Tuesday, 14 February 2017

14 Februari 2017

RICH FAMILY POOR FAMILY SERIES




Rich Family Poor Family – Day 14.
F = Father
A = And
M = Mother
I = I (ai)
L = Love
                         Y = You
Bahasa KASIH (3). Galatia 5:25, “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.” Amin. Di bagian ke 3 pembahasan kita hari ini adalah Bahasa Kasih, WAKTU. Untuk menyenangkan pasangan/suami/istri/anak dan keluarga, yang “bertipe” ini adalah selalu sediakan WAKTU yang berkwalitas. Misalnya: melakukan kegiatan bersama-sama, menemani/pergi berbelanja bersama-sama, menyediakan WAKTU dengan sengaja dihari-hari spesial & selalu ada disisinya bila dibutuhkan. Kenali kebutuhan pasangan/anak/keluarga kita masing-masing & mulailah untuk melakukannya hari ini. Aplikasikan bahasa KASIH kita dengan WAKTU yang dibutuhkan & layanilah mereka dengan HATI dihari yang spesial ini. HAPPY VALENTINE DAY – Dating Again/pacaran terus dengan pasangan saudara.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#RichFPoorFSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Imamat 15-16
PB: Matius 27: 1-26
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Ibu Caroline – Bandung
[RENUNGAN HARIAN]. Selasa, 14 Februari 2017. Bacaan: 1 Korintus 13:1-7. Setahun: Bilangan 5-6. Nas: Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya (Yohanes 15:13). Cinta Kasih. Cinta kasih adalah kata yang romantis dan melankolis. Februari selalu identik dengan hari cinta kasih. Bersimbol hati dengan warna merah muda dan bunga warna-warni. Namun, apa sesungguhnya cinta kasih itu? Apa bedanya dengan “senang” atau “suka”? Beda sekali. Senang dan suka sangat tergantung pada situasi dan kondisi, baik hati kita atau keadaan sekitar kita. Bila hati dan sekitar kita baik-baik saja, maka kita suka dan senang. Tapi bila situasi kondisi berubah, runtuhlah sukacita dan rasa senang kita. Yang ada tinggal sumpek, sebel, jengkel, marah, putus asa. Simaklah apa kata firman Tuhan: “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu” (1 Korintus 13:4-7). Kita bisa meringkasnya menjadi satu kata agar mudah diingat dan dilakukan, yakni “komitmen” (Yohanes 15:13). Ya, kita akan dipenuhi cinta kasih bila kita berkomitmen untuk sabar, murah hati, memaafkan, percaya, membela yang benar, adil. Juga untuk tidak cemburu, memegahkan diri, sombong, tidak sopan, mementingkan diri sendiri, marah, mendendam. Hidup kita akan ringan, riang, bersemangat. Mungkinkah itu? Pasti. Kuncinya satu: bukalah hati dan pikiran untuk dijamah dan diperbarui Tuhan melalui sapaan Firman-Nya --SST/Renungan Harian. KASIH SEJATI TIDAK BERGANTUNG PADA PERASAAN, SITUASI, ATAU KONDISI SEBAB KASIH YANG SEBENARNYA ADALAH KOMITMEN.

Xavier Quentin Pranata
Kasih dan sayang harus dirawat dengan menabur benih dan mengerjakan sawah ladang.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment