RICH
FAMILY POOR FAMILY SERIES
Rich
Family Poor Family – Day 16.
F =
Father
A =
And
M =
Mother
I =
I
(ai)
L =
Love
Y =
You
Bahasa
KASIH (5).
Galatia 5:25, “Hai
suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat
dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.”
Amin. Bahasa Kasih yang 4 & 5: Bantuan
(acts
of service)
dan Sentuhan Fisik.
Jika pasangan kita/anak/keluarga kita sedang kerepotan &
membutuhkan bantuan, cepat-cepatlah ambil inisiatif untuk
membantunya. Kepedulian kita “membantu” pasangan kita akan
menjadi jawaban bagi kebutuhannya. Bahasa Kasih yang terakhir adalah
Sentuhan
Fisik.
Penelitian membuktikan bahwa bayi yang sering disentuh, dipeluk dan
dicium akan lebih sehat daripada mereka yang tidak disentuh.
Tempatkan pasangan/anak/keluarga kita dalam posisi yang nyaman,
dengan sentuhan/rangkulan bahkan pelukan bagi yang sudah berpasangan.
Layanilah keluarg/anak/pasangan kita dengan HATI, aplikasikan Bahasa
Kasih kita kepada keluarga/anak/pasangan kita masing-masing, pakai
cara berpikirnya Tuhan: membangun hubungan yang lebih sehat dengan
bahasa kasih yang dibutuhkan oleh keluarga/anak/pasangan kita. Bahasa
Kasih kita akan menjadi jawaban bila kita mengerti dan memahami apa
yang dibutuhkan oleh pasangan/anak/keluarga kita. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#RichFPoorFSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Imamat 19-20
PB:
Matius 27:45-66
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Ibu
Caroline – Bandung
In
God there are never any dead ends, only detours. Don’t ever give
up. Just keep trying until you succeed. Dalam Tuhan tidak akan pernah
ada jalan buntu, hanya jalan memutar. Janganlah menyerah. Teruslah
mencoba sampai anda berhasil.
Ibu
Caroline – Bandung
[RENUNGAN
HARIAN]. Kamis, 16 Februari 2017. Bacaan: Lukas 8:1-3. Setahun:
Bilangan 8-9. Nas: Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu
dengan kekayaan mereka (Lukas 8:3). Helena. Setelah didera gelombang
penganiayaan pada abad-abad sebelumnya, nasib gereja berubah drastis
pada permulaan abad IV. Pada tahun 324 kaisar Romawi Konstantin
memaklumkan kepercayaannya pada Kristus. Helena, ibunda kaisar yang
juga seorang Kristen dan sangat dihormati putranya, memiliki akses
besar ke dalam kekuasaan. Dipakainya akses itu untuk ikut mendirikan
banyak gedung ibadah dan situs-situs kristiani yang megah. Sosoknya
amat dihormati oleh banyak tradisi kaum beriman. Sebelum tampilnya
Helena, tabib Lukas-penulis Injil Lukas dan Kisah Para
Rasul-memberikan perhatian yang istimewa pada peran kaum perempuan
dalam gerakan pewartaan injil. Mengapa? Sebab kaum Hawa ini giat
melayani “dengan kekayaan mereka.” Artinya, dengan pengaruh,
akses, dan harta yang ada pada mereka. Maria Magdalena, Yohana, dan
Susana terbilang di dalamnya. Kelak, tampil nama-nama lain: Tabita di
Yope (Kis. 9:36), Lidia, pedagang kain ungu dari Tiatira (Kis.
16:14), dan Priskila di Korintus (Kis. 18:2). Pengalaman dan
pengamatan saya berkata senada. Saya kagum kepada para ibu yang
kesetiaan, dedikasi, dan sumbangsihnya dalam pelayanan sangat nyata
dan terasa. Mereka mengikuti jejak para pendahulu. Jika Anda
terhitung dalam kaum istimewa ini, selamat melanjutkan kiprah! Jika
Anda menjumpai sosok seperti mereka, bersyukur, dukung, dan hargailah
mereka! Akhirnya, biarlah kesetiaan dan dedikasi mereka turut
memantik api inspirasi dan memotivasi kita semua demi melayani Tuhan
--PAD/Renungan Harian. SATU LANGKAH KESETIAAN DALAM PELAYANAN AKAN
MEMBENTUK DERAP BERSAMA DALAM BARISAN KERAJAAN ALLAH.
GNCC
Orang
benar pun bisa tumbang kalau yang di dalam tidak kokoh. Amsal 4:23 –
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah
terpancar kehidupan. #gncc #ariseshine #edisihati

No comments:
Post a Comment