Tuesday, 28 February 2017

When Love Has Language

RICH FAMILY POOR FAMILY SERIES




When Love Has Language
Rich Family Poor Family #2
Alfa Omega Church Sunday Service
March 12nd 2017


Intro:
Pernahkah Anda mencoba bicara dengan orang yang tidak bisa bahasa Anda?

TEXT:
Efesus 5:25 – Kristus mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diriNya baginya (CHRIST LOVED THE CHURCH; GAVE HIMSELF FOR IT).

Christ Love the ChurchBicara tentang YESUS cinta kita semua, Dia sayang kita, Dia perduli kita.

Gave Himself for itBicara tentang Yesus melangkah, mengambil tindakan nyata, dengan bicara bahasa kasih kita manusia.

Dia tahu manusia suatu hari akan cari bukti, tentang seorang Tuhan yang begitu cinta akan manusia. Dan Yesus lebih dari cinta kita, Dia ambil tindakan nyata dan komunikasikan dengan bahasa kasih kita.

Kenyataan ini saja. Menunjukkan kepada kita:
LOVE HAS LANGUAGES (KASIH ADA BAHASANYA)

Ketika kita belajar bahasa kasih, kita mulai melihat ternyata belajar mengasihi (pasangan, anggota keluarga, orang lain) itu lebih dari sekedar feeling. Tenyata belajar mengasihi itu lebih dari sekedar like or dislike. Dalam pernikahan, ketika kita belajar bahasa kasih, ternyata belajar mengasihi itu lebih dari sekedar Romance ataupun Physical Intimacy. Kalau kita mau membawa dampak yang positif dalam hubungan, kita perlu belajar bahasa kasih.

I. APA YANG TERJADI KETIKA ORANG TIDAK TAHU BAHASA KASIH?
-Kita akan berbicara bahasa kasih yang salah kepada pasangan kita, keluarga kita dan kawan kita.

Contoh Cerita 1#Keluarga yang tidak mengerti Bahasa Kasih anak
Contoh Cerita 2#Pasangan Suami Istri

LOVE is the center of human emotional. Dan salah satu cara menjawab hal itu adalah dengan belajar BAHASA KASIH anggota keluarga kita, orang dekat kita, maupun pasangan kita. Bahasa Kasih yang salah seringkali: menciptakan miskomunikasi.

II. APA ITU BAHASA KASIH ?
Gary Chapman, menyimpulkan bahwa ada 5 bahasa kasih yang dimiliki, dilakukan oleh manusia.

-BAHASA KASIH UTAMA adalah cara alami kita dalam menerima dan menunjukkan kasih. Kita secara alami memiliki BAHASA KASIH UTAMA karena kepribadian kita dan juga karena keluarga/lingkungan di mana kita bertumbuh.

-BAHASA KASIH KEDUA atau KETIGA, adalah sesuatu yang terbentuk atau terpattern dalam hidup kita karena lingkungan atau kebiasaan.

Bahasa #1: Words of Affirmations (Kata Apresiasi/Kata Pujian)
Do (Lakukan):
Ucapkan kata-kata memberi semangat dan penghargaan atas hal kecil yang ia lakukan. Ingat ya, hal kecil!
Dont’s (Jangan Lakukan):
Mengucapkan kata-kata yang menyakiti pasangan, dan melakukan penghinaan yang menurunkan self-esteem.

Bahasa #2: Quality Time (Waktu)
Do:
Untuk menyenangkan pasangan yang bertipe ini adalah selalu sediakan waktu berkualitas untuk orang tersebut (pasangan, anak). Melakukan kegiatan bersama-sama adalah contoh terbaik.
Dont’s:
Pasangan/orang tipe ini nggak akan mempan meskipun Anda membanjiri dia dengan kalimat pujian, gombalan, atau hadiah sekalipun. Kesenangan utama adalah WAKTU Anda, atau bagi yang menikah, adanya Anda di sisinya.

Bahasa #3: Receiving Gifts (Hadiah)
Do:
Pahami kebutuhan kawan atau anggota keluarga atau pasangan Anda.
Dont’s:
Hindari untuk mengabaikan/melupakan terhadap hadiah yang kamu berikan. Lupa kasih kado saat dia ulang tahun misalnya. Hal kecil seperti itu bisa menjadi masalah.

Bahasa #4: Acts of Service (Bantuan)
Do:
Jika keluarga atau pasanganmu sedang kerepotan dan membutuhkan bantuan, atau sebetulnya terlihat tak butuh bantuan, cepat-cepatlah inisiatif membantunya. Tanyakan: What can I do for you?? Apa yang bisa kubantu?
Don’t:
Sudah tahu orang lain sedang kerepotan melakukan tugasnya, eh kamu malah ongkang-ongkang sambil nonton TV atau mainan gadget. Coba perhatikan dan tawarkan bantuan.

Bahasa #5: Physical Touch (Sentuhan Fisik)
Bagi yang menikah
Do: Peluk dia dalam situasi apapun. Baik itu sedih ataupun senang
Dont’s: Jangan menempatkan dia dalam posisi yang tak nyaman untuk berkeluh kesah.

Bagi yang punya anak atau orang tua
-Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang sering disentuh, dipeluk dan dicium adalah bayi yang lebih sehat daripada mereka yang tidak disentuh, dipeluk dan dicium, Tuhan menciptakan sistem saraf ke tubuh manusia bertujuan untuk menularkan rangsangan ke otak

TANTANGAN:
III. BAGAIMANA MENJADI PELAKU FIRMAN di area BAHASA KASIH?

A. Be Transformed
Roma 12:2. Apa bedanya antara “Transforming” dengan “Conforming”? Conforming: dari luar ke dalam. Transforming: dari dalam keluar (perubahan hidup). Conforming: adalah sesuatu yang kita lakukan kepada diri kita. Transforming: adalah sesuatu yang Tuhan lakukan di dalam kita. Tuhan ingin mentransformasi hidup kita, baik: kesehatan spiritual/rohani, fisik, mental, emosi, keuangan,kemahiran dan termasuk kesehatan hubungan
Amsal 23:7; Yakobus 1:22

B. Pelajari Bahasa Kasih Anggota Keluarga atau Pasangan Anda

C. Layani Keluarga Anda dengan HATI
Layani keluarga Anda, pasangan Anda, Tuhan Anda dengan HATI.

KONKLUSI: Aplikasikan bersama BAHASA KASIH

No comments:

Post a Comment