Thursday, 27 November 2014

27 November 2014 - Menjadi Pribadi di Mata Sahabat


Di dunia ini banyak orang yang mencari keuntungan diri sendiri dari hubungan mereka dengan sesama, tetapi kita sebagai anak-anak Tuhan. Sudahkah kita menjadi pribadi yang mengutamakan apa yang dapat kita berikan kepada sahabat-sahabat kita dikala mereka susah?? Jadilah seorang sahabat yang baik tidak hanya dimasa senang tetapi dimasa susah sekalipun kita ada bagi mereka. Amsal 17:17, “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” Terima kasih Tuhan untuk sahabat dimasa susah yang sudah mengasihi, memberi & melayani dengan kasih Tuhan. #Thank you rekan-rekan di Perusahaan Wings Group #Thank you teman-teman di komsel Citraland #Thank you sudah menjadi bagian dimasa susah dalam kehidupanku #Thank You 


Respon 1
Maz 77:15, ENGKAUlah ALLAH yang melakukan KEAJAIBAN; ENGKAU telah menyatakan kuasa-MU diantara bangsa-bangsa! Ajaib KAU TUHAN, KAU sungguh heran. Ayoo puji, besarkan, agungkan, muliakan DIA! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
Memulai hari bersama Yesus. Menikmati setiap detik dan peristiwa bersama Yesus. Membuat setiap saat kenangan tak terlupakan bersama Yesus. Setiap hari adalah hari kemenangan. Karena... Ratapan 3:22-23, “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”

Respon 3
SAAT TEDUH. Kamis, 27 Nov 2014. Penyalahgunaan Kuasa. Kata Izebel, isterinya, kepadanya: Bukankah engkau sekarang yang memegang kuasa raja atas Israel? (1 Raja-raja 21:7a). Kekuasaan. Didambakan oleh banyak orang. Orang berjuang, saling berebut, dan saling menjatuhkan demi memperoleh kekuasaan, berapa pun biayanya. Mereka rela mengeluarkan banyak uang, tenaga, dan waktu, menggunakan cara-cara curang. Tidak jarang orang minta pertolongan orang pintar, paranormal, atau menjalani ritual gaib. Mengapa? Karena orang beranggapan bahwa dengan memegang kuasa ia akan berhak bertindak apa saja tanpa ada yang mengalang-alangi. Seperti itu juga pendapat Izebel ketika suaminya, Ahab, ingin memiliki kebun anggur Nabot, namun si pemilik kebun tidak mau menyerahkannya. Ia berkata, "Bukankah engkau sekarang yang memegang kuasa raja atas Israel?” (ay. 7a). Dengan kekuasaan suaminya, dengan licik dan keji, ia meren-canakan dan memerintahkan pembunuhan atas  Nabot  demi  memuaskan nafsu serakah sang suami (ay. 11-13). Pada awalnya semua itu berjalan mulus dan tidak menimbulkan dampak apa-apa. Akan tetapi, Allah yang Maha Melihat tidak tinggal diam. Nasib tragis menanti Izebel. Menurut firman Tuhan, anjing akan memakan Izebel di tembok luar Yizreel (ay. 23). Banyak pejabat negara yang meng-gunakan wewenang dan kekuasaannya untuk memperkaya diri dengan korupsi. Padahal, kekuasaan yang dimiliki setiap orang itu berasal dari Tuhan (Roma 13:4) dan seharus-nya didayagunakan untuk kesejahteraan bersama. Sedikit atau banyak, kita masing-masing juga mempunyai wewenang dan ke-kuasaan yang kelak harus kita pertanggung-jawabkan di hadapan Allah, Sang Pemberi kuasa. KEKUASAAN BUKAN UNTUK ME-MUASKAN AMBISI KITA, MELAINKAN UNTUK MEMPERMULIAKAN NAMA-NYA. Amazing Grace. Selamat Pagi. Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati selalu.

Respon 4
Syalom. Amin... “karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan.” (Filipi 2:2). Terima kasih ibu Siu, selamat beraktivitas TUHAN selalu member-kati.

Respon 5
“The most important thing in life is to live the life to its fullness.” Xavier Quentin Pranata.
 

JESUS BLESS

No comments:

Post a Comment