RICH
FAMILY POOR FAMILY SERIES
When
Love Has Language
Rich Family Poor
Family #2
Alfa Omega Church
Sunday Service
March
12nd
2017
Intro:
Pernahkah
Anda mencoba
bicara dengan orang yang tidak bisa bahasa Anda?
TEXT:
Efesus
5:25 – Kristus
mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diriNya baginya (CHRIST
LOVED THE CHURCH; GAVE HIMSELF FOR IT).
Christ
Love the Church –
Bicara
tentang YESUS cinta kita semua, Dia sayang kita,
Dia perduli kita.
Gave
Himself for it –
Bicara
tentang Yesus melangkah, mengambil tindakan nyata, dengan bicara
bahasa kasih kita manusia.
Dia
tahu manusia suatu hari akan cari bukti, tentang
seorang Tuhan yang begitu cinta akan manusia. Dan Yesus lebih dari
cinta kita, Dia ambil tindakan nyata dan komunikasikan dengan bahasa
kasih kita.
Kenyataan
ini saja. Menunjukkan kepada kita:
LOVE
HAS LANGUAGES
(KASIH ADA BAHASANYA)
Ketika
kita belajar bahasa kasih, kita mulai melihat ternyata belajar
mengasihi (pasangan, anggota keluarga, orang lain) itu lebih dari
sekedar feeling.
Tenyata belajar mengasihi itu lebih dari sekedar like
or dislike. Dalam
pernikahan, ketika kita belajar bahasa kasih, ternyata belajar
mengasihi itu lebih dari sekedar Romance
ataupun Physical Intimacy.
Kalau kita mau membawa dampak yang positif dalam hubungan, kita perlu
belajar bahasa kasih.
I.
APA YANG TERJADI KETIKA ORANG TIDAK TAHU BAHASA KASIH?
-Kita
akan berbicara bahasa kasih yang salah kepada pasangan kita, keluarga
kita dan kawan kita.
Contoh
Cerita 1#Keluarga yang tidak mengerti Bahasa Kasih anak
Contoh
Cerita 2#Pasangan Suami Istri
LOVE
is the center of human emotional.
Dan salah satu cara menjawab hal itu adalah dengan belajar BAHASA
KASIH anggota keluarga kita, orang dekat kita, maupun pasangan kita.
Bahasa Kasih yang salah seringkali: menciptakan
miskomunikasi.
II.
APA ITU BAHASA KASIH ?
Gary
Chapman, menyimpulkan bahwa ada 5 bahasa kasih yang dimiliki,
dilakukan oleh manusia.
-BAHASA
KASIH UTAMA adalah cara alami kita dalam menerima dan menunjukkan
kasih. Kita secara alami memiliki BAHASA KASIH UTAMA karena
kepribadian kita dan juga karena keluarga/lingkungan di mana kita
bertumbuh.
-BAHASA
KASIH KEDUA atau KETIGA, adalah sesuatu yang terbentuk atau
terpattern
dalam hidup kita karena lingkungan atau kebiasaan.
Bahasa
#1: Words
of Affirmations
(Kata Apresiasi/Kata Pujian)
Do
(Lakukan):
Ucapkan
kata-kata memberi semangat dan penghargaan atas hal kecil yang ia
lakukan. Ingat ya, hal kecil!
Dont’s
(Jangan
Lakukan):
Mengucapkan
kata-kata yang menyakiti pasangan, dan melakukan penghinaan yang
menurunkan self-esteem.
Bahasa
#2: Quality
Time (Waktu)
Do:
Untuk
menyenangkan pasangan yang bertipe ini adalah selalu sediakan waktu
berkualitas untuk orang tersebut (pasangan, anak). Melakukan kegiatan
bersama-sama adalah contoh terbaik.
Dont’s:
Pasangan/orang
tipe ini nggak akan mempan meskipun Anda membanjiri dia dengan
kalimat pujian, gombalan, atau hadiah sekalipun. Kesenangan
utama adalah WAKTU Anda, atau bagi yang menikah, adanya Anda di
sisinya.
Bahasa
#3: Receiving
Gifts
(Hadiah)
Do:
Pahami
kebutuhan kawan atau anggota keluarga atau pasangan Anda.
Dont’s:
Hindari
untuk mengabaikan/melupakan terhadap hadiah yang kamu berikan. Lupa
kasih kado saat dia ulang tahun misalnya. Hal kecil seperti itu bisa
menjadi masalah.
Bahasa
#4: Acts
of Service
(Bantuan)
Do:
Jika
keluarga atau pasanganmu sedang kerepotan dan membutuhkan bantuan,
atau sebetulnya terlihat tak butuh bantuan, cepat-cepatlah inisiatif
membantunya. Tanyakan: What
can I do for you?? Apa
yang bisa kubantu?
Don’t:
Sudah
tahu orang lain sedang kerepotan melakukan tugasnya, eh kamu malah
ongkang-ongkang sambil nonton TV atau mainan gadget.
Coba perhatikan dan tawarkan bantuan.
Bahasa
#5: Physical
Touch
(Sentuhan Fisik)
Bagi
yang menikah
Do:
Peluk dia dalam situasi apapun. Baik itu sedih ataupun senang
Dont’s:
Jangan menempatkan dia dalam posisi yang tak nyaman untuk berkeluh
kesah.
Bagi
yang punya anak atau orang tua
-Penelitian
menunjukkan bahwa bayi yang sering disentuh, dipeluk dan dicium
adalah bayi yang lebih sehat daripada mereka yang tidak disentuh,
dipeluk dan dicium,
Tuhan
menciptakan sistem saraf ke tubuh manusia bertujuan untuk menularkan
rangsangan ke otak
TANTANGAN:
III.
BAGAIMANA MENJADI PELAKU FIRMAN di area BAHASA KASIH?
A.
Be
Transformed
Roma
12:2. Apa bedanya antara “Transforming”
dengan “Conforming”?
Conforming:
dari luar ke dalam. Transforming:
dari dalam keluar (perubahan hidup). Conforming:
adalah sesuatu yang kita lakukan kepada diri kita. Transforming:
adalah sesuatu yang Tuhan lakukan di dalam kita. Tuhan ingin
mentransformasi hidup kita, baik: kesehatan spiritual/rohani, fisik,
mental, emosi, keuangan,kemahiran dan termasuk kesehatan hubungan
Amsal
23:7; Yakobus 1:22
B.
Pelajari
Bahasa Kasih
Anggota Keluarga atau Pasangan Anda
C.
Layani
Keluarga
Anda dengan HATI
Layani
keluarga Anda,
pasangan Anda, Tuhan Anda dengan HATI.
KONKLUSI:
Aplikasikan bersama BAHASA KASIH
No comments:
Post a Comment