Thursday, 2 February 2017

2 Februari 2017

RICH FAMILY POOR FAMILY SERIES




Rich Familiy Poor Family – Day 2.
F = Father
A = And
M = Mother
I = I (ai)
L = Love
                         Y = You
Saling Merendahkan Hati. Efesus 5:21-25, 21dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus. 22Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, 23karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. 24Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. 25Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.” Amin. Merendahkan Diri/Hati di ayat 21 adalah Kerelaan untuk mengesampingkan kepentingan pribadi demi kebaikan dan kebahagiaan orang lain. Kristus merendahkan diri/hati hingga TAAT sampai mati. Tetapi bukan berarti IA lebih rendah derajatNya melainkan sama kedudukannya dengan Allah Bapa (Yoh 14:9). Merendahkan hati merupakan kunci kebahagiaan dan kesuksesan DALAM HUBUNGAN dengan SIAPAPUN juga. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#RichFPoorFSeries
#MerendahkanHati
#Kerelaanuntuk
#Mengesampingkan
#KepentinganPribadi
#DemiKebaikan
#DanKebahagiaanOrangLain
#BacaAlkitab
#Keren
#IniAsupanImanku
#ManaAsupanImanmu
#JBUall

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Keluaran 29,dan 30
PB: Matius 21: 23-46

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Ibu Rita – PKS CL 8
Merendahkan hati sampai bisa memahami tanpa harus dipahami, rumah tangga bakal damai sejahtera, harmonis, rukun, nggak pernah bertengkar kalau suami istri anak masing-masing punya prinsip ini memahami tanpa harus dipahami bentuk tunduk, mengasihi dan kerendahan hati. Benar nggak Cik? Karena sebenarnya dipahami lebih enak daripada memahami orang lain.

GNCC
PENYEMBAHAN itu terjadi oleh karena CINTA. “PERSONAL INTIMACY” #gncc #goodmorning #Gbu

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 2 Februari 2017. TAK MENUNGGU KAYA. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan (2 Korintus 8:2). Kakek Dobri Dobrev adalah pengemis Bulgaria yang sudah lanjut usia (lahir 20 Juli 1914). Pada Perang Dunia II, ia kehilangan hampir seluruh pendengarannya. Setiap hari ia meminta sedekah kepada orang-orang yang lewat di depan Katedral Alexander Nevsky di kota Sofia. Namun, ia menyumbangkan seluruh uang yang didapatnya ke panti asuhan dan gereja. Hingga saat ini, ia telah menyumbang sebesar 5.000 euro (1 euro = ±Rp15.000, 00) ke gereja Saints Cyril and Methodius di kota asalnya, Bailovo, 12.500 euro ke sebuah gereja dan biara di kota Sofia; dan 20.000 euro ke Katedral Alexander Nevsky-ini adalah sumbangan terbesar yang pernah diterima katedral yang berusia lebih dari seabad ini. Ia sendiri hidup sederhana dengan uang pensiun sebesar 80 euro di sebuah rumah kecil, tanpa banyak perabotan berarti di dalamnya. Paulus mendorong jemaat Korintus untuk mengikuti jejak jemaat Makedonia-yakni jemaat Filipi, Tesalonika, Berea. Bahwa walaupun miskin, mereka memberi dukungan dana kepada jemaat Yerusalem yang kekurangan. Bukan karena paksaan, tetapi karena pertobatan membuat mereka ingin memiliki hidup yang berbuah. Tidak hanya dengan memiliki hubungan akrab dengan Tuhan, tetapi juga punya kasih nyata pada sesama. Dan, mereka segera melakukannya-apa pun kondisi mereka. Tak menunggu kaya baru memberi, tapi meski dalam kemiskinan, mereka memberi juga.Saat kita bertobat, mari naik satu level. Tak hanya berkata, iman saya akan meningkat, tapi mari kita menjadi saluran berkat. Alkitab mengajar bahwa memberi itu tak perlu dipaksa, bahkan orang yang bertobat malah memaksa untuk berbagi! MARI MEMBERI KARENA CINTA TUHAN YANG TERLALU BESAR BAGI KITA MEMBUAT KITA TAK SANGGUP BERDIAM SAJA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible - Bacaan Setahun: Keluaran 29,30 & Matius 21:23-46.

Ibu Caroline – Bandung
Salah satu film populer jaman saya dulu masih kecil adalah: “Little House on the Praire” dan salah satu episode terbaiknya berjudul “The Lord is my Shepherd”. Diceritakan disana Charles & Caroline Ingalls bergandengan tangan mengucapkan Mazmur 23, mencoba untuk tegar menghadapi kematian bayi laki laki mereka. Mereka bukan mengaduh, minta kekuatan dan penghiburan atau hal lainnya, tetapi mereka mengucapkan Mazmur ke 23 Raja Daud ini “Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku... dst”. Dalam terjemahan KJV “The LORD is my Shepherd, I shall not want.” NIV: “The LORD is my Shepherd, i shall not be in want.” Terjemahan dari bahasa Ibrani kurang lebih seperti ini: “Tuhan adalah Gembalaku, aku tidak akan berkeinginan untuk sesuatu kebutuhan.” Karena rasa percayanya yang begitu mendalam dan kedekatan hubungannya dengan Tuhannya, Daud sanggup mengucapkan bahwa ia tidak mempunyai keinginan apa-apa lagi mengenai kebutuhan-kebutuhannya... karena Tuhan sudah memjadi Gembala yang mengerti segala kebutuhannya, juga melakukan tugasNya yaitu Ia menyediakan segala kebutuhan tersebut bagi dia, dombaNya. Adakah hati kita galau, kuatir dan takut? Begitu banyak kebutuhan kebutuhan kita juga keinginan-keinginan kita, sanggupkah itu semua terpenuhi? Minimal apa yang menjadi kebutuhan kebutuhan kita. Adakah Kristus sudah menjadi Gembala bagi kita? Gembala adalah segala-galanya bagi sang domba. Gembala adalah segala sesuatu bagi sang domba. Adakah Kristus sudah menjadi segala-galanya dan segala sesuatu bagi hidup kita? Tuhan bukan hanya mau menyelamatkan kita, Ia mau menjadi segala-galanya dan segala sesuatu dalam hidup kita. Paling tidak Ia adalah penyedia kebutuhan kita & keberlimpahan kita, Dia juga Perlindungan kekuatan kita dan Dia adalah kepuasan & puncak sukacita kita. Dia sudah hidup dan tinggal dalam diri kita. Adakah kita rajin memperhidupkan Dia agar Dia semakin bertambah dan semakin nyata? “Oh Tuhan Yesus... Pagi ini aku mau memperhidupkan Engkau yang ada dalamku sebagai Gembala yang adalah segala-galanya bagiku... DombaMu... Engkau adalah Gembala yang adalah segala sesuatuku... DombaMu... Aku tidak perlu menginginkan apa-apa lagi karena Engkau Gembala yang tahu akan dan sudah menyediakan segala-galanya yang kuperlu. Amin.”

Ps. Ezra Soetopo
Done! *Rema:* Mat 21:23-46. Perlu belajar jadi -Murid Tuhan- (artinya: belajar dan melakukan), karena akan ada orang yang mendengar saja berulang kali bahkan tetapi tidak diubahkan- tidak jadi pelaku dan tidak dimuridkan. Lets not waste our time.

No comments:

Post a Comment