan terberkati: “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!” (Yeremia 17:7). Walaupun dunia dipenuhi dengan krisis dan goncangan, orang yang senantiasa mengandalkan Tuhan akan tetap terpelihara dan terjaga hidupnya, karena Tuhan adalah sumber berkat dan benteng perlindungan. Di tengah kelaparan hebat melanda, janda Sarfat hanya punya segenggam tepung dan sedikit minyak dalam buli-buli. Secara logika ia tidak memiliki harapan, tetapi ketika taat kepada perintah Tuhan tiada perkara yang mustahil. Tuhan sanggup memberkati dan memulihkan keadaannya dengan berlipat kali ganda! “Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu” (Mazmur 91:7). Gbu.

Madam Ossy
Senin, 24 Juli 2017. Bacaan: 2 Tawarikh 34:1-7. Setahun: Amsal 20-23. Nas: Sebelum dia tidak ada raja seperti dia yang berbalik kepada TUHAN dengan segenap hatinya, dengan segenap jiwanya dan dengan segenap kekuatannya, sesuai dengan segala Taurat Musa; dan sesudah dia tidak ada bangkit lagi yang seperti dia (2 Raja-Raja 23:25). Kedewasaan Rohani. Kami bersukacita saat sepasang suami-istri memutuskan menjadi murid Yesus dan memberi diri dibaptis setelah belajar Alkitab. Selain karena kuasa Tuhan, mereka terinspirasi anak mereka, yang lebih dahulu dibaptis. Anak yang masih remaja itu setiap hari bersaat teduh dan berdoa. Sikapnya juga berubah. Dulu tidak hormat pada orangtua, sekarang menghormati orang tua. Yosia berumur delapan tahun saat menjadi raja (ay. 1). Masih sangat muda, tetapi ia dewasa secara rohani. Ia melakukan kebenaran di mata Tuhan dan hidup seperti Daud (ay. 2). Saat berumur 16 tahun, Yosia mulai mencari Tuhan dan, saat berumur 20 tahun, ia membersihkan segala bentuk berhala (ay. 3). Tidak mudah melakukan reformasi spiritual besar-besaran. Tentulah ada pihak yang menentangnya. Namun, Yosia berhasil karena Tuhan ada di pihaknya. Kita patut bersyukur jika sudah lama menjadi orang Kristen. Namun, ada orang yang sudah puluhan tahun menjadi Kristen, sikapnya masih kekanak-kanakan. Maunya mendengarkan firman Tuhan yang enak di telinga. Saat mengalami kesusahan, mengeluh. Saat dosanya ditegur, marah. Kita perlu menyadari bahwa kedewasaan rohani seseorang tidak ditentukan dari lamanya ia menjadi orang Kristen, tetapi dari seberapa banyak ia bertumbuh menjadi semakin serupa dengan Kristus. Kedewasaan rohani juga ditunjukkan dari keberanian untuk berdiri bagi kebenaran apa pun tantangan yang ada. Apakah usia rohani saya berbanding lurus dengan kedewasaan rohani saya? --RTG. KEDEWASAAN ROHANI DIUKUR DARI SEBERAPA BANYAK KEHIDUPAN KITA DIPERBAHARUI DI DALAM KRISTUS.

Bp. Peter – Worship Center Surabaya
IMAN YANG BERTUMBUH DI DALAM KRISTUS. Oleh Peter Bambang Kustiono.
http://worshipcenterindonesia.blogspot.co.id/2017/07/iman-yang-bertumbuh-di-dalam-kristus.html

Posisi kita di dalam Tuhan ialah karena iman dan bukan karena perbuatan baik, sebaik apapun itu. Iman adalah dasarnya. Baru setelah itu HARUS NAMPAK perbuatan-perbuatan yang bersesuaian dengan iman itu sebagai bukti bahwa iman itu hidup dan bernilai di mata Tuhan. Itu sebabnya saya pun berkeyakinan, iman perlu sampai pada tingkat tertentu sehingga keselamatan kita pun tak tergoyahkan. Iman itu harus sampai pada titik dimana kita bukan saja percaya dan mengaku Dia adalah Tuhan. Tapi percaya dan mengaku bahwa DIA TUHAN BAGI HIDUP KITA. Bahwa Dia berdaulat penuh atas hidup kita dan bahwa untuk selanjutnya dan seterusnya Dialah penguasa satu-satunya atas hidup kita. Selama kita belum berakar benar dalam Kristus, pada tiap tahap² goncangan dan ujian, iman kita bisa berada dalam krisis bahkan akhirnya kita pun dapat tergelincir jatuh dan kehilangan keselamatan ketika kita melepaskan iman dengan tidak lagi menyerahkan diripada Yesus Tuhan. Mungkin kita masih Kristen, masih ke gereja, masih ibadah bahkan pelayanan tapi itu bukan berarti kita memiliki iman yang hidup pada Tuhan. Yang seperti itu adalah iman tradisi, iman yang hanya mengaku Yesus Tuhan, iman yang sebenarnya sama dengan percayanya iblis bahwa Yesus itu Tuhan dan satu-satunya Tuhan…

Markus 5:6-7 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!"'

Yakobus 2:19 Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

Iman kita perlu dimantapkan dan diteguhkan tiap-tiap hari oleh perbuatan-perbuatan ketaatan yang dibangun di atas iman pada kedaulatan kuasa dan kasih karunia Tuhan yang sanggup menolong kita sampai pada kesudahannya dan menerima hidup kekal di sorga. Kita harus menggantungkan diri dengan iman pada kasih karunia Tuhan yang akan menuntun kita pada tingkatan-tingkatan yang seharusnya sebagai anak-anak Tuhan. Jika kita melakukannya, maka iman kita akan kokoh tidak dapat digeser karena telah ditancapkan sangat dalam bagaikan akar-akar yang menopang seluruh batang, ranting, dahan, cabang hingga daun-daun dan buah-buahnya. Bertahan di segala musim dan tetap berbuah banyak bagi kemuliaan nama Tuhan…

Itu sebabnya dikatakan dalam 2 Petrus 1
Bahwa Tuhan bukan hanya menganugerahkan keselamatan dan pada kita bukan hanya beroleh iman sebagai dasar, tetapi Ia pun mengaruniakan kita segala sesuatu yang perlu supaya kita mempertahankan iman sampai pada akhirnya:
2 Petrus 1:3-4
Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.

Karena itu sebagai anak-anak Tuhan SUDAH SEHARUSNYA TIAP-TIAP HARI, kita:
2 Petrus 1:5-7 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.

Mengapa?
2 Petrus 1:8-9 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.

Hasilnya apa ketika kita giat dan berhasil dalam hubungan kita dengan Tuhan?
2 Petrus 1:10-11 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan HAK PENUH untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Karena inilah saya tidak akan berhenti menggembar-gemborkan dan menyerukan supaya kita tidak pernah merasa puas dengan hidup rohani kita, tidak merasa kita telah cukup mencapai target Tuhan, tetapi selama umur diberikan kita harus bertumbuh, berjalan lebih jauh, menerima proses demi proses dan naik tahap demi tahap, tidak pernah berhenti mencari dan melakukan kehendak Allah dalam hidup kita. Gunung itu masih harus didaki. Selama kita belum mencapai puncak dan tidak pernah merasa itu puncaknya, kita akan terus mendaki. Namun jika telah merasa telah berada pada puncak, maka kita akan berhenti dan cepat atau lambat kita akan mengalami kemandegan atau bahkan penurunan rohani sebab tak lagi ada daya tarik untuk mendaki lebih tinggi sedangkan di bawah banyak godaan menunggu kita.

Itu sebabnya Tuhan selalu mencari orang-orang yang rendah hati dan selalu mau belajar dan diajar. Itulah yang akan membuat kita terus naik dan tidak berhenti sampai saat terakhir. Iman yang demikian tidak akan goyah lagi namun bahkan menarik lebih vanyak orang untuk mengikut Kristus sebab menjadi suatu kesaksian dan bukti bahwa itulah hidup terbaik yang dapat dijalani manusia, yang bahkan nantinya berakhir di sorga. Inilah hidup yang menyatakan Kristus bagi dunia dan yang menghadirkan sorga di bumi sehingga banyak orang berdosa terasa berjumpa dengan orang-orang yang telah bertemu dengan Allah sendiri yang tampak dari kehidupan mereka yang memang serupa calon-calon penghuni sorga.

Hidup seperti inilah kehidupan para pengikut Kristus dan anak-anak Tuhan sejati. Jika tidak hidup demikian, apakah mereka masih anak-anak Tuhan? Tentu saja, tapi iman yang tidak dihidupi akan segera mati dan kita tidak pernah tahu apakah mereka sebenarnya masih beriman atau tidak, yang pasti berdampak pada kepastian tempat mereka di sorga.

Pertanyaannya, sudahkah kita BERUSAHA SUNGGUH-SUNGGUH TIAP-TIAP HARI PENUH GAIRAH BERTUMBUH DAN GIAT DALAM PENGENALAN AKAN TUHAN DAN MEMBANGUN BANGUNAN ROHANI KITA DI HADAPAN TUHAN? SUDAHKAH KITA BERAKAR DALAM TUHAN MAKIN DALAM DAN MAKIN DALAM LAGI? MASIHKAH KITA BERTUMBUH TAHUN DEMI TAHUN DALAM PENGENALAN DAN KEINIMAN YANG MAKIN DALAM AKAN TUHAN?

Jika belum demikian, pastikah iman kita hidup dan bernilai di mata Tuhan? Ataukah kita hanya beragama saja tapi jauh dari Tuhan? Kiranya hikmat Tuhan menuntun kita. Tuhan Yesus memberkati…

No comments:

Post a Comment