Monday, 3 November 2014

3 November 2014 - Thank You Papa Mama



Kebajikan yang terbesar adalah mengucap syukur / say thank you untuk orang tua yang sudah Tuhan anugerahkan dalam hidup kita. Keluaran 20:12, “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.” Mengucap syukur atas orang tua kita masing-masing, bukan hanya merupakan kebajikan yang terbesar tetapi sumber dari semua kebajikan yang lain. Amin!


Respon 1
Amsal 14: 26-27, Dalam takut akan TUHAN ada ketentraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya. Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.

Respon 2
“Wolak walike zaman yen wong waras dianggep edan lan wong edan dianggep waras.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
SAAT TEDUH. Senin, 3 November 2014. AMBISI. Kata Yesus, “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya, “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” (Matius 20:21). Katak dapat melam-bangkan sikap yang ambisius. Coba perhati-kan gaya katak mencari mangsa. Mereka akan menendang ke bawah agar bisa meloncat ke atas dengan lidah dijulurkan, sedangkan kaki depannya mengayuh ke belakang. Bukankah hal itu mengingatkan pada lagak orang yang ambisius? Mereka menjulurkan lidah untuk menjilat atasan. Atasan yang tidak sadar pasti menjadi mangsanya. Terhadap rekan selevel ia mencoba menyingkirkannya. Apalagi terha-dap orang-orang yang berada di bawahnya. Agar bisa naik, ia memanfaatkan bawahannya sebagai tumpuan kakinya. 

Permintaan ibu dari anak-anak Zebedeus menunjukkan hal itu. Mereka tak segan datang kepada Yesus untuk mendapatkan jabatan. Bahkan ketika Yesus mengatakan bahwa di setiap jabatan selalu ada konsekuensi logis yang menyertainya, ibu dan kedua anaknya menyatakan sanggup, padahal jabatan yang mereka incar hanya bisa ditentukan oleh hak prerogatif Tuhan. Mereka menempatkan kepemimpinan sebagai jabatan yang harus dikejar secara ambisius. Yesus menawarkan gaya kepemimpinan yang berla

wanan dengan model dunia. Bukan meme-rintah-merintah dan menindas bawahan, melainkan melayani dan memberdayakan sesama. Bukan ingin menonjolkan diri, melainkan siap memberikan yang terbaik sekalipun berperan di balik layar. Bukan memanfaatkan orang lain, melainkan bersedia berkorban demi kesejahteraan bersama. Ke-pemimpinan ditempatkan sebagai fungsi yang dijalani dalam konteks pelayanan. Bagaimana sikap kita terhadap kepemimpinan? KE-PEMIMPINAN BUKANLAH JABATAN UNTUK DIKEJAR, MELAINKAN FUNGSI PELAYANAN UNTUK DIJALANI. Selamat Pagi... Welcome Monday again. Semangat!!! Tuhan Yesus memberkati.

Respon 4
Ams 11:24, Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar  biasa,  namun selalu berkekurangan! Berani melakukan, pasti terjadi! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

JESUS BLESS


No comments:

Post a Comment