Thursday, 16 February 2017

16 Februari 2017

RICH FAMILY POOR FAMILY SERIES




Rich Family Poor Family – Day 16.
F = Father
A = And
M = Mother
I = I (ai)
L = Love
                         Y = You
Bahasa KASIH (5). Galatia 5:25, “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.” Amin. Bahasa Kasih yang 4 & 5: Bantuan (acts of service) dan Sentuhan Fisik. Jika pasangan kita/anak/keluarga kita sedang kerepotan & membutuhkan bantuan, cepat-cepatlah ambil inisiatif untuk membantunya. Kepedulian kita “membantu” pasangan kita akan menjadi jawaban bagi kebutuhannya. Bahasa Kasih yang terakhir adalah Sentuhan Fisik. Penelitian membuktikan bahwa bayi yang sering disentuh, dipeluk dan dicium akan lebih sehat daripada mereka yang tidak disentuh. Tempatkan pasangan/anak/keluarga kita dalam posisi yang nyaman, dengan sentuhan/rangkulan bahkan pelukan bagi yang sudah berpasangan. Layanilah keluarg/anak/pasangan kita dengan HATI, aplikasikan Bahasa Kasih kita kepada keluarga/anak/pasangan kita masing-masing, pakai cara berpikirnya Tuhan: membangun hubungan yang lebih sehat dengan bahasa kasih yang dibutuhkan oleh keluarga/anak/pasangan kita. Bahasa Kasih kita akan menjadi jawaban bila kita mengerti dan memahami apa yang dibutuhkan oleh pasangan/anak/keluarga kita. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#RichFPoorFSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Imamat 19-20
PB: Matius 27:45-66
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Ibu Caroline – Bandung
In God there are never any dead ends, only detours. Don’t ever give up. Just keep trying until you succeed. Dalam Tuhan tidak akan pernah ada jalan buntu, hanya jalan memutar. Janganlah menyerah. Teruslah mencoba sampai anda berhasil.

Ibu Caroline – Bandung
[RENUNGAN HARIAN]. Kamis, 16 Februari 2017. Bacaan: Lukas 8:1-3. Setahun: Bilangan 8-9. Nas: Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka (Lukas 8:3). Helena. Setelah didera gelombang penganiayaan pada abad-abad sebelumnya, nasib gereja berubah drastis pada permulaan abad IV. Pada tahun 324 kaisar Romawi Konstantin memaklumkan kepercayaannya pada Kristus. Helena, ibunda kaisar yang juga seorang Kristen dan sangat dihormati putranya, memiliki akses besar ke dalam kekuasaan. Dipakainya akses itu untuk ikut mendirikan banyak gedung ibadah dan situs-situs kristiani yang megah. Sosoknya amat dihormati oleh banyak tradisi kaum beriman. Sebelum tampilnya Helena, tabib Lukas-penulis Injil Lukas dan Kisah Para Rasul-memberikan perhatian yang istimewa pada peran kaum perempuan dalam gerakan pewartaan injil. Mengapa? Sebab kaum Hawa ini giat melayani “dengan kekayaan mereka.” Artinya, dengan pengaruh, akses, dan harta yang ada pada mereka. Maria Magdalena, Yohana, dan Susana terbilang di dalamnya. Kelak, tampil nama-nama lain: Tabita di Yope (Kis. 9:36), Lidia, pedagang kain ungu dari Tiatira (Kis. 16:14), dan Priskila di Korintus (Kis. 18:2). Pengalaman dan pengamatan saya berkata senada. Saya kagum kepada para ibu yang kesetiaan, dedikasi, dan sumbangsihnya dalam pelayanan sangat nyata dan terasa. Mereka mengikuti jejak para pendahulu. Jika Anda terhitung dalam kaum istimewa ini, selamat melanjutkan kiprah! Jika Anda menjumpai sosok seperti mereka, bersyukur, dukung, dan hargailah mereka! Akhirnya, biarlah kesetiaan dan dedikasi mereka turut memantik api inspirasi dan memotivasi kita semua demi melayani Tuhan --PAD/Renungan Harian. SATU LANGKAH KESETIAAN DALAM PELAYANAN AKAN MEMBENTUK DERAP BERSAMA DALAM BARISAN KERAJAAN ALLAH.

GNCC
Orang benar pun bisa tumbang kalau yang di dalam tidak kokoh. Amsal 4:23 – Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. #gncc #ariseshine #edisihati

No comments:

Post a Comment