RICH
FAMILY POOR FAMILY SERIES
Rich
Family Poor Family – Day 25.
F =
Father
A =
And
M =
Mother
I =
I
(ai)
L =
Love
Y =
You
Saling
Percaya.
Ada 1 hal yang perlu kita lakukan untuk membangun keluarga Ilahi yang
sehat yaitu PERCAYA sepenuhnya satu dengan yang lain.
Pernikahan/Keluarga yang kokoh harus didasari oleh rasa “SALING
PERCAYA”! Amsal 31:11-12, “11Hati
suaminya PERCAYA kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan
keuntungan. 12Ia
berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang
umurnya.”
Sudahkah kita menjadi pasangan/anak/orang tua/sahabat yang dapat
dipercaya sehingga kita tidak kekurangan “keuntungan”?? Jadilah
orang-orang yang bisa di-PERCAYA karena PERCAYA adalah unsur penting
dalam sebuah “Keberhasilan Keuntungan”. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#RichFPoorFSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Bilangan 9,10,11
PB:
Kisah Para Rasul 5:26-42
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam
Ibu
Caroline – Bandung
Sabtu,
25 Februari 2017. Bacaan: Efesus 4:1-32. Setahun: Bilangan 28-29.
Nas: Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh
kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus
telah mengampuni kamu (Efesus 4:32). Tak Ada yang Sempurna. Entah
dari mana asalnya, ada anggapan bahwa gereja seharusnya berisi
kumpulan orang percaya yang memiliki kehidupan sempurna. Mereka tidak
pernah marah, cepat mengampuni, tidak melakukan perbuatan amoral,
tidak bergosip, dan lain sebagainya. Padahal, fakta justru
sebaliknya: bahwa gereja berisi umat yang tidak sempurna. Tandanya,
di dalamnya masih ada konflik, gesekan, atau perselisihan, baik dalam
skala lokal maupun skala global di seluruh dunia. Itulah sebabnya,
Alkitab banyak memberi nasihat mengenai cara hidup berjemaat sebagai
Tubuh Kristus. Melalui suratnya kepada jemaat di Efesus, Paulus
menasihatkan agar mereka saling menunjukkan keramahan, penuh kasih
mesra, dan saling mengampuni. Poin ketiga mengindikasikan bahwa
jemaat di Efesus membutuhkan pengampunan di antara mereka. Nampaknya
ada sebagian dari mereka masih sukar mengampuni saudaranya seiman,
sehingga Paulus perlu mengingatkan bahwa mereka pun telah diampuni
oleh Allah. Nasihat bahwa mereka perlu saling mengampuni menunjukkan
bahwa jemaat Efesus tidak berisi kumpulan manusia yang sempurna.
Mereka masih bisa menyakiti dan merasakan sakit hati. Selama kita
masih bisa merasa sakit hati, tersinggung, atau marah karena sikap,
perkataan, atau perbuatan orang lain, artinya kita masih belum
sempurna. Begitu pula dengan orang-orang yang ada di sekitar kita.
Oleh karena itu, kita yang ada di dalam Kristus, mari kita memulai
untuk bersikap ramah, penuh kasih ilahi, dan mengampuni orang lain.
Karena di dalam Kristus, kita telah terlebih dahulu menerima
pengampunan dari Allah! --GHJ. TAK ADA JEMAAT YANG SEMPURNA, SAMPAI
KELAK TUBUH-NYA DIPERSATUKAN DALAM KERAJAAN SORGA.
Xavier
Quentin Pranata
“Seringkali
bukan aksi yang menimbulkan masalah, tetapi reaksi terhadap masalah
itu.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
*CARA
TUHAN BEGITU INDAH*. Bila kita merasakan hangatnya MENTARI pagi,
yakinilah bahwa itulah cara Tuhan MEMELUKMU. Dengan lemah LEMBUT dan
penuh KASIH. Saat kita mendengarkan desiran angin. Ingatlah bahwa
itulah jalanNya membuktikan, bahwa IA ada selalu BERSAMAMU. TanpaNya
kita kehilangan arah hidup. Dia selalu ada disaat kita mengalami SUKA
DUKA kehidupan. Ketikan kita mendengarkan percikan air. Itulah
caraNya memuaskan dahagamu. IA memberi KESEGARAN hidup. Namun
sahabatku yang terkasih, saat kita melihat seseorang MENANGIS, putus
asa, miskin, hina, TERTEKAN dan KESEPIAN, saat itulah Dia mengajak
kita berbuat KASIH, bagi mereka yang membutuhkan. Sebab apa yang kita
BUAT bagi mereka yang membutuhkan, itu juga kita buat untukNya. Cara
Tuhan selalu begitu indah, karena Dia MENGAJAK kita bukan menjadi
SEMPURNA, tetapi menjadi SAUDARA dan SAHABAT bagi yang lain dengan
cara sederhana dan berangkat dari KETULUSAN hati. *Selamat pagi,
sahabatku dan saudaraku yang terkasih*.

No comments:
Post a Comment