Monday, 13 February 2017

13 Februari 2017

RICH FAMILY POOR FAMILY SERIES




Rich Family Poor Family – Day 13.
F = Father
A = And
M = Mother
I = I (ai)
L = Love
                          Y = You
Bahasa Kasih (2). Kasih itu tenyata ada bahasanya, kalau kita mau menjadi dampak yang positif dalam membangun hubungan, kita semua belajar bahasa kasih. Jika bahasa kasih kita salah maka akan menciptakan miss komunikasi. Apa itu Bahasa Kasih? Bahasa Kasih utama adalah cara alami kita dalam menerima dan menunjukkan KASIH kita yaitu lewat kata-kata kita/pujian/kata-kata apresiasi yang kita berikan kepada lawan bicara kita, bisa kepada pasangan/anak/orang tua/ keluarga & sesama kita. Ucapkan kata-kata yang selalu memberi support/semangat/penghargaan atas hal-hal kecil yang dilakukan. Jangan ucapkan kata-kata yang menyakitkan/penghinaan/merendahkan dsbnya. Sudahkah kita semua belajar untuk selalu memberi semangat/support kepada saudara-saudara kita baik keluarga/saudara-saudara seiman dalam komunitas kita/marketplace kita? Mulailah dari sekarang, layanilah pasangan/keluarga/sesama kita dengan bahasa kasih yang mereka perlukan: Kata-kata yang selalu positif, kata-kata yang membangun dan menguatkan/menghibur bahkan bila itu dibutuhkan: kata-kata pujian. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#RichFPoorFSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Imamat 14
PB: Matius 26:57-75
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

GNCC
Orang yang HAMBAR HATINYA itu seperti orang yang sedang sakit. Amsal 4:23, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Happy Monday! #gncc #ariseshine #edisihati

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 13 Februari 2017. MENIKAH SEPERTI KRISTUS. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat (Efesus 5:32). “Wajahmu cantik bagai rembulan”-ungkapan ini sempat populer dalam puisi, lagu, atau rayuan pria yang sedang jatuh cinta. Kalimat pujian itu berusaha menggambarkan kecantikan wajah kekasih melalui perbandingan dengan sesuatu yang indah. Rasul Paulus membandingkan hubungan pernikahan dengan hubungan antara Kristus dan jemaat-Nya. Istri taat kepada suaminya, seakan suaminya adalah Tuhan (bukan “sebagai”); serupa dengan jemaat yang tunduk pada otoritas Kristus sebagai kepala jemaat. Suami bukan memerintah, menganiaya, atau bersikap semena-mena terhadap istri, melainkan mengasihinya seperti tubuhnya sendiri. Hal ini menggambarkan kasih Kristus yang rela menyerahkan nyawa-Nya sendiri bagi jemaat. Seperti itulah sepatutnya pernikahan! Sayangnya, banyak pernikahan yang jauh dari gambaran Paulus tersebut. Tidak jarang, orang menikah karena mengharapkan kebahagiaan. Bisa dibayangkan, jika dua pribadi yang sama-sama haus akan kebahagiaan hidup bersama, lalu menuntut satu sama lain untuk memberikan kebahagiaan, apa jadinya pernikahan semacam itu? Menikah adalah mengungkapkan kasih Kristus satu sama lain dalam suatu komitmen seumur hidup. Ketika sepasang laki-laki dan perempuan menikah, mereka berkomitmen untuk saling memberi diri, bukannya saling menuntut. Dalam pernikahan, mereka menerapkan prinsip-prinsip hubungan suami-istri sesuai dengan firman Tuhan dan belajar tolong-menolong dalam melakukannya. HUBUNGAN SUAMI-ISTRI DALAM PERNIKAHAN ADALAH GAMBARAN HUBUNGAN KRISTUS DAN JEMAAT-NYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
#LoveTheBible - Bacaan: Imamat 14 & Matius 26:57-75.

Ibu Caroline – Bandung
MEMBUANG RASA KEGELISAHAN HATI. KEGELISAHAN HATI yang membuat hati kita menjadi KUATIR. KEKUATIRAN akan mempengaruhi akan PIKIRAN & TINGKAH LAKU kita. KEKUATIRAN yang akhirnya membuat kita berpikir pendek & parahnya lagi menghalalkan segala cara. Mari buang jauh akan KEGELISAHAN HATI & KEKUATIRAN kita, karena kita telah diselamatkan menjadi anak-anak Kerajaan Sorga. Gelisah itu wajar manusiawi, setiap orang pasti merasakannya. Menghadapi kegelisahan sederhana saja, yakni dengan percaya kepada TUHAN. Jika kita merasakan hidup tak menentu & kehilangan arah, maka datanglah kepadaNYA. Jika hidup kita berbeban berat, bawa saja semua beban itu kepada TUHAN, maka DIA akan meringankan beban kita itu. “Marilah kepadaKU, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28). Jika kita mengalami sakit penyakit, mintalah kesembuhan kepada TUHAN, maka oleh bilur-bilurNYA, kita disembuhkanNYA. Apakah kita kuatir akan kebutuhan hidup? Setiap hari kita pasti akan diperhadapkan dengan berbagai Keperluan & Kebutuhan, namun sebagai orang percaya kIta harus percaya bahwa hidup kita selalu ada dalam Berkat & Pemeliharaan TUHAN. Dalam Filipi 4:19 dikatakan, “Tuhanku akan memenuhi segala keperluanmu menurut Kekayaan dan Kemulian-NYA dalam Yesus.” Ayat ini adalah jaminan bagi setiap kita untuk selalu Percaya kepada TUHAN bahwa di dalam DIA, kita tidak akan kekurangan. Burung di udara saja TUHAN pelihara, apalagi kita biji mata-NYA yang sangat dikasihi-NYA, bukankah kita akan lebih lagi dipelihara oleh TUHAN? “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku” (Yohanes 14:1). God bless you all.

No comments:

Post a Comment