RICH
FAMILY POOR FAMILY SERIES
Rich
Family Poor Family – Day 17.
F =
Father
A =
And
M =
Mother
I =
I
(ai)
L =
Love
Y =
You
Menjadi
KeluargaNya.
Kita semua rindu menjadi bagian dari sebuah keluarga, DIKASIHI dan
DITERIMA, kerinduan yang sangat wajar. Karena kita memang diciptakan
untuk memiliki hubungan satu dengan yang lainnya. Betapa Firman Tuhan
menghibur kita dengan memberitahu bahwa Allah telah memanggil kita
sebagai anak-anakNya dan DIA menantikan kita datang untuk menjadi
bagian dari keluargaNya. Ketika kita menerima undangan Allah untuk
menjadi bagian dari keluargaNya kita menerima ROH-Nya yang baru. Roma
8:15, “Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu
menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan
kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: 'ya Abba, ya Bapa!'”
Betapa luar biasanya kita bisa memanggil Pencipta dunia ini dengan
sebutan BAPA.
Dan sebagai anak-anakNya kita dipelihara seperti biji mataNya (Maz
17:8). Ketika kita memiliki hubungan pribadi dengan Bapa, kita dapat
tenang mengetahui bahwa Bapa kita di surga mengasihi kita lebih dari
orang tua kita di dunia yang mengasihi kita. DIA akan selalu
menyertai kita bahkan dalam saat-saat yang paling sulit sekalipun.
Keluarga seperti apa yang kita idamkan? Bapa memanggil kita hari ini.
Apapun latar belakang kita DIA mengasihi kita dengan KASIH yang kekal
& DIA ingin agar kita menjalani hidup bersamaNya. Maukah kita
datang kepadaNya? Dan menjadi keluargaNya? Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#RichFPoorFSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Imamat 21-22
PB:
Matius 28
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
GNCC
Happy Friday. Daud adalah seorang
yang sederhana dan tidak memiliki apa-apa, tetapi yang mencuri
perhatian Tuhan adalah HATINYA. Amsal 4:23 – Jagalah hatimu dengan
segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. #gncc
#ariseshine #edisihati
Ibu
Caroline – Bandung
[RENUNGAN
HARIAN]. Jumat, 17 Februari 2017. Bacaan: Lukas 2:39-52. Setahun:
Bilangan 10-11. Nas: Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh
hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya (Lukas 2:40). Pencuri
Muda dan Ibunya. Seorang pemuda melakukan pencurian besar, hingga
pengadilan menjatuhkan hukuman mati. Sebagai permintaan terakhir, ia
minta ibunya datang. Saat sang ibu tiba, ia berkata, “Bu, aku ingin
membisikkan sesuatu padamu.” Begitu ibunya mendekat, si pemuda
menggigit telinga ibunya kuat-kuat. Semua orang terkejut. Namun ia
berkata, “Ini hukuman untuknya. Sebab, waktu saya kecil dan mencuri
barang sepele, Ibu tidak memarahi atau menghukum saya. Ia malah
tertawa dan berkata, 'Kamu tidak akan ketahuan.' Itulah yang membuat
saya berdiri di sini saat ini.” Betapa keras kisah fabel Aesop ini
menegur orangtua agar memberi didikan yang tepat pada anaknya!
Alkitab tak banyak memberi tahu kita tentang masa kecil Yesus. Namun
sejarah dan tradisi Yahudi saat itu memberi kita gambaran tentang
bagaimana Maria dan Yusuf mendidik anak. Bagi orang Yahudi, agama
sangat penting. Maka, di setiap rumah orang tua banyak mengajarkan
Kitab Suci pada anak-anak mereka. Bila malam cerah dan udara gerah,
mereka akan naik ke atap rumah dan bercerita tentang para tokoh
Perjanjian Lama di sana. Pada hari Sabat, mereka ke sinagoga untuk
mendengar para guru menjelaskan Kitab Suci. Esok harinya mereka ke
sinagoga lagi untuk menyanyi dan berdoa. Yesus juga mengikuti sekolah
untuk anak laki-laki di sinagoga. Di sana anak-anak belajar dan
menghafal Taurat Tuhan. Tak heran, saat di bait Allah Dia sudah tahu
banyak tentang Kitab Suci. Apa pendidikan terpenting buat anak kita?
Takut akan Tuhan memberinya hikmat untuk hidup benar menurut
kehendak-Nya. Investasikan waktu dan energi kita untuk mengajarkannya
--AW/Renungan Harian. SETIAP ANAK SELALU DIPERCAYAKAN PADA SEPASANG
ORANGTUA SEBAB IA BUTUH PEMANDU YANG BISA MENGAJAR DAN MELATIHNYA.
Xavier
Quentin Pranata
“Orang
yang menghalalkan berbagai cara untuk mencapai tujuan lupa bahwa
tujuannya satu: neraka.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment