RICH
FAMILY POOR FAMILY SERIES
Rich
Family Poor Family – Day 14.
F =
Father
A =
And
M =
Mother
I =
I
(ai)
L =
Love
Y =
You
Bahasa
KASIH (3).
Galatia 5:25, “Hai
suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat
dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.”
Amin. Di bagian ke 3 pembahasan kita hari ini adalah Bahasa Kasih,
WAKTU.
Untuk menyenangkan pasangan/suami/istri/anak dan keluarga, yang
“bertipe” ini adalah selalu
sediakan WAKTU yang berkwalitas.
Misalnya: melakukan kegiatan bersama-sama, menemani/pergi berbelanja
bersama-sama, menyediakan WAKTU dengan sengaja dihari-hari spesial &
selalu ada disisinya bila dibutuhkan. Kenali kebutuhan
pasangan/anak/keluarga kita masing-masing & mulailah untuk
melakukannya hari ini. Aplikasikan bahasa KASIH kita dengan WAKTU
yang dibutuhkan & layanilah mereka dengan HATI dihari yang
spesial ini. HAPPY
VALENTINE DAY – Dating Again/pacaran terus
dengan pasangan saudara.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#RichFPoorFSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Imamat 15-16
PB:
Matius 27: 1-26
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Ibu
Caroline – Bandung
[RENUNGAN
HARIAN]. Selasa, 14 Februari 2017. Bacaan: 1 Korintus 13:1-7.
Setahun: Bilangan 5-6. Nas: Tidak ada kasih yang lebih besar dari
pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya
(Yohanes 15:13). Cinta Kasih. Cinta kasih adalah kata yang romantis
dan melankolis. Februari selalu identik dengan hari cinta kasih.
Bersimbol hati dengan warna merah muda dan bunga warna-warni. Namun,
apa sesungguhnya cinta kasih itu? Apa bedanya dengan “senang”
atau “suka”? Beda sekali. Senang dan suka sangat tergantung pada
situasi dan kondisi, baik hati kita atau keadaan sekitar kita. Bila
hati dan sekitar kita baik-baik saja, maka kita suka dan senang. Tapi
bila situasi kondisi berubah, runtuhlah sukacita dan rasa senang
kita. Yang ada tinggal sumpek, sebel, jengkel, marah, putus asa.
Simaklah apa kata firman Tuhan: “Kasih itu sabar; kasih itu murah
hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri
sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan
segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu” (1 Korintus
13:4-7). Kita bisa meringkasnya menjadi satu kata agar mudah diingat
dan dilakukan, yakni “komitmen” (Yohanes 15:13). Ya, kita akan
dipenuhi cinta kasih bila kita berkomitmen untuk sabar, murah hati,
memaafkan, percaya, membela yang benar, adil. Juga untuk tidak
cemburu, memegahkan diri, sombong, tidak sopan, mementingkan diri
sendiri, marah, mendendam. Hidup kita akan ringan, riang,
bersemangat. Mungkinkah itu? Pasti. Kuncinya satu: bukalah hati dan
pikiran untuk dijamah dan diperbarui Tuhan melalui sapaan Firman-Nya
--SST/Renungan Harian. KASIH SEJATI TIDAK BERGANTUNG PADA PERASAAN,
SITUASI, ATAU KONDISI SEBAB KASIH YANG SEBENARNYA ADALAH KOMITMEN.
Xavier
Quentin Pranata
“Kasih
dan sayang harus dirawat dengan menabur benih dan mengerjakan sawah
ladang.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment