Friday, 7 November 2014

7 November 2014 - Terima Kasih Tuhan


#Terima kasih Tuhan, Engkau sudah tempatkan kami di sebuah Gereja Lokal#. Sangat bersyukur kami boleh bertumbuh bersama-sama, terlebih berbuah-buah  #Terima kasih sudah menjadi bagian keluarga rohani di Gereja lokal... (AOC) #Terima Kasih Tuhan  Thank You saudara-saudaraku semua  Kolose 3:15-17,  

“Hen-daklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan ber-syukurlah. Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu me-ngucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.  Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya  itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.”


Respon 1
Maz 103:13, Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan DIA! Kita istimewa dihadapan-NYA. Cintai DIA. Terima kasih YESUSku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.


Respon 2
Matius 8:17, “Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: 'Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.'” Menanggung. BASTAZO artinya mengambil dengan tangan atau mencabut dan dipindahkan. Di kayu salib Yesus telah mencabut, memindahkan dengan tanganNya sendiri penyakit kita ke dalam tubuhNya.


Respon 3
SAAT TEDUH. THANKS GOD IT FRIDAY. 6 November 2014. Saat Semua Tampak Indah Maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan Tuhan, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan (Ulangan 6:12) Bagi banyak orang, hidup ini tampak menyenangkan. Pekerjaan mereka berhasil. Rumah atau apartemen tidak butuh diperbaiki. Rekening uang di bank mereka surplus. Keluarga sehat dan bahagia. Teman-teman pun setia. Akan tetapi, saat yang menyenangkan dapat menimbulkan bahaya. Pada saat seperti itu, kenyamanan dan kesenangan duniawi dapat menjadi sangat penting sehingga kita tidak memberi banyak tempat bagi Allah dalam pikiran kita. Kesejahteraan dapat segera menjadi tolok ukur kepuasan hidup. Allah tahu bahwa hal seperti di atas dapat terjadi pada anak-anak-Nya pada saat mereka memasuki  Tanah  Perjanjian.   

Oleh sebab itu, Dia mengingatkan mereka agar tidak melupakan sumber dari segala anugerah yang mereka terima (Ulangan 6:12). Dia memberi perintah yang jelas agar mereka: takut kepada Tuhan (ayat 13); melayani Dia (ayat 13); tidak berpaling kepada ilah-ilah lain (ayat 14); tidak mencobai Tuhan (ayat 16); berpegang pada perintah-perintah-Nya (ayat 17); dan melaku-kan apa yang baik dan benar (ayat 18). Para sejarawan pernah berujar bahwa dorongan iman biasanya menurun pada saat-saat yang sejahtera. Namun, hal itu tak perlu terjadi pada kita jika kita belajar dari pengalaman orang Israel dan patuh pada perintah-Nya. Marilah kita selalu mengingat Allah, terutama ketika semua terasa indah. KESEJAH-TERAAN DAPAT MENJADI ALAT PE-NGUJI KARAKTER YANG LEBIH BAIK DARIPADA KEMISKINAN.


Respon 4
“If  you are afraid to face the future, meet face to face with the holder of future.” Xavier Quentin Pranata.


Respon 5
Ada 4 lilin yang menyala, sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka: Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam. Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya. Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta.” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluar

ganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga. Tanpa terduga… Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!” Lalu ia mengangis tersedu-sedu. Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata: Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya: “Akulah HARAPAN.” Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya. Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya! Amin. 


Respon 6
Terima kasih untuk saudara-saudara seiman yang telah memanggil untuk berada dalam satu keanggotaan jemaat gereja yang mana selama ini banyak memberi masukan positif dalam segala hal. Terima kasih Tuhan karena saya akhirnya menemukan tempat di mana saya beroleh damai. Amin. Thank you Cik and Jbu all too.


JESUS BLESS



No comments:

Post a Comment