Jadikan ucapan terima kasih / rasa syukur menjadi gaya hidup
kita, niscaya pintu berkat dan pintu kesempatan akan terbuka lebih lebar bagi
kita J.
Amin! (Baca: Lukas 17:11-19)
Respon 1
Maz 119:11, Dalam hatiku aku menyimpan firman-MU, supaya aku
jangan berdosa kepada-MU! Firman-NYA yang kita dengar hari ini menjaga kesucian
kita! Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
“Living a godly life will not insulate you from hardship.”
“Menghidupi kehidupan bersama Tuhan tidak menghindarkan anda dari kesukaran.”
Mazmur 74:16, “Punya-Mulah siang, punya-Mulah juga malam. Engkaulah yang
menaruh benda penerang dan matahari.” Hidup bersama Tuhan bukan melulu
kemudahan, tetapi kadang kadang ada juga kesukaran yang harus kita hadapi,
karena Tuhan tidak hanya menciptakan siang tetapi Dia juga menciptakan malam.
Jangan pernah bersungut sungut bila kita menapaki jalan terjal, berliku dan
berkelok, karena tidak semua jalan hidup kita mulus dan lancar, ketahuilah
hidup bersama Tuhan pun tidak menghindarkan kita dari kesukaran dan kendala.
Segelap apapun jalan hidup kita, melalui kasih karuniaNya kita senantiasa memiliki
penerangan dalam segala aspek kehidupan kita, yang memastikan kita sampai ke
puncak kemenangan yang luar biasa. GBU.
Respon 3
“Persembahan terbaik adalah hati yang mau diubahkan.” Xavier
Quentin Pranata.
Respon 4
Minggu, 2 November 2014. Bacaan: Yosua 2:1-24. Setahun:
Yohanes 4-5. Nats: Karena iman, Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa
bersama-sama dengan orang-orang tidak taat, karena ia telah menyambut
pengintai-pengintai itu dengan damai (Ibrani 11:31). MENJADI BERHARGA. Dengan
kecakapan tertentu, seorang seniman dapat menyulap benda tak berharga menjadi
karya bernilai tinggi. Pablo Picasso bisa mengubah kanvas kosong menjadi
lukisan yang indah. Dengan keahlian memahat, Michelangelo dapat membentuk
patung elok dari batu yang bentuknya tak beraturan. Kita terkagum-kagum
menyaksikan mahakarya cemerlang tersebut. Tuhan secara menakjubkan juga
merombak kehidupan Rahab. Awalnya ia hidup dalam dosa dan dipandang rendah oleh lingkungannya.
Tetapi, kini namanya tercatat dalam silsilah Yesus sang Juruselamat.
Dengan
kata lain, Rahab turut ambil bagian dalam misi keselamatan, mahakarya yang
dikerjakan Allah. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Kita dapat melihat langkah
imannya. Pertama, ia percaya bahwa Allah akan memberikan negeri Yerikho pada
bangsa Israel (ay. 9). Rahab menyerahkan hidupnya kepada Allah yang benar. Pada
saat itu, meskipun ia tidak lahir sebagai orang Yahudi, statusnya berubah
menjadi umat Allah. Kedua, ia meninggalkan dosa-dosa dalam kehidupannya yang
lama. Tradisi Yahudi menyebutkan bahwa setelah pasukan Israel merebut Yerikho,
Rahab menikah dengan Salmon, salah seorang pengintai yang ia sembunyikan di
rumahnya. Artinya, ia bukan lagi perempuan sundal. Kehidupan Rahab yang kotor
telah berubah menjadi alat Tuhan yang sangat berharga.
Sebagai orang percaya, kita juga bisa mengalami perubahan luar biasa seperti itu.
Untuk itu, melangkahlah dalam iman dan persilakan Tuhan mengerjakan
mahakarya-Nya dalam hidup kita. --Theofilus Yuli Setianto. KETIKA KITA MELANG-KAH
DALAM IMAN, KITA MEMPER-SILAHKAN TUHAN MENGUBAH HIDUP KITA MENURUT
KEDAULATAN-NYA.
No comments:
Post a Comment