Monday, 6 February 2017

6 Februari 2017

RICH FAMILY POOR FAMILY SERIES




Rich Family Poor Family – Day 6.
F = Father
A = And
M = Mother
I = I (ai)
L = Love
                         Y = You
Seasons of Relationships (1). Musim hubungan dalam sebuah keluarga pasti pernah mengalami permasalahan. Ada musim-musimyang berbeda dalam setiap hubungan pernikahan. Yang pertama adalah Musim Dingin”. Di musim dingin semua tanaman mati, pohon tinggal ranting-rantingnya saja. Hubungan yang sedang dalam musim dingin: kaku, dingin, kasar diwarnai kepahitan, kemarahan, sakit hati, bahkan ingin menghancurkan, tidak saling berbicara sebagainya.Musim Dingindalam sebuah hubungan terjadi karena ketidakmauan untuk menerima cara pandang pasangannya, tidak mau berusaha sepakat/kompromi dsbnya. Musim dingin bukan segalanya. Ada jalan keluar, ada pemgharapan karena pasti akan berganti dengan musim-musim yang lain. Markus 2:17, Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.’” 1 Petrus 4:8, Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.Datang kepada Yesus maka DIA yang akan memulihkanMusim Dingin Hubungandalam setiap keluarga. Dan belajar untuk terus mengasihi pasangannya masing-masing dengan KASIH yang dari Tuhan sendiri/KASIH yang “walaupun, karena kalau dengan kekuatan sendiri/kasih yang “karena pasti tidak akan mampu. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#RichFPoorFSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Keluaran 39 dan 40
PB: Matius 23:23-39
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Xavier Quentin Pranata
Ucapan syukur yang luhur justru meluncur dari bibir seorang yang sedang hancur. Xavier Quentin Pranata.

Ibu Caroline – Bandung
Mazmur 55:23, Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.Tak bisa dipungkiri, dunia saat ini dipenuhi berbagai gejolak di segala aspek kehidupan. Semua orang tanpa terkecuali merasakan dampak dari situasi yang ada. Namun tidak seharusnya hal ini mengejutkan kita orang percaya, sebab Alkitab sudah menyatakan bahwa menjelang kedatangan Tuhan kali yang kedua akan datang masa-masa yang sukar yang merupakan masa yang sangat menentukan bagi perjalanan kekristenan kita. Masa-masa sukar adalah masa ujian bagi kita, masa pemurnian iman, masa penentuan apakah kita terus melangkah maju atau mengalami kemunduran rohani. “Sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah (1 Korintus 3:13-14). Menghadapi situasi berat ini banyak orang berkata,...Kuatir itu wajar, sebab sebagai manusia kita pasti punya banyak kelemahan.Hal ini pun seringkali kita jadikan dalih ketika kita sedang merasa kuatir.Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? (Matius 6:27). Kekuatiran tidak dapat menyelesaikan persoalan, malahan menambah beban hidup kita, menguras energi dan pikiran, serta membuang waktu kita secara percuma.Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?(Matius 6:25), sebab ...Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus (Roma 14:17). Ketika Tuhan masih memberikan kehidupan ini, Dia jugalah yang akan memelihara kehidupan kita. Gbu.

Madam Ossy
Senin, 6 Februari 2017. Bacaan: Amsal 15:13-15. Setahun: Imamat 14-15. Nas: Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat (Amsal 15:13). Senjata Tawa. Pengarang humoris Amerika ternama, Mark Twain, berkata: ?Umat manusia memiliki satu senjata paling efektif, itulah tertawa. Sebuah penelitian melaporkan, dalam sehari anak-anak rata-rata tertawa 400 kali, sementara orang dewasa hanya 15 kali. Artinya, semakin tua semakin kurang tawa kita. Padahal tertawa itu, selain sehat, menyuburkan semangat. Sayang, rupanya 'senjata' yang satu ini sering tak terpakai. Penulis Kitab Amsal peduli pada hati manusia yang sedang dirundung patah semangat. Kondisi patah semangat berpengaruh buruk pada fisik seseorang (17:22). Sedangkan bagi jiwanya, itu amat melumpuhkan, membuat ia kehilangan daya juang (18:14). Maka, ia mengajukan senjata penawar, yaitu karunia Allah berupa potensi untuk bergembira. Hati yang gembira baik bagi badan, layaknya obat (17:22). Baik pula bagi jiwa, yakni memompa semangat (15:13). Kapan terakhir kali Anda tertawa lepas? Hidup ini memang keras, tak jarang menegangkan-membuat kita kehilangan keceriaan. Berikutnya, dapat diduga, kita menjadi patah semangat. Jangan biarkan itu terjadi terus. Redakan ketegangan. Resapilah dan syukurilah kebaikan Tuhan. Jangan terlalu serius mengasihani diri. Kembangkan rasa humor. Hiburlah sesama. Tebarkan senyum. Bernyanyilah. Tertawa-rianglah. Yakinlah, Anda akan dibuatnya lebih kuat dalam menjalani kehidupan ini –PAD. KESEDIHAN MELEMAHKAN SEMANGAT; KEGEMBIRAAN DAN TAWA MENJADIKAN KITA KUAT.

No comments:

Post a Comment