YOUR BODY IS A WONDERLAND
Your Body is A Wonderland – Day 24 – Heart (Iman = Ada
Walaupun Tidak Ada). 2
Korintus 5:7 -- sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan
karena melihat -- Orang yang benar (dibenarkan) akan hidup oleh percayanya.
Percaya kepada apa? Percaya kepada FirmanNya. Habakuk 2:4, “Sesungguhnya,
orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu
akan hidup oleh percayanya.” Nabi Habakuk percaya sekalipun semua yang
dihadapi mengalami kegagalan, Ia masih percaya kepada Tuhan bahkan Ia berkata
didalam Habakuk 3:
Ayat 17: “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon
anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang
tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan
tidak ada lembu sapi dalam kandang.” Ayat 18: “namun aku akan
bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria- ria di dalam Allah yang menyelamatkan
aku.” Ayat 19: “ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti
kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku...” Masihkah kita
mempunyai pengharapan dan tetap percaya seperti Nabi Habakuk? TETAP-lah
PERCAYA, TETAP-lah BERSYUKUR karena kita tetap dicintai Tuhan. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 35-36
PB: 2 Tes 1
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Ibu Caroline – Bandung
Yesaya 31:1 – “Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir
minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya
yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya,
tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari
TUHAN.” Sekarang ini tingkat kegelisahan dan stres manusia meningkat secara drastis.
Salah satu faktor penyebabnya adalah keadaan yang sukar: perekonomian semakin
tidak stabil, harga-harga kebutuhan hidup melangit, tingkat pengangguran
tinggi; ditambah lagi dengan keadaan negeri ini yang dipenuhi
goncangan-goncangan: bencana alam terjadi di mana-mana, banjir bandang, angin
puting beliung, dan juga tanah longsor; belum lagi goncangan politik belakangan
ini. Masalah, musibah atau bencana acapkali datang tiba-tiba dan tak seorang
pun tahu apa yang terjadi di kemudian hari! Karena itu “Janganlah memuji diri
karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu”
(Amsal 27:1). Adakah yang bisa kita banggakan dari dunia ini? Uang, harta
benda, pangkat dan semua yang bersumber dari dunia tak bisa diandalkan dan tak
bisa dijadikan tempat pengungsian yang aman. Bersyukur kita memiliki Tuhan
sebagai satu-satunya Penolong yang bisa kita harapkan. Meminta pertolongan ke
Mesir (gambaran dunia) mengandalkan kuda-kuda, kereta atau pasukan berkuda
adalah sia-sia belaka. Tetapi orang yang menyandarkan harapannya kepada Tuhan
pasti akan beroleh pertolongan dan bahkan terberkati: “Diberkatilah orang yang
mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!” (Yeremia 17:7).
Walaupun dunia dipenuhi dengan krisis dan goncangan, orang yang senantiasa
mengandalkan Tuhan akan tetap terpelihara dan terjaga hidupnya, karena Tuhan
adalah sumber berkat dan benteng perlindungan. Di tengah kelaparan hebat
melanda, janda Sarfat hanya punya segenggam tepung dan sedikit minyak dalam
buli-buli. Secara logika ia tidak memiliki harapan, tetapi ketika taat kepada
perintah Tuhan tiada perkara yang mustahil. Tuhan sanggup memberkati dan
memulihkan keadaannya dengan berlipat kali ganda! “Walau seribu orang rebah di
sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu”
(Mazmur 91:7). Gbu.
Madam Ossy
Senin, 24 Juli 2017. Bacaan: 2 Tawarikh 34:1-7. Setahun:
Amsal 20-23. Nas: Sebelum dia tidak ada raja seperti dia yang berbalik kepada
TUHAN dengan segenap hatinya, dengan segenap jiwanya dan dengan segenap
kekuatannya, sesuai dengan segala Taurat Musa; dan sesudah dia tidak ada
bangkit lagi yang seperti dia (2 Raja-Raja 23:25). Kedewasaan Rohani. Kami
bersukacita saat sepasang suami-istri memutuskan menjadi murid Yesus dan
memberi diri dibaptis setelah belajar Alkitab. Selain karena kuasa Tuhan,
mereka terinspirasi anak mereka, yang lebih dahulu dibaptis. Anak yang masih
remaja itu setiap hari bersaat teduh dan berdoa. Sikapnya juga berubah. Dulu
tidak hormat pada orangtua, sekarang menghormati orang tua. Yosia berumur
delapan tahun saat menjadi raja (ay. 1). Masih sangat muda, tetapi ia dewasa
secara rohani. Ia melakukan kebenaran di mata Tuhan dan hidup seperti Daud (ay.
2). Saat berumur 16 tahun, Yosia mulai mencari Tuhan dan, saat berumur 20
tahun, ia membersihkan segala bentuk berhala (ay. 3). Tidak mudah melakukan
reformasi spiritual besar-besaran. Tentulah ada pihak yang menentangnya. Namun,
Yosia berhasil karena Tuhan ada di pihaknya. Kita patut bersyukur jika sudah
lama menjadi orang Kristen. Namun, ada orang yang sudah puluhan tahun menjadi
Kristen, sikapnya masih kekanak-kanakan. Maunya mendengarkan firman Tuhan yang
enak di telinga. Saat mengalami kesusahan, mengeluh. Saat dosanya ditegur,
marah. Kita perlu menyadari bahwa kedewasaan rohani seseorang tidak ditentukan
dari lamanya ia menjadi orang Kristen, tetapi dari seberapa banyak ia bertumbuh
menjadi semakin serupa dengan Kristus. Kedewasaan rohani juga ditunjukkan dari
keberanian untuk berdiri bagi kebenaran apa pun tantangan yang ada. Apakah usia
rohani saya berbanding lurus dengan kedewasaan rohani saya? --RTG. KEDEWASAAN
ROHANI DIUKUR DARI SEBERAPA BANYAK KEHIDUPAN KITA DIPERBAHARUI DI DALAM
KRISTUS.
Bp. Peter – Worship Center Surabaya
IMAN YANG BERTUMBUH DI DALAM KRISTUS. Oleh Peter Bambang
Kustiono.
http://worshipcenterindonesia.blogspot.co.id/2017/07/iman-yang-bertumbuh-di-dalam-kristus.html
Posisi kita di dalam Tuhan ialah karena iman dan bukan
karena perbuatan baik, sebaik apapun itu. Iman adalah dasarnya. Baru setelah itu
HARUS NAMPAK perbuatan-perbuatan yang bersesuaian dengan iman itu sebagai bukti
bahwa iman itu hidup dan bernilai di mata Tuhan. Itu sebabnya saya pun
berkeyakinan, iman perlu sampai pada tingkat tertentu sehingga keselamatan kita
pun tak tergoyahkan. Iman itu harus sampai pada titik dimana kita bukan saja
percaya dan mengaku Dia adalah Tuhan. Tapi percaya dan mengaku bahwa DIA TUHAN
BAGI HIDUP KITA. Bahwa Dia berdaulat penuh atas hidup kita dan bahwa untuk
selanjutnya dan seterusnya Dialah penguasa satu-satunya atas hidup kita. Selama
kita belum berakar benar dalam Kristus, pada tiap tahap² goncangan dan ujian,
iman kita bisa berada dalam krisis bahkan akhirnya kita pun dapat tergelincir
jatuh dan kehilangan keselamatan ketika kita melepaskan iman dengan tidak lagi
menyerahkan diripada Yesus Tuhan. Mungkin kita masih Kristen, masih ke gereja,
masih ibadah bahkan pelayanan tapi itu bukan berarti kita memiliki iman yang
hidup pada Tuhan. Yang seperti itu adalah iman tradisi, iman yang hanya mengaku
Yesus Tuhan, iman yang sebenarnya sama dengan percayanya iblis bahwa Yesus itu
Tuhan dan satu-satunya Tuhan…
Markus 5:6-7 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah
ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, dan dengan keras ia berteriak: “Apa
urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan
siksa aku!"'
Yakobus 2:19 Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah
saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka
gemetar.
Iman kita perlu dimantapkan dan diteguhkan tiap-tiap hari
oleh perbuatan-perbuatan ketaatan yang dibangun di atas iman pada kedaulatan
kuasa dan kasih karunia Tuhan yang sanggup menolong kita sampai pada
kesudahannya dan menerima hidup kekal di sorga. Kita harus menggantungkan diri
dengan iman pada kasih karunia Tuhan yang akan menuntun kita pada
tingkatan-tingkatan yang seharusnya sebagai anak-anak Tuhan. Jika kita
melakukannya, maka iman kita akan kokoh tidak dapat digeser karena telah
ditancapkan sangat dalam bagaikan akar-akar yang menopang seluruh batang,
ranting, dahan, cabang hingga daun-daun dan buah-buahnya. Bertahan di segala
musim dan tetap berbuah banyak bagi kemuliaan nama Tuhan…
Itu sebabnya dikatakan dalam 2 Petrus 1
Bahwa Tuhan bukan hanya menganugerahkan keselamatan dan pada
kita bukan hanya beroleh iman sebagai dasar, tetapi Ia pun mengaruniakan kita
segala sesuatu yang perlu supaya kita mempertahankan iman sampai pada akhirnya:
2 Petrus 1:3-4
Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita
segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan
Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan
jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan
yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat
ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.
Karena itu sebagai anak-anak Tuhan SUDAH SEHARUSNYA
TIAP-TIAP HARI, kita:
2 Petrus 1:5-7 Justru karena itu kamu harus dengan
sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada
kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada
penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan
kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan
semua orang.
Mengapa?
2 Petrus 1:8-9 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan
berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam
pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. Tetapi barangsiapa tidak memiliki
semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya
yang dahulu telah dihapuskan.
Hasilnya apa ketika kita giat dan berhasil dalam hubungan
kita dengan Tuhan?
2 Petrus 1:10-11 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah
sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu
melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Dengan demikian kepada kamu
akan dikaruniakan HAK PENUH untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan
dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
Karena inilah saya tidak akan berhenti menggembar-gemborkan
dan menyerukan supaya kita tidak pernah merasa puas dengan hidup rohani kita,
tidak merasa kita telah cukup mencapai target Tuhan, tetapi selama umur
diberikan kita harus bertumbuh, berjalan lebih jauh, menerima proses demi
proses dan naik tahap demi tahap, tidak pernah berhenti mencari dan melakukan
kehendak Allah dalam hidup kita. Gunung itu masih harus didaki. Selama kita
belum mencapai puncak dan tidak pernah merasa itu puncaknya, kita akan terus
mendaki. Namun jika telah merasa telah berada pada puncak, maka kita akan
berhenti dan cepat atau lambat kita akan mengalami kemandegan atau bahkan
penurunan rohani sebab tak lagi ada daya tarik untuk mendaki lebih tinggi
sedangkan di bawah banyak godaan menunggu kita.
Itu sebabnya Tuhan selalu mencari orang-orang yang rendah
hati dan selalu mau belajar dan diajar. Itulah yang akan membuat kita terus
naik dan tidak berhenti sampai saat terakhir. Iman yang demikian tidak akan
goyah lagi namun bahkan menarik lebih vanyak orang untuk mengikut Kristus sebab
menjadi suatu kesaksian dan bukti bahwa itulah hidup terbaik yang dapat
dijalani manusia, yang bahkan nantinya berakhir di sorga. Inilah hidup yang
menyatakan Kristus bagi dunia dan yang menghadirkan sorga di bumi sehingga
banyak orang berdosa terasa berjumpa dengan orang-orang yang telah bertemu
dengan Allah sendiri yang tampak dari kehidupan mereka yang memang serupa
calon-calon penghuni sorga.
Hidup seperti inilah kehidupan para pengikut Kristus dan
anak-anak Tuhan sejati. Jika tidak hidup demikian, apakah mereka masih
anak-anak Tuhan? Tentu saja, tapi iman yang tidak dihidupi akan segera mati dan
kita tidak pernah tahu apakah mereka sebenarnya masih beriman atau tidak, yang
pasti berdampak pada kepastian tempat mereka di sorga.
Pertanyaannya, sudahkah kita BERUSAHA SUNGGUH-SUNGGUH
TIAP-TIAP HARI PENUH GAIRAH BERTUMBUH DAN GIAT DALAM PENGENALAN AKAN TUHAN DAN
MEMBANGUN BANGUNAN ROHANI KITA DI HADAPAN TUHAN? SUDAHKAH KITA BERAKAR DALAM
TUHAN MAKIN DALAM DAN MAKIN DALAM LAGI? MASIHKAH KITA BERTUMBUH TAHUN DEMI
TAHUN DALAM PENGENALAN DAN KEINIMAN YANG MAKIN DALAM AKAN TUHAN?
Jika belum demikian, pastikah iman kita hidup dan bernilai
di mata Tuhan? Ataukah kita hanya beragama saja tapi jauh dari Tuhan? Kiranya
hikmat Tuhan menuntun kita. Tuhan Yesus memberkati…

No comments:
Post a Comment