Saturday, 25 February 2017

25 Februari 2017

RICH FAMILY POOR FAMILY SERIES




Rich Family Poor Family – Day 25.
F = Father
A = And
M = Mother
I = I (ai)
L = Love
                         Y = You
Saling Percaya. Ada 1 hal yang perlu kita lakukan untuk membangun keluarga Ilahi yang sehat yaitu PERCAYA sepenuhnya satu dengan yang lain. Pernikahan/Keluarga yang kokoh harus didasari oleh rasa “SALING PERCAYA”! Amsal 31:11-12, 11Hati suaminya PERCAYA kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. 12Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.” Sudahkah kita menjadi pasangan/anak/orang tua/sahabat yang dapat dipercaya sehingga kita tidak kekurangan “keuntungan”?? Jadilah orang-orang yang bisa di-PERCAYA karena PERCAYA adalah unsur penting dalam sebuah “Keberhasilan Keuntungan”. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#RichFPoorFSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Bilangan 9,10,11
PB: Kisah Para Rasul 5:26-42
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam

Ibu Caroline – Bandung
Sabtu, 25 Februari 2017. Bacaan: Efesus 4:1-32. Setahun: Bilangan 28-29. Nas: Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu (Efesus 4:32). Tak Ada yang Sempurna. Entah dari mana asalnya, ada anggapan bahwa gereja seharusnya berisi kumpulan orang percaya yang memiliki kehidupan sempurna. Mereka tidak pernah marah, cepat mengampuni, tidak melakukan perbuatan amoral, tidak bergosip, dan lain sebagainya. Padahal, fakta justru sebaliknya: bahwa gereja berisi umat yang tidak sempurna. Tandanya, di dalamnya masih ada konflik, gesekan, atau perselisihan, baik dalam skala lokal maupun skala global di seluruh dunia. Itulah sebabnya, Alkitab banyak memberi nasihat mengenai cara hidup berjemaat sebagai Tubuh Kristus. Melalui suratnya kepada jemaat di Efesus, Paulus menasihatkan agar mereka saling menunjukkan keramahan, penuh kasih mesra, dan saling mengampuni. Poin ketiga mengindikasikan bahwa jemaat di Efesus membutuhkan pengampunan di antara mereka. Nampaknya ada sebagian dari mereka masih sukar mengampuni saudaranya seiman, sehingga Paulus perlu mengingatkan bahwa mereka pun telah diampuni oleh Allah. Nasihat bahwa mereka perlu saling mengampuni menunjukkan bahwa jemaat Efesus tidak berisi kumpulan manusia yang sempurna. Mereka masih bisa menyakiti dan merasakan sakit hati. Selama kita masih bisa merasa sakit hati, tersinggung, atau marah karena sikap, perkataan, atau perbuatan orang lain, artinya kita masih belum sempurna. Begitu pula dengan orang-orang yang ada di sekitar kita. Oleh karena itu, kita yang ada di dalam Kristus, mari kita memulai untuk bersikap ramah, penuh kasih ilahi, dan mengampuni orang lain. Karena di dalam Kristus, kita telah terlebih dahulu menerima pengampunan dari Allah! --GHJ. TAK ADA JEMAAT YANG SEMPURNA, SAMPAI KELAK TUBUH-NYA DIPERSATUKAN DALAM KERAJAAN SORGA.

Xavier Quentin Pranata
Seringkali bukan aksi yang menimbulkan masalah, tetapi reaksi terhadap masalah itu.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
*CARA TUHAN BEGITU INDAH*. Bila kita merasakan hangatnya MENTARI pagi, yakinilah bahwa itulah cara Tuhan MEMELUKMU. Dengan lemah LEMBUT dan penuh KASIH. Saat kita mendengarkan desiran angin. Ingatlah bahwa itulah jalanNya membuktikan, bahwa IA ada selalu BERSAMAMU. TanpaNya kita kehilangan arah hidup. Dia selalu ada disaat kita mengalami SUKA DUKA kehidupan. Ketikan kita mendengarkan percikan air. Itulah caraNya memuaskan dahagamu. IA memberi KESEGARAN hidup. Namun sahabatku yang terkasih, saat kita melihat seseorang MENANGIS, putus asa, miskin, hina, TERTEKAN dan KESEPIAN, saat itulah Dia mengajak kita berbuat KASIH, bagi mereka yang membutuhkan. Sebab apa yang kita BUAT bagi mereka yang membutuhkan, itu juga kita buat untukNya. Cara Tuhan selalu begitu indah, karena Dia MENGAJAK kita bukan menjadi SEMPURNA, tetapi menjadi SAUDARA dan SAHABAT bagi yang lain dengan cara sederhana dan berangkat dari KETULUSAN hati. *Selamat pagi, sahabatku dan saudaraku yang terkasih*.

No comments:

Post a Comment