RICH
FAMILY POOR FAMILY SERIES
Rich
Family Poor Family – Day 10.
F =
Father
A =
And
M =
Mother
I =
I
(ai)
L =
Love
Y =
You
Seasons
Of Relationships (5).
Kunci sukses itu: 20% Kepandaian dan 80% Kecerdasan Membangun
Hubungan. Berkomunikasi
menjadi sangat penting di zaman yang serba modern dan canggih ini.
Seringkali karena kita sungkan
sehingga membuat kita takut dan tidak berani untuk menyelesaikan
masalah, sehingga membuat musim hubungan kita bisa bergeser. Tips
yang ke 2, apa sih yang harus kita lakukan agar musim hubungan kita
tetap terjalin/saling percaya: sediakan waktu untuk tetap
berkomunikasi/ngobrol bareng, baik dengan pasangan kita/anak/orang
tua/rekan sekerja kita dsbnya. Kolose 4:6, “Hendaklah
kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar (dibumbui
garam/BIS), sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab
kepada setiap orang.”
Amin. Tips ke 3: sengaja meluangkan waktu untuk pasangan kita,
anak/orang tua agar dapat bersama “menjalin hubungan yang lebih
baik, sebab segala sesuatu yang dibiarkan tidak akan menjadi lebih
baik, tetapi akan semakin dingin, oleh karenanya harus dari mana
perubahan ini kita lakukan? Tips ke 4: Mulailah dari diri kita/saya
terlebih dahulu. Kapan? Saat ini/sekarang juga tidak ditunda lagi.
Yakin & percayalah Musim Hubungan kita akan semakin baik bila
kita mau dengan rela untuk memulainya terlebih dahulu dari diri kita
masing-masing. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#RichFPoorFSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Imamat 8-9 & 10
PB:
Matius 25:31-46
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Jumat, 10 Februari 2017. SEPERTI RAYAP. Hati yang tenang
menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang (Amsal 14:30).
Ketika mencari buku yang saya butuhkan, saya terkejut. Rak kayu di
sudut ruangan penuh rayap. Lama tak diperhatikan, kondisi lembab
menjadikannya habitat yang nyaman buat koloni rayap untuk menjalankan
aksinya. Tak pelak lagi buku-buku tersebut rusak berat. Dari depan
tampak baik-baik saja, tapi ketika diperhatikan, baru ketahuan di
bagian dalam buku telah rusak. Tak ada lapisan kertas yang lolos.
Singkatnya, setumpuk koleksi buku saya hancur tak tersisa. Iri hati
adalah perasaan tidak senang atas keberuntungan orang lain. Seseorang
menjadi tidak nyaman ketika ada orang lain yang melebihi dirinya.
Entah itu materi, kedudukan, kegagahan fisik, dan sebagainya. Alkitab
mengategorikan iri hati sebagai perbuatan daging (ay. 20), yang
timbul karena keserakahan, perselisihan, persaingan yang tidak sehat,
fitnah, dan tipu daya. Suatu perbuatan dosa yang berujung maut. Iri
hati ibarat penyakit yang mengerogoti tubuh dan melemahkan jiwa.
Seperti rayap yang merusak dari dalam buku tanpa ketahuan, iri hati
juga bekerja dari lubuk hati, lalu membenarkan diri dan mengabaikan
kebenaran. Iblis mampu mengubah kasih menjadi kebencian. Hanya dengan
buah-buah roh, yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran,
kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri,
iri hati dapat dihalau. Jangan biarkan iri hati merusak jiwa. Jadilah
pengikut Kristus yang menjadikan keseharian kita dipenuhi hikmat
alkitabiah, yaitu damai dan sukacita. IRI HATI HANYA BISA DIHALAU
DENGAN BUAH-BUAH ROH. KIRANYA KEHIDUPAN KITA MENJADI KESAKSIAN DAMAI,
SUKACITA, DAN KASIH SEJATI. Selamat pagi. Happy Friday. Tuhan Yesus
memberkati. #LoveTheBible - Bacaan: Imamat 8-10 & Matius
25:31-46.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
JANGAN
LUPAKAN TUHAN. Pernahkah kita memperoleh sesuatu yang tampaknya
mustahil? Mungkin itu pemenuhan kebutuhan finansial, kesembuhan
secara ajaib, atau solusi atas masalah yang rumit. Biasanya sesaat
setelah mengalaminya, hati kita akan meluap dengan sukacita, takjub,
dan bersyukur. Tetapi, berapa lamakah ucapan syukur itu bertahan?
Perubahan seperti apakah yang terjadi dalam hidup ketika kita
melaluinya? Bangsa Israel mendapatkan sesuatu yang rasanya mustahil:
Tuhan membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir. Lalu TUHAN membawa
mereka mengembara di padang gurun selama empat puluh tahun demi
merendahkan hati mereka dan membuat mereka berpegang pada
perintah-Nya, pada akhirnya TUHAN membawa mereka untuk masuk ke tanah
perjanjian yang penuh kelimpahan. Tuhan tahu manusia selalu ada
kecenderungan melupakan diri-Nya saat mereka hidup dalam kenyamanan
dan kelancaran. Oleh karena itu, TUHAN perlu memperingatkan mereka
bahwa melupakan Tuhan bukan hanya tidak lagi mengakui keberadaan-Nya,
tetapi juga tidak lagi hidup menurut perintah-Nya dan menjadi tinggi
hati dengan menganggap segala hal yang mereka peroleh sebagai hasil
kerja keras mereka. Apakah saat ini kita sedang dipenuhi dengan
ucapan syukur karena memperoleh sesuatu yang sepertinya mustahil?
Merasakan kenyamanan karena terpenuhi kebutuhan hidup kita?
Berhati-hatilah agar jangan tinggi hati dan melupakan Tuhan Sang
Pemberi berkat dengan tidak lagi hidup sesuai dengan perintah-Nya dan
tidak hidup di dalam hadiratNya. KEBERHASILAN DAN KENYAMANAN HIDUP
KIRANYA TIDAK MENJADIKAN KITA TERLENA, MELAINKAN SEMAKIN GIAT, PENUH
SUKACITA, PENUH KERINDUAN MENCARI TUHAN, MENGIRING TUHAN DAN MELAYANI
TUHAN DENGAN PENUH KERENDAHAN HATI. “Jangan engkau tinggi hati,
sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar
dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan,” (Ulangan 8:14). Jesus
Christ love & bless you all...
Xavier
Quentin Pranata
“Saat
karier kita membubung, jangan pernah lupakan mereka yang tulus
mendukung.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment