Friday, 10 February 2017

10 Februari 2017

RICH FAMILY POOR FAMILY SERIES




Rich Family Poor Family – Day 10.
F = Father
A = And
M = Mother
I = I (ai)
L = Love
                         Y = You
Seasons Of Relationships (5). Kunci sukses itu: 20% Kepandaian dan 80% Kecerdasan Membangun Hubungan. Berkomunikasi menjadi sangat penting di zaman yang serba modern dan canggih ini. Seringkali karena kita sungkan sehingga membuat kita takut dan tidak berani untuk menyelesaikan masalah, sehingga membuat musim hubungan kita bisa bergeser. Tips yang ke 2, apa sih yang harus kita lakukan agar musim hubungan kita tetap terjalin/saling percaya: sediakan waktu untuk tetap berkomunikasi/ngobrol bareng, baik dengan pasangan kita/anak/orang tua/rekan sekerja kita dsbnya. Kolose 4:6, “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar (dibumbui garam/BIS), sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.” Amin. Tips ke 3: sengaja meluangkan waktu untuk pasangan kita, anak/orang tua agar dapat bersama “menjalin hubungan yang lebih baik, sebab segala sesuatu yang dibiarkan tidak akan menjadi lebih baik, tetapi akan semakin dingin, oleh karenanya harus dari mana perubahan ini kita lakukan? Tips ke 4: Mulailah dari diri kita/saya terlebih dahulu. Kapan? Saat ini/sekarang juga tidak ditunda lagi. Yakin & percayalah Musim Hubungan kita akan semakin baik bila kita mau dengan rela untuk memulainya terlebih dahulu dari diri kita masing-masing. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#RichFPoorFSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Imamat 8-9 & 10
PB: Matius 25:31-46
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 10 Februari 2017. SEPERTI RAYAP. Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang (Amsal 14:30). Ketika mencari buku yang saya butuhkan, saya terkejut. Rak kayu di sudut ruangan penuh rayap. Lama tak diperhatikan, kondisi lembab menjadikannya habitat yang nyaman buat koloni rayap untuk menjalankan aksinya. Tak pelak lagi buku-buku tersebut rusak berat. Dari depan tampak baik-baik saja, tapi ketika diperhatikan, baru ketahuan di bagian dalam buku telah rusak. Tak ada lapisan kertas yang lolos. Singkatnya, setumpuk koleksi buku saya hancur tak tersisa. Iri hati adalah perasaan tidak senang atas keberuntungan orang lain. Seseorang menjadi tidak nyaman ketika ada orang lain yang melebihi dirinya. Entah itu materi, kedudukan, kegagahan fisik, dan sebagainya. Alkitab mengategorikan iri hati sebagai perbuatan daging (ay. 20), yang timbul karena keserakahan, perselisihan, persaingan yang tidak sehat, fitnah, dan tipu daya. Suatu perbuatan dosa yang berujung maut. Iri hati ibarat penyakit yang mengerogoti tubuh dan melemahkan jiwa. Seperti rayap yang merusak dari dalam buku tanpa ketahuan, iri hati juga bekerja dari lubuk hati, lalu membenarkan diri dan mengabaikan kebenaran. Iblis mampu mengubah kasih menjadi kebencian. Hanya dengan buah-buah roh, yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri, iri hati dapat dihalau. Jangan biarkan iri hati merusak jiwa. Jadilah pengikut Kristus yang menjadikan keseharian kita dipenuhi hikmat alkitabiah, yaitu damai dan sukacita. IRI HATI HANYA BISA DIHALAU DENGAN BUAH-BUAH ROH. KIRANYA KEHIDUPAN KITA MENJADI KESAKSIAN DAMAI, SUKACITA, DAN KASIH SEJATI. Selamat pagi. Happy Friday. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible - Bacaan: Imamat 8-10 & Matius 25:31-46.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
JANGAN LUPAKAN TUHAN. Pernahkah kita memperoleh sesuatu yang tampaknya mustahil? Mungkin itu pemenuhan kebutuhan finansial, kesembuhan secara ajaib, atau solusi atas masalah yang rumit. Biasanya sesaat setelah mengalaminya, hati kita akan meluap dengan sukacita, takjub, dan bersyukur. Tetapi, berapa lamakah ucapan syukur itu bertahan? Perubahan seperti apakah yang terjadi dalam hidup ketika kita melaluinya? Bangsa Israel mendapatkan sesuatu yang rasanya mustahil: Tuhan membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir. Lalu TUHAN membawa mereka mengembara di padang gurun selama empat puluh tahun demi merendahkan hati mereka dan membuat mereka berpegang pada perintah-Nya, pada akhirnya TUHAN membawa mereka untuk masuk ke tanah perjanjian yang penuh kelimpahan. Tuhan tahu manusia selalu ada kecenderungan melupakan diri-Nya saat mereka hidup dalam kenyamanan dan kelancaran. Oleh karena itu, TUHAN perlu memperingatkan mereka bahwa melupakan Tuhan bukan hanya tidak lagi mengakui keberadaan-Nya, tetapi juga tidak lagi hidup menurut perintah-Nya dan menjadi tinggi hati dengan menganggap segala hal yang mereka peroleh sebagai hasil kerja keras mereka. Apakah saat ini kita sedang dipenuhi dengan ucapan syukur karena memperoleh sesuatu yang sepertinya mustahil? Merasakan kenyamanan karena terpenuhi kebutuhan hidup kita? Berhati-hatilah agar jangan tinggi hati dan melupakan Tuhan Sang Pemberi berkat dengan tidak lagi hidup sesuai dengan perintah-Nya dan tidak hidup di dalam hadiratNya. KEBERHASILAN DAN KENYAMANAN HIDUP KIRANYA TIDAK MENJADIKAN KITA TERLENA, MELAINKAN SEMAKIN GIAT, PENUH SUKACITA, PENUH KERINDUAN MENCARI TUHAN, MENGIRING TUHAN DAN MELAYANI TUHAN DENGAN PENUH KERENDAHAN HATI. “Jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan,” (Ulangan 8:14). Jesus Christ love & bless you all...

Xavier Quentin Pranata
Saat karier kita membubung, jangan pernah lupakan mereka yang tulus mendukung.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment