Sunday, 2 November 2014

2 November 2014 - Pentingnya kata Terima Kasih



Jadikan ucapan terima kasih / rasa syukur menjadi gaya hidup kita, niscaya pintu berkat dan pintu kesempatan akan terbuka lebih lebar bagi kita J. Amin! (Baca: Lukas 17:11-19)

Respon 1
Maz 119:11, Dalam hatiku aku menyimpan firman-MU, supaya aku jangan berdosa kepada-MU! Firman-NYA yang kita dengar hari ini menjaga kesucian kita! Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.


Respon 2
“Living a godly life will not insulate you from hardship.” “Menghidupi kehidupan bersama Tuhan tidak menghindarkan anda dari kesukaran.” Mazmur 74:16, “Punya-Mulah siang, punya-Mulah juga malam. Engkaulah yang menaruh benda penerang dan matahari.” Hidup bersama Tuhan bukan melulu kemudahan, tetapi kadang kadang ada juga kesukaran yang harus kita hadapi, karena Tuhan tidak hanya menciptakan siang tetapi Dia juga menciptakan malam. Jangan pernah bersungut sungut bila kita menapaki jalan terjal, berliku dan berkelok, karena tidak semua jalan hidup kita mulus dan lancar, ketahuilah hidup bersama Tuhan pun tidak menghindarkan kita dari kesukaran dan kendala. Segelap apapun jalan hidup kita, melalui kasih karuniaNya kita senantiasa memiliki penerangan dalam segala aspek kehidupan kita, yang memastikan kita sampai ke puncak kemenangan yang luar biasa. GBU.
 
Respon 3
“Persembahan terbaik adalah hati yang mau diubahkan.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
Minggu, 2 November 2014. Bacaan: Yosua 2:1-24. Setahun: Yohanes 4-5. Nats: Karena iman, Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang tidak taat, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan damai (Ibrani 11:31). MENJADI BERHARGA. Dengan kecakapan tertentu, seorang seniman dapat menyulap benda tak berharga menjadi karya bernilai tinggi. Pablo Picasso bisa mengubah kanvas kosong menjadi lukisan yang indah. Dengan keahlian memahat, Michelangelo dapat membentuk patung elok dari batu yang bentuknya tak beraturan. Kita terkagum-kagum menyaksikan mahakarya cemerlang tersebut. Tuhan secara menakjubkan juga merombak  kehidupan  Rahab. Awalnya ia hidup dalam dosa dan dipandang rendah oleh lingkungannya. Tetapi, kini namanya tercatat dalam silsilah Yesus sang Juruselamat. 

Dengan kata lain, Rahab turut ambil bagian dalam misi keselamatan, mahakarya yang dikerjakan Allah. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Kita dapat melihat langkah imannya. Pertama, ia percaya bahwa Allah akan memberikan negeri Yerikho pada bangsa Israel (ay. 9). Rahab menyerahkan hidupnya kepada Allah yang benar. Pada saat itu, meskipun ia tidak lahir sebagai orang Yahudi, statusnya berubah menjadi umat Allah. Kedua, ia meninggalkan dosa-dosa dalam kehidupannya yang lama. Tradisi Yahudi menyebutkan bahwa setelah pasukan Israel merebut Yerikho, Rahab menikah dengan Salmon, salah seorang pengintai yang ia sembunyikan di rumahnya. Artinya, ia bukan lagi perempuan sundal. Kehidupan Rahab yang kotor telah berubah menjadi alat Tuhan yang sangat berharga. 

Sebagai orang percaya, kita juga bisa mengalami perubahan luar biasa seperti itu. Untuk itu, melangkahlah dalam iman dan persilakan Tuhan mengerjakan mahakarya-Nya dalam hidup kita. --Theofilus Yuli Setianto. KETIKA KITA MELANG-KAH DALAM IMAN, KITA MEMPER-SILAHKAN TUHAN MENGUBAH HIDUP KITA MENURUT KEDAULATAN-NYA.



JESUS BLESS

No comments:

Post a Comment