Kita perlu untuk menemukan waktu & berhenti untuk
berterima kasih kepada orang-orang yang berdampak bagi kehidupan kita (John
F. Kennedy).
Kis 6:1-4 & 7: “Kami beryukur untuk Tim Gembala & semua
rekan sepelayanan di gereja lokal kami, sehingga FIRMAN TUHAN dapat disampaikan
dengan sebaik mugkin & kami jemaat mendapatkan pencerahan sehingga boleh
bertumbuh bersama-sama! Amin.
Respon 1
Sabtu, 8 November 2014.
Bacaan: Efesus 2:1-10. Setahun: Yohanes 19-21. Nats: Sebab karena anugerah kamu
diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah (Efesus
2:8). BERHENTI BERHITUNG. Carut marut kondisi lalu lintas di kota besar membawa
berkat tersendiri bagi pengatur lalu lintas dadakan yang lebih dikenal sebagai
'polisi cepek'. Tak dapat dipungkiri, ketika jalanan macet, kehadiran mereka
cukup membantu. Sayang, ketika jalanan lancar, mereka tetap hadir demi mengais
rupiah. Tak jarang mereka malah jadi biang kemacetan. Nah, saya tak pernah
memberi uang pada polisi cepek saat jalanan lancar. Mereka tidak melakukan apa
pun untuk saya, mengapa saya harus memberi mereka uang? Menanggapi sikap itu,
istri saya berkata, “Kamu belum mengerti makna kasih karunia.” Saya tertegun.
Betapa saya sudah menjadi orang yang penuh
perhitungan. Memang
kita tidak harus memberi uang pada polisi cepek tadi, tapi saya belajar prinsip
memberi: bukan berdasarkan apa yang sudah orang lain lakukan bagi saya. Kita
terbiasa hidup dalam suatu pola di mana kita harus melakukan sesuatu terlebih
dahulu sebelum kita pantas menerima upah. Syukurlah, sebagai orang percaya,
kita diselamatkan bukan atas hasil usaha kita. Kita tak melakukan apa-apa;
semua pemberian Allah semata (ay. 8). Bukan karena keselamatan tak berharga.
Justru sebaliknya. Keselamatan itu teramat berharga. Segala sesuatu yang kita
lakukan tak akan membuat kita pantas mene-rimanya. Allah tak menuntut kita
melakukan sesuatu terlebih dahulu agar kita pantas diselamatkan. Itulah makna
kasih karunia. Semoga kasih karunia yang sudah kita terima mengajar kita untuk
tak selalu berhitung ketika memberi pada sesama. --Okky Sutanto. JIKA ALLAH
MENGHITUNG-HITUNG KEBAIKAN DAN KEBURUKAN KITA, BAGAIMANA MUNGKIN KITA DAPAT DISELAMATKAN?
Respon 2
“Ketika merasa senasib, musuh bebuyutan pun tiba-tiba bisa
menjadi sahabat karib.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
Maz 5:4, TUHAN, pada waktu pagi ENGKAU mendengar doaku, pada
waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-MU dan aku menunggu-nunggu! Doaku PASTI
dija-wab. Yes. Ok. Pasti! Samuel Sianto (SS) -YESTOYA Malang.
Respon 4
Thank you Firman Tuhannya Cie, menginspirasiku mengucap
syukur J
Respon 5
Ya saya (Tante Elisabeth,
Maumere/75 tahun) juga bersyukur dan berterima kasih pada teman-teman kelompok
sel Citraland, setiap hari memberi firman Tuhan, juga Siu Siang yang begitu
setia memberi ayat-ayat firman Tuhan, memberi salam pada saat ultah saya,
ayat-ayat berkat, yang terus membaharui hidupku. Ada kuasa Roh yang memberi
power, setiap hari hidupku dibentuk dan sung-guh diubahkan sifat dan karakter.
Teladan dari tokoh-tokoh rohani! Terima kasih dan kubersyukur untuk gereja
lokal tempat saya beribadah. Gbu.
Respon 6
Syalom. Amin... “Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada
pengawal mengharap-kan pagi, lebih dari pada pengawal mengha-rapkan pagi.”
(Mazmur 130:6). Terima kasih ibu Siu, selamat berakhir pekan. TUHAN memberkati.
No comments:
Post a Comment