RICH
FAMILY POOR FAMILY SERIES
Rich
Family Poor Family – Day 7.
F =
Father
A =
And
M =
Mother
I =
I
(ai)
L =
Love
Y =
You
Seasons
Of Relationships
(2).
“Musim Semi”
dalam Musim Hubungan
yang ke 2 menggambarkan: awal dari sebuah pernikahan/awal
dari sebuah hubungan persahabatan yang tulus/saling percaya/optimis,
penuh kegembiraan,
penuh kebahagiaan,
saling mengasihi,
saling berkorban dan
Penuh Pengharapan. Mungkin ada sedikit gangguan/iritasi/tetapi
jika masing-masing
berhasil
memeliharanya,
maka akan membuka
jalan untuk “musim panas”
yang menyenangkan.
Amsal 23:18,
“Karena
masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.”
Bagaimana dengan kita?
Sedang ada dimana Musim Hubungan kita saat ini? Seperti
pembahasan kita yang 1: Musim Dingin &
Musim Semi (2),
hari ini?
Mau ada dimana
“Musim Hubungan”
kita,
itu adalah PILIHAN.
Dimulai dari diri kita
sendiri karena
KeBAHAGIA an itu bukan ditentukan apa yang dari LUAR/orang lain,
tetapi KeBAHAGIAan
musim hubungan kita ditentukan oleh diri kita sendiri/dari
DALAM HATI kita.
Karena BAHAGIA itupun
PILIHAN,
dari DALAM HATI kita,
dimulai dari diri kita
terlebih dulu.
Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#RichFPoorFSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Imamat 1-3
PB:
Matius 24:1-28
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Taswin
Taruna
“Ya
TUHAN, aku memanggil nama-Mu dari dasar lobang yang dalam”
- Ratapan 3:55.
Perkataan dalam
Ratapan sangat indah. Ketika aku di dalam dasar lobang yang dalam, di
dalam situasi sulit, terjepit, atau tertekan, aku menyeru nama Tuhan.
Selanjutnya dikatakan, “Janganlah
Kau tutupi telinga-Mu terhadap nafasku”
(Tl.). Seruan kita di depan Tuhan merupakan pernafasan rohani, bahkan
merupakan pernafasan yang panjang. Salah seorang dokter angkatan
udara Amerika, dalam percobaan-percobaan yang dilakukannya menemukan,
bahwa latihan yang paling bermanfaat bagi kesehatan manusia adalah
bernafas panjang-panjang. Tiap hari berlatih menarik nafas panjang,
badan pasti sehat. Demikian juga dalam hal rohani, nafas panjang
rohani membuat kita kuat, nafas panjang rohani membuat kita membara,
membuat kita tergila-gila kepada Tuhan.
Menyeru Tuhan berarti
bernafaskan Tuhan. Namun dalam pernafasan ini tercakup minum, dan di
dalam minum ini tercakup makan. Ketika Anda menyeru Tuhan, pada
mulanya seperti bernafas, setelah berkali-kali bernafas, di batin
terasa mengalir aliran air hayat, demikianlah Anda meminum air hayat.
Anda teruskan lagi menyeru, di dalam Anda terasa kenyang.
Haleluya! Tuhan
mengaruniakan jalan yang betapa singkat dan mantap, yakni menyeru
nama Tuhan, mendoa-bacakan firman Tuhan. Dengan demikian, kita pasti
menikmati segala milik Tuhan. Semoga kita semua dengan riil
mempraktikkan hal ini.
Amin.
Madam
Ossy
Selasa,
7 Februari 2017.
Bacaan: 1 Samuel
24:1-23.
Setahun: Imamat 16-18.
Nas: Sebab kita
mengenal Dia yang berkata: “Pembalasan
adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan”
(Ibrani 10:30).
Pembalasan.
Dalam hidup ini ada
tiga jenis orang di sekitar kita: kawan, lawan, dan pihak netral.
Sebagian menjadi lawan karena kesalahan kita. Ada pula yang menjadi
lawan karena penyebab lain. Misalnya, orang tersebut memiliki ambisi
pribadi yang terhambat oleh keberadaan kita, atau ia memiliki trauma
psikologis tertentu sehingga memusuhi kita.
Daud pernah mengalami
hal yang serupa. Raja Saul membenci dan memburunya karena Saul merasa
terancam oleh kesuksesan Daud dalam mengerjakan tugasnya sebagai
kepala prajurit Saul! Sungguh ironis, bukan? Berkali-kali Daud
berusaha berdamai dengan Saul, tapi sia-sia. Kita pun bisa mengerti
kalau Daud ingin membalas dan menghancurkan Saul untuk mengubah
keadaan. Tapi, Alkitab mencatat bagaimana Daud menghadapi Saul dengan
luar biasa. Ia menyerahkan pembalasan kepada Tuhan. Ia berserah
kepada Allah tentang nasib Saul maupun dirinya. Kita tahu bahwa
akhirnya Saul mati dalam sebuah peperangan dengan bangsa Filistin,
bukan di tangan Daud. Hal ini membuat Daud bisa menjadi raja dengan
sejarah yang “bersih”.
Sikap Daud ini perlu
kita teladani dalam menghadapi mereka yang membenci kita tanpa
alasan. Jangan biarkan kemarahan mendorong kita untuk melakukan
pembalasan. Biarlah kita serahkan kepada Tuhan nasib orang tersebut.
Sementara itu, kita harus terus setia mengerjakan tugas-tugas kita.
Kendalikan pikiran kita untuk tidak terserap memikirkan orang
tersebut sampai-sampai pekerjaan dan tugas kita terbengkalai. –ALS.
PEMBALASAN ADALAH
BAGIAN TUHAN;
SETIA MENUNAIKAN TUGAS
DARI-NYA ADALAH BAGIAN KITA.
Xavier
Quentin Pranata
“Orang-orang
yang kita kasihi bisa saja meninggalkan kita sewaktu-waktu. Mari
tunjukkan kasih kita kepada mereka selagi masih ada waktu.”
Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment