Tuesday, 7 February 2017

7 Februari 2017

RICH FAMILY POOR FAMILY SERIES




Rich Family Poor Family – Day 7.
F = Father
A = And
M = Mother
I = I (ai)
L = Love
                         Y = You
Seasons Of Relationships (2).Musim Semidalam Musim Hubungan yang ke 2 menggambarkan: awal dari sebuah pernikahan/awal dari sebuah hubungan persahabatan yang tulus/saling percaya/optimis, penuh kegembiraan, penuh kebahagiaan, saling mengasihi, saling berkorban  dan Penuh  Pengharapan. Mungkin ada sedikit gangguan/iritasi/tetapi jika masing-masing berhasil memeliharanya, maka akan membuka jalan untuk “musim panasyang menyenangkan. Amsal 23:18, Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang. Bagaimana dengan kita? Sedang ada dimana Musim Hubungan kita saat ini? Seperti pembahasan kita yang 1: Musim Dingin & Musim Semi (2), hari ini? Mau ada dimanaMusim Hubungan kita, itu adalah PILIHAN. Dimulai dari diri kita sendiri karena KeBAHAGIA an itu bukan ditentukan apa yang dari LUAR/orang lain, tetapi KeBAHAGIAan musim hubungan kita ditentukan oleh diri kita sendiri/dari DALAM HATI  kita. Karena BAHAGIA itupun PILIHAN, dari DALAM HATI kita, dimulai dari diri kita terlebih dulu. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#RichFPoorFSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Imamat 1-3
PB: Matius 24:1-28
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Taswin Taruna
Ya TUHAN, aku memanggil nama-Mu dari dasar lobang yang dalam - Ratapan 3:55. Perkataan dalam Ratapan sangat indah. Ketika aku di dalam dasar lobang yang dalam, di dalam situasi sulit, terjepit, atau tertekan, aku menyeru nama Tuhan. Selanjutnya dikatakan, Janganlah Kau tutupi telinga-Mu terhadap nafasku (Tl.). Seruan kita di depan Tuhan merupakan pernafasan rohani, bahkan merupakan pernafasan yang panjang. Salah seorang dokter angkatan udara Amerika, dalam percobaan-percobaan yang dilakukannya menemukan, bahwa latihan yang paling bermanfaat bagi kesehatan manusia adalah bernafas panjang-panjang. Tiap hari berlatih menarik nafas panjang, badan pasti sehat. Demikian juga dalam hal rohani, nafas panjang rohani membuat kita kuat, nafas panjang rohani membuat kita membara, membuat kita tergila-gila kepada Tuhan. Menyeru Tuhan berarti bernafaskan Tuhan. Namun dalam pernafasan ini tercakup minum, dan di dalam minum ini tercakup makan. Ketika Anda menyeru Tuhan, pada mulanya seperti bernafas, setelah berkali-kali bernafas, di batin terasa mengalir aliran air hayat, demikianlah Anda meminum air hayat. Anda teruskan lagi menyeru, di dalam Anda terasa kenyang. Haleluya! Tuhan mengaruniakan jalan yang betapa singkat dan mantap, yakni menyeru nama Tuhan, mendoa-bacakan firman Tuhan. Dengan demikian, kita pasti menikmati segala milik Tuhan. Semoga kita semua dengan riil mempraktikkan hal ini. Amin.

Madam Ossy
Selasa, 7 Februari 2017. Bacaan: 1 Samuel 24:1-23. Setahun: Imamat 16-18. Nas: Sebab kita mengenal Dia yang berkata: Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan (Ibrani 10:30). Pembalasan. Dalam hidup ini ada tiga jenis orang di sekitar kita: kawan, lawan, dan pihak netral. Sebagian menjadi lawan karena kesalahan kita. Ada pula yang menjadi lawan karena penyebab lain. Misalnya, orang tersebut memiliki ambisi pribadi yang terhambat oleh keberadaan kita, atau ia memiliki trauma psikologis tertentu sehingga memusuhi kita. Daud pernah mengalami hal yang serupa. Raja Saul membenci dan memburunya karena Saul merasa terancam oleh kesuksesan Daud dalam mengerjakan tugasnya sebagai kepala prajurit Saul! Sungguh ironis, bukan? Berkali-kali Daud berusaha berdamai dengan Saul, tapi sia-sia. Kita pun bisa mengerti kalau Daud ingin membalas dan menghancurkan Saul untuk mengubah keadaan. Tapi, Alkitab mencatat bagaimana Daud menghadapi Saul dengan luar biasa. Ia menyerahkan pembalasan kepada Tuhan. Ia berserah kepada Allah tentang nasib Saul maupun dirinya. Kita tahu bahwa akhirnya Saul mati dalam sebuah peperangan dengan bangsa Filistin, bukan di tangan Daud. Hal ini membuat Daud bisa menjadi raja dengan sejarah yang bersih. Sikap Daud ini perlu kita teladani dalam menghadapi mereka yang membenci kita tanpa alasan. Jangan biarkan kemarahan mendorong kita untuk melakukan pembalasan. Biarlah kita serahkan kepada Tuhan nasib orang tersebut. Sementara itu, kita harus terus setia mengerjakan tugas-tugas kita. Kendalikan pikiran kita untuk tidak terserap memikirkan orang tersebut sampai-sampai pekerjaan dan tugas kita terbengkalai. –ALS. PEMBALASAN ADALAH BAGIAN TUHAN; SETIA MENUNAIKAN TUGAS DARI-NYA ADALAH BAGIAN KITA.

Xavier Quentin Pranata
Orang-orang yang kita kasihi bisa saja meninggalkan kita sewaktu-waktu. Mari tunjukkan kasih kita kepada mereka selagi masih ada waktu. Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment