RICH
FAMILY POOR FAMILY SERIES
Rich
Familiy Poor Family – Day 2.
F =
Father
A =
And
M =
Mother
I =
I
(ai)
L =
Love
Y =
You
Saling
Merendahkan Hati. Efesus
5:21-25, “21dan
rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan
Kristus. 22Hai
isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, 23karena
suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat.
Dialah yang menyelamatkan tubuh. 24Karena
itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri
kepada suami dalam segala sesuatu. 25Hai
suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat
dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.”
Amin. Merendahkan Diri/Hati di ayat 21 adalah Kerelaan untuk
mengesampingkan kepentingan pribadi demi kebaikan dan kebahagiaan
orang lain. Kristus merendahkan diri/hati hingga TAAT sampai mati.
Tetapi bukan berarti IA lebih rendah derajatNya melainkan sama
kedudukannya dengan Allah Bapa (Yoh 14:9). Merendahkan hati merupakan
kunci kebahagiaan dan kesuksesan DALAM HUBUNGAN dengan SIAPAPUN juga.
Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#RichFPoorFSeries
#MerendahkanHati
#Kerelaanuntuk
#Mengesampingkan
#KepentinganPribadi
#DemiKebaikan
#DanKebahagiaanOrangLain
#BacaAlkitab
#Keren
#IniAsupanImanku
#ManaAsupanImanmu
#JBUall
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Keluaran 29,dan 30
PB:
Matius 21: 23-46
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Ibu
Rita – PKS CL 8
Merendahkan
hati sampai bisa memahami tanpa harus dipahami, rumah tangga bakal
damai sejahtera, harmonis, rukun, nggak pernah bertengkar kalau suami
istri anak masing-masing punya prinsip ini memahami tanpa harus
dipahami bentuk tunduk, mengasihi dan kerendahan hati. Benar nggak
Cik? Karena sebenarnya dipahami lebih enak daripada memahami orang
lain.
GNCC
PENYEMBAHAN
itu terjadi oleh karena CINTA. “PERSONAL INTIMACY” #gncc
#goodmorning #Gbu
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Kamis, 2 Februari 2017. TAK MENUNGGU KAYA. Selagi dicobai
dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan
meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan (2
Korintus 8:2). Kakek Dobri Dobrev adalah pengemis Bulgaria yang sudah
lanjut usia (lahir 20 Juli 1914). Pada Perang Dunia II, ia kehilangan
hampir seluruh pendengarannya. Setiap hari ia meminta sedekah kepada
orang-orang yang lewat di depan Katedral Alexander Nevsky di kota
Sofia. Namun, ia menyumbangkan seluruh uang yang didapatnya ke panti
asuhan dan gereja. Hingga saat ini, ia telah menyumbang sebesar 5.000
euro (1 euro = ±Rp15.000, 00) ke gereja Saints Cyril and Methodius
di kota asalnya, Bailovo, 12.500 euro ke sebuah gereja dan biara di
kota Sofia; dan 20.000 euro ke Katedral Alexander Nevsky-ini adalah
sumbangan terbesar yang pernah diterima katedral yang berusia lebih
dari seabad ini. Ia sendiri hidup sederhana dengan uang pensiun
sebesar 80 euro di sebuah rumah kecil, tanpa banyak perabotan berarti
di dalamnya. Paulus mendorong jemaat Korintus untuk mengikuti jejak
jemaat Makedonia-yakni jemaat Filipi, Tesalonika, Berea. Bahwa
walaupun miskin, mereka memberi dukungan dana kepada jemaat Yerusalem
yang kekurangan. Bukan karena paksaan, tetapi karena pertobatan
membuat mereka ingin memiliki hidup yang berbuah. Tidak hanya dengan
memiliki hubungan akrab dengan Tuhan, tetapi juga punya kasih nyata
pada sesama. Dan, mereka segera melakukannya-apa pun kondisi mereka.
Tak menunggu kaya baru memberi, tapi meski dalam kemiskinan, mereka
memberi juga.Saat kita bertobat, mari naik satu level. Tak hanya
berkata, iman saya akan meningkat, tapi mari kita menjadi saluran
berkat. Alkitab mengajar bahwa memberi itu tak perlu dipaksa, bahkan
orang yang bertobat malah memaksa untuk berbagi! MARI MEMBERI KARENA
CINTA TUHAN YANG TERLALU BESAR BAGI KITA MEMBUAT KITA TAK SANGGUP
BERDIAM SAJA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible -
Bacaan Setahun: Keluaran 29,30 & Matius 21:23-46.
Ibu
Caroline – Bandung
Salah
satu film populer jaman saya dulu masih kecil adalah: “Little House
on the Praire” dan salah satu episode terbaiknya berjudul “The
Lord is my Shepherd”. Diceritakan disana Charles & Caroline
Ingalls bergandengan tangan mengucapkan Mazmur 23, mencoba untuk
tegar menghadapi kematian bayi laki laki mereka. Mereka bukan
mengaduh, minta kekuatan dan penghiburan atau hal lainnya, tetapi
mereka mengucapkan Mazmur ke 23 Raja Daud ini “Tuhan adalah
Gembalaku, takkan kekurangan aku... dst”. Dalam terjemahan KJV “The
LORD is my Shepherd, I shall not want.” NIV: “The LORD is my
Shepherd, i shall not be in want.” Terjemahan dari bahasa Ibrani
kurang lebih seperti ini: “Tuhan adalah Gembalaku, aku tidak akan
berkeinginan untuk sesuatu kebutuhan.” Karena rasa percayanya yang
begitu mendalam dan kedekatan hubungannya dengan Tuhannya, Daud
sanggup mengucapkan bahwa ia tidak mempunyai keinginan apa-apa lagi
mengenai kebutuhan-kebutuhannya... karena Tuhan sudah memjadi Gembala
yang mengerti segala kebutuhannya, juga melakukan tugasNya yaitu Ia
menyediakan segala kebutuhan tersebut bagi dia, dombaNya. Adakah hati
kita galau, kuatir dan takut? Begitu banyak kebutuhan kebutuhan kita
juga keinginan-keinginan kita, sanggupkah itu semua terpenuhi?
Minimal apa yang menjadi kebutuhan kebutuhan kita. Adakah Kristus
sudah menjadi Gembala bagi kita? Gembala adalah segala-galanya bagi
sang domba. Gembala adalah segala sesuatu bagi sang domba. Adakah
Kristus sudah menjadi segala-galanya dan segala sesuatu bagi hidup
kita? Tuhan bukan hanya mau menyelamatkan kita, Ia mau menjadi
segala-galanya dan segala sesuatu dalam hidup kita. Paling tidak Ia
adalah penyedia kebutuhan kita & keberlimpahan kita, Dia juga
Perlindungan kekuatan kita dan Dia adalah kepuasan & puncak
sukacita kita. Dia sudah hidup dan tinggal dalam diri kita. Adakah
kita rajin memperhidupkan Dia agar Dia semakin bertambah dan semakin
nyata? “Oh Tuhan Yesus... Pagi ini aku mau memperhidupkan Engkau
yang ada dalamku sebagai Gembala yang adalah segala-galanya bagiku...
DombaMu... Engkau adalah Gembala yang adalah segala sesuatuku...
DombaMu... Aku tidak perlu menginginkan apa-apa lagi karena Engkau
Gembala yang tahu akan dan sudah menyediakan segala-galanya yang
kuperlu. Amin.”
Ps.
Ezra Soetopo
Done!
*Rema:* Mat 21:23-46. Perlu belajar jadi -Murid Tuhan- (artinya:
belajar dan melakukan), karena akan ada orang yang mendengar saja
berulang kali bahkan tetapi tidak diubahkan- tidak jadi pelaku dan
tidak dimuridkan. Lets not waste our time.

No comments:
Post a Comment