Kebajikan yang terbesar adalah mengucap syukur / say
thank you untuk orang tua yang sudah Tuhan anugerahkan dalam hidup kita.
Keluaran 20:12, “Hormatilah ayahmu dan
ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.”
Mengucap syukur atas orang tua kita masing-masing, bukan hanya merupakan
kebajikan yang terbesar tetapi sumber dari semua kebajikan yang lain. Amin!
Respon 1
Amsal 14: 26-27, Dalam takut akan TUHAN ada ketentraman yang
besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya. Takut akan TUHAN adalah
sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.
Respon 2
“Wolak walike zaman yen wong waras dianggep edan lan wong
edan dianggep waras.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Senin, 3 November 2014. AMBISI. Kata Yesus, “Apa
yang kaukehendaki?” Jawabnya, “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh
duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang
seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” (Matius 20:21). Katak dapat melam-bangkan
sikap yang ambisius. Coba perhati-kan gaya katak mencari mangsa. Mereka akan menendang ke bawah agar bisa meloncat ke atas dengan lidah
dijulurkan, sedangkan kaki depannya mengayuh ke belakang. Bukankah hal itu
mengingatkan pada lagak orang yang ambisius? Mereka menjulurkan lidah untuk
menjilat atasan. Atasan yang tidak sadar pasti menjadi mangsanya. Terhadap
rekan selevel ia mencoba menyingkirkannya. Apalagi terha-dap orang-orang yang
berada di bawahnya. Agar bisa naik, ia memanfaatkan bawahannya sebagai tumpuan
kakinya.
Permintaan ibu dari anak-anak Zebedeus menunjukkan hal itu. Mereka tak
segan datang kepada Yesus untuk mendapatkan jabatan. Bahkan ketika Yesus
mengatakan bahwa di setiap jabatan selalu ada konsekuensi logis yang menyertainya,
ibu dan kedua anaknya menyatakan sanggup, padahal jabatan yang mereka incar
hanya bisa ditentukan oleh hak prerogatif Tuhan. Mereka menempatkan
kepemimpinan sebagai jabatan yang harus dikejar secara ambisius. Yesus
menawarkan gaya kepemimpinan yang berla
wanan dengan model dunia. Bukan meme-rintah-merintah dan
menindas bawahan, melainkan melayani dan memberdayakan sesama. Bukan ingin
menonjolkan diri, melainkan siap memberikan yang terbaik sekalipun berperan di
balik layar. Bukan memanfaatkan orang lain, melainkan bersedia berkorban demi
kesejahteraan bersama. Ke-pemimpinan ditempatkan sebagai fungsi yang dijalani
dalam konteks pelayanan. Bagaimana sikap kita terhadap kepemimpinan? KE-PEMIMPINAN
BUKANLAH JABATAN UNTUK DIKEJAR, MELAINKAN FUNGSI PELAYANAN UNTUK DIJALANI.
Selamat Pagi... Welcome Monday again. Semangat!!! Tuhan Yesus memberkati.
Respon 4
Ams 11:24, Ada yang
menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun
selalu berkekurangan! Berani melakukan, pasti terjadi! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA
Malang.
No comments:
Post a Comment