RICH
FAMILY POOR FAMILY SERIES
Rich
Family Poor Family – Day 13.
F =
Father
A =
And
M =
Mother
I =
I
(ai)
L =
Love
Y =
You
Bahasa
Kasih (2).
Kasih itu tenyata ada bahasanya, kalau kita mau menjadi dampak yang
positif dalam membangun hubungan, kita semua belajar bahasa kasih.
Jika bahasa kasih kita salah maka akan menciptakan miss
komunikasi. Apa itu Bahasa Kasih? Bahasa Kasih utama adalah cara
alami kita dalam menerima dan menunjukkan KASIH kita yaitu lewat
kata-kata
kita/pujian/kata-kata apresiasi yang kita berikan kepada lawan bicara
kita, bisa kepada pasangan/anak/orang tua/ keluarga & sesama
kita. Ucapkan kata-kata yang selalu memberi
support/semangat/penghargaan
atas hal-hal kecil yang dilakukan. Jangan ucapkan kata-kata yang
menyakitkan/penghinaan/merendahkan dsbnya. Sudahkah kita semua
belajar untuk selalu memberi semangat/support
kepada saudara-saudara kita baik keluarga/saudara-saudara seiman
dalam komunitas kita/marketplace
kita? Mulailah dari sekarang, layanilah pasangan/keluarga/sesama kita
dengan bahasa kasih yang mereka perlukan: Kata-kata yang selalu
positif, kata-kata yang membangun dan menguatkan/menghibur bahkan
bila itu dibutuhkan: kata-kata pujian. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#RichFPoorFSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Imamat 14
PB:
Matius 26:57-75
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
GNCC
Orang
yang HAMBAR HATINYA itu seperti orang yang sedang sakit. Amsal 4:23,
“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah
terpancar kehidupan.” Happy Monday! #gncc #ariseshine #edisihati
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Senin, 13 Februari 2017. MENIKAH SEPERTI KRISTUS. Rahasia ini
besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat
(Efesus 5:32). “Wajahmu cantik bagai rembulan”-ungkapan ini
sempat populer dalam puisi, lagu, atau rayuan pria yang sedang jatuh
cinta. Kalimat pujian itu berusaha menggambarkan kecantikan wajah
kekasih melalui perbandingan dengan sesuatu yang indah. Rasul Paulus
membandingkan hubungan pernikahan dengan hubungan antara Kristus dan
jemaat-Nya. Istri taat kepada suaminya, seakan suaminya adalah Tuhan
(bukan “sebagai”); serupa dengan jemaat yang tunduk pada otoritas
Kristus sebagai kepala jemaat. Suami bukan memerintah, menganiaya,
atau bersikap semena-mena terhadap istri, melainkan mengasihinya
seperti tubuhnya sendiri. Hal ini menggambarkan kasih Kristus yang
rela menyerahkan nyawa-Nya sendiri bagi jemaat. Seperti itulah
sepatutnya pernikahan! Sayangnya, banyak pernikahan yang jauh dari
gambaran Paulus tersebut. Tidak jarang, orang menikah karena
mengharapkan kebahagiaan. Bisa dibayangkan, jika dua pribadi yang
sama-sama haus akan kebahagiaan hidup bersama, lalu menuntut satu
sama lain untuk memberikan kebahagiaan, apa jadinya pernikahan
semacam itu? Menikah adalah mengungkapkan kasih Kristus satu sama
lain dalam suatu komitmen seumur hidup. Ketika sepasang laki-laki dan
perempuan menikah, mereka berkomitmen untuk saling memberi diri,
bukannya saling menuntut. Dalam pernikahan, mereka menerapkan
prinsip-prinsip hubungan suami-istri sesuai dengan firman Tuhan dan
belajar tolong-menolong dalam melakukannya. HUBUNGAN SUAMI-ISTRI
DALAM PERNIKAHAN ADALAH GAMBARAN HUBUNGAN KRISTUS DAN JEMAAT-NYA.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
#LoveTheBible
- Bacaan: Imamat 14 & Matius 26:57-75.
Ibu
Caroline – Bandung
MEMBUANG
RASA KEGELISAHAN HATI. KEGELISAHAN HATI yang membuat hati kita
menjadi KUATIR. KEKUATIRAN akan mempengaruhi akan PIKIRAN &
TINGKAH LAKU kita. KEKUATIRAN yang akhirnya membuat kita berpikir
pendek & parahnya lagi menghalalkan segala cara. Mari buang jauh
akan KEGELISAHAN HATI & KEKUATIRAN kita, karena kita telah
diselamatkan menjadi anak-anak Kerajaan Sorga. Gelisah itu wajar
manusiawi, setiap orang pasti merasakannya. Menghadapi kegelisahan
sederhana saja, yakni dengan percaya kepada TUHAN. Jika kita
merasakan hidup tak menentu & kehilangan arah, maka datanglah
kepadaNYA. Jika hidup kita berbeban berat, bawa saja semua beban itu
kepada TUHAN, maka DIA akan meringankan beban kita itu. “Marilah
kepadaKU, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi
kelegaan kepadamu” (Matius 11:28). Jika kita mengalami sakit
penyakit, mintalah kesembuhan kepada TUHAN, maka oleh bilur-bilurNYA,
kita disembuhkanNYA. Apakah kita kuatir akan kebutuhan hidup? Setiap
hari kita pasti akan diperhadapkan dengan berbagai Keperluan &
Kebutuhan, namun sebagai orang percaya kIta harus percaya bahwa hidup
kita selalu ada dalam Berkat & Pemeliharaan TUHAN. Dalam Filipi
4:19 dikatakan, “Tuhanku akan memenuhi segala keperluanmu menurut
Kekayaan dan Kemulian-NYA dalam Yesus.” Ayat ini adalah jaminan
bagi setiap kita untuk selalu Percaya kepada TUHAN bahwa di dalam
DIA, kita tidak akan kekurangan. Burung di udara saja TUHAN pelihara,
apalagi kita biji mata-NYA yang sangat dikasihi-NYA, bukankah kita
akan lebih lagi dipelihara oleh TUHAN? “Janganlah gelisah hatimu;
percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku” (Yohanes 14:1).
God bless you all.

No comments:
Post a Comment