RICH
FAMILY POOR FAMILY SERIES
Seasons
of Relationships
Rich Family Poor
Family #1
Alfa Omega Church
Sunday Service
March
05th
2017
Intro:
Setiap
keluarga pasti pernah mengalami permasalahan, entah itu ringan atau
berat. Ternyata ada musim-musim yang berbeda-beda dalam setiap
hubungan – baik hubungan pernikahan, pacaran, orangtua-anak, antar
saudara kandung, sepupu, dsb.
Body:
Banyak
negara di dunia ini yang memiliki 4 musim-musim semi, musim panas,
musim gugur, musim dingin – and
the cycle repeats. Kita
akan pakai metaphor 4 musim ini untuk membantu pembahasan kita
tentang musim ini untuk membantu pembahasan kita tentang Musim-Musim
Hubungan (Seasons
of Relationships).
#
Winter
– Musim Dingin
Musim
dingin biasanya sangat dingin, saking dinginnya bisa menusuk tulang.
Di musim dingin semua tanaman mati; pohon-pohon tinggal rantingnya.
Hubungan
yang sedang dalam Musim
Dingin ciri-cirinya:
- Suasana yang kaku, dingin, kasar, dan diwarnai kepahitan.
- Suasana perasaan: sakit hati; kemarahan (baik marah aktif dengan membentak dan bahkan menyakiti fisik, atau marah yang mendiamkan); kekecewaan; merasa sendirian; merasa tertolak.
- Tindakan: destructive (menghancurkan); berbicara kasar; atau malah tidak berbicara sama sekali; kekerasan fisik dan batin.
Apa
yang membawa pasangan atau keluarga ke Musim Dingin dalam Hubungan?
Kaku
— ketidakmauan untuk menerima cara pandang orang lain dan tidak mau
berusaha berkompromi.
Sisi
Positif Musim Dingin Hubungan:
Musim
Dingin bukan akhir dari segalanya. Ada jalan keluar, dan ini dimulai
dengan pengharapan.
Markus
2:17; 1 Petrus 4:8
#
Spring
– Musim Semi
Musim
semi menggambarkan awal dari sebuah pernikahan; atau awal dari sebuah
hubungan berpacaran; atau hubungan persaudaraan yang tulus dan
lugu/polos.
-
Pasangan-pasangan excited,
ibarat tidak terpisahkan.
-
Atau saat anak pertama baru lahir (apalagi cucu pertama), semua orang
dan seluruh keluarga bahagia.
Hubungan
yang sedang dalam Musim
SEMI ciri-cirinya:
- Suasana yang loving, positif, ceria, optimis, percaya
- Suasana perasaan: excitement (kegembiraan), kebahagiaan, pengharapan.
- Tindakan: berkomunikasi baik, kata-kata yang indah, merencanakan hari depan, berharap besar untuk masa depan, saling percaya, mengasihi, mau berkorban, mencari bantuan bila perlu.
Sisi
Negatif Musim Semi Hubungan:
Kadang
ada iritasi-iritasi dan gangguan-gangguan yang tidak diharapkan.
Mungkin gangguan ini tidak mengubah musim semi hubungan Anda, tapi
bisa menjadi gangguan yang berarti. Namun, jika kita berhasil
memelihara sikap positif, musim semi bisa membuka jalan untuk musim
panas yang menyenangkan.
#
Summer
– Musim Panas
Musim
panas di negara 4 musim adalah waktu untuk rileks. Sekolah pada
libur, jadi suasana sangat ceria; keluarga-keluarga pergi liburan.
Sesuai musim Panas, semuanya lagi “hot-hotnya” di musim hubungan
ini.
Hubungan
yang sedang dalam Musim
PANAS ciri-cirinya:
- Suasana yang saling percaya, berkomitmen untuk terus bertumbuh, rileks, rasa aman, kepuasan & bahagia.
- Suasana perasaan: Kebahagiaan, kepuasan, pencapaian, hubungan kuat.
- Tindakan: berkomunikasi yang membangun, menerima segala perbedaan, bertumbuh secara rohani, mental, dan hati, saling mendorong satu sama lain ke arah yang semakin baik.
Sisi
Negatif Musim Panas Hubungan:
Dalam
Hubungan Musim Panas, seringkali karena semua telah nyaman, ada
hal-hal atau permasalahan-permasalahan yang tidak kita hiraukan, dan
kita pikir “nanti saja dibicarakan lagi, momennya tidak pas”. Nah
hal-hal yang digeser dan “ditutup sementara” itu bisa jadi pemicu
untuk permasalahan yang lebih besar di kemudian harinya. Sehingga,
ibarat tanaman yang tidak diairi, membuat tanaman ini layu dan
membawa kita dari musim panas, kepada musim gugur atau bahkan musim
dingin.
#
Fall
– Musim Gugur
Daun
yang berjatuhan ini adalah analogi tentang apa yang terjadi di Musim
Gugur Hubungan. Dari luarnya kelihatan bagus dan tidak ada apa-apa.
Orang mungkin melihat dan mengkomentari betapa bahagianya
pasangan/keluarga Anda. Tapi sebenarnya, ada banyak hal di dalamnya
yang berubah.
Hubungan
yang sedang dalam Musim
GUGUR ciri-cirinya:
- Suasana ketidakpastian, kekhawatiran, menyalahkan.
- Suasana perasaan: ketakutan, sedih, putus asa, berhati-hati, dendam, merasa tidak dihargai
- Tindakan: mulai menyimpang, melepaskan diri, mengabaikan, mulai tidak peduli.
APA
YANG HARUS KITA LAKUKAN??
1.
Menghargai Perbedaan yang
Ada
Matius
19:6 – Demikianlah
mereka bukan lagi dua, melainkan satu. DUA menjadi SATU ini bukanlah
hal yang mudah. Karena DUA ini berarti 2 hal yang berbeda. Tidak ada
orang yang sama persis. Tapi perbedaan ini bukan untuk semakin
memisahkan atau menjauhkan. Sadarkah Anda, sebenarnya PERBEDAAN
INI DI-DESIGN OLEH TUHAN?
God WANTS it to be
different!!! Kenapa?
Supaya semua perbedaan ini saling menguatkan. Illustrasi: Gitar –
komponennya berbeda-beda. Kesatuan bukanlah keseragaman; tapi
perbedaan yang harmonis. Semua problem dan ketegangan yang Anda
hadapi, itu mengasah kita supaya jadi orang yang lebih baik. Jadi
kesatuan yang lebih baik.
2.
Ngobrol
Kita
hidup di negara Asia yang sangat menjunjung sopan santun tapi karena
kata-kata “sungkan” yang sangat tersohor ini, membuat semua orang
takut dan tidak berani untuk menyelesaikan masalah. Kalimat-kalimat
ini membuat Musim-Musim Hubungan Anda, bisa bergeser ke musim gugur
bahkan ke musim dingin.
NGOBROL
= pembicaraan 2 arah, dengan baik, untuk menemukan solusi terbaik.
Kolose
4:6 AYT – Biarlah
perkataanmu selalu penuh
kasih, dibumbui
dengan garam, supaya kamu tahu bagaimana seharusnya menjawab setiap
orang.
3.
Sengaja Meluangkan Waktu
Orang
bilang “sekarang sudah nggak ada waktu”, “ah, ada anak sudah
sulit”. Kita tidak akan pernah punya waktu, kalau kita tidak
MENYEDIAKAN
waktu dan MENYEMPATKAN
dengan SENGAJA.
Tahukah Anda, bahwa pacaran itu tentang pernikahan, dan pernikahan
itu tentang berpacaran seumur hidup Anda? Dan kalau Anda bilang
“nggak musim”, berarti Anda ingin berada di Musim Hubungan yang
mana? *Kampanye #DatingAgain #PacaranLagi
4.
Mulai dari Saya Sekarang
Musim
hubungan Anda tidak akan baik dengan sendirinya. Semua yang dibiarkan
tidak akan menjadi baik tapi semakin dingin (Roma 12:9-10; Roma
12:16-18).
No comments:
Post a Comment