Sunday, 30 November 2014

30 November 2014 - Thank You For Local Church



Satu hal yang menjadi tujuan Allah adalah untuk membawa kasih & keselamatanNya ke seluruh ujung bumi & GEREJA. Kita adalah AlatNya, melalui gereja semua kepenuhan Allah dinyatakan. Efesus 1:23, “Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.” Allah mengerjakan rencana kekekalanNya bagi dunia melalui gereja / kita! Amin. Thank you for local church, sangat bersyukur J. Sudah menjadi bagian dalam sebuah Gereja Lokal yang sudah Tuhan tetapkan melalui kegiatan-kegiatan yang berdampak positif bagi sekeliling, menginspirasi dunia, bahkan akan terus memultiplikasi jiwa-jiwa bagi Kerajaan-Nya, thank you. #MyChurhMyHome #AOC, Church for sinners 


Respon 1
SAAT TEDUH. Minggu, 30 Nov 2014. Kemarahan yang Kudus. Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati (Matius 21:12). Orang kerap berkata, “Jangan marah. Dosa.” Namun, Alkitab mencatat sejumlah kemarahan Yesus Kristus. Dalam perikop hari ini, Dia sedemikian geram sehingga membalikkan meja-meja para pedagang di halaman Bait Allah. Di tempat lain, Dia melontarkan perkataan keras, “Hai kamu, keturunan ular beludak!” (Lukas 3:7). Sebuah kemarahan, jika muncul karena alasan yang benar, diungkapkan secara jitu, pada saat yang tepat, dan kepada orang yang layak menerimanya, sejatinya dapat membawa kemuliaan bagi nama-Nya. Lihatlah amarah Yesus. Dia marah karena ketidakadilan atau perbuatan dosa. Kemarahan yang kudus diperlukan untuk menghentikan perbuatan yang melukai hati-Nya dan merusak ciptaan-Nya. Sebagai pengikut Kristus, kita dapat menun-jukkan kemarahan yang suci karena kita dipanggil untuk melakukan hal yang benar, yaitu menyenangkan hati-Nya. Anak buah Anda malas dan tak kunjung rajin walau sudah ditegur berkali-kali? Beberapa kalimat amarah yang dilontarkan dengan kasih bisa membuatnya sadar bahwa pekerjaan yang ia jalani adalah amanat dari Tuhan. Pasangan Anda kecanduan games? Kemarahan yang dilontarkan secara proporsional dengan alasan konkret yang logis mungkin bisa membuatnya sadar bahwa hidup terlalu berharga untuk digunakan hanya di depan komputer. Bisakah kita marah seperti Yesus Kristus? Karena Kristus berdiam di dalam hati kita, kita dimampukan untuk mengasah kepekaan terhadap ketidakadilan dan dosa di sekitar kita serta meresponsnya selaras dengan keku-dusan-Nya.  AMARAH  DAPAT  MENJADI SARANA UNTUK MELURUSKAN KETIDAKADILAN. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati.

Respon 2
Ul 28:13, TUHAN akan mengangkatmu men-jadi KEPALA dan bukan ekor, tetap NAIK bukan turun asal firman-NYA kamu lakukan dengan SETIA! Yuk, alami sendiri. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 3
Tirai bait suci terbelah dua pada saat kematian Yesus di Golgota. Itulah perlambang bahwa sejak itu setiap orang beroleh jalan masuk ke dalam persekutuan dengan Tuhan. Ada yang mengajarkannya secara tidak seimbang de-ngan penekanan khusus bahwa kapan saja kita menghampiri Dia dengan cara sesuka hati kita &  mengklaim berkat²Nya, pasti itu diberikan hampir-hampir secara otomatis Mazmur 65:5, mengingatkan kita bahwa tidak semua orang diperkenankan datang mendekat, mengham-piri & berdiam di pelataran Tuhan -apalagi menikmati kebaikan-kebaikanNya yang berlimpah. Meski semua dipanggil untuk datang & bersekutu dengan Tuhan, Dialah yang menentukan siapa yang layak & pantas untuk diterima-Nya. Apakah Tuhan pilih kasih? Tentu saja tidak. Bukankah tidak begitu saja sembarang orang bisa masuk ke dalam rumah kita -lebih-lebih Tuhan, yang adalah Raja yang agung penuh kemuliaan. Sudah seharusnya kita datang dalam sikap yang takut akan Dia. Dalam batin maupun sikap tubuh kita. Hanya melalui persekutuan dengan Kristus, melalui korban darah-Nya kita beroleh jalan masuk ke tahta Bapa. Dan darah-Nya membasuh kita saat kita mengaku dosa (1 Yoh.1:7-9), datang dalam pertobatan di hadapan-Nya. 

Suatu kehidupan yang tidak memegahkan  kebenaran  diri  tapi datang dalam kerendahan hati & takut akan Tuhan. Satu lagi. Dalam perjamuan kawin Anak Domba disebutkan pengantin-Nya mengenakan lenan halus yang berkilau & putih bersih, lambang perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus (lihat Wah. 19:8). Jelaslah pada sisi lain, kita yang telah dibasuh dengan darah Yesus harus memperagakan suatu kehidupan yang benar & kudus di hadapan Tuhan. Itulah artinya menyembah di dalam roh & kebenaran. Jadi karena pembenaran oleh darah Yesus serta iman yang hidup, yang nyata sebagai pelaku firman -orang-orang inilah yang akan dipilih & disuruh-Nya mendekat di hadirat-Nya. Saat kita mencari-Nya dalam pertobatan & kekudusan, kita akan dikenyangkan dengan segala yang baik di rumah sang raja. Maukah Anda? Salam revival! 

JESUS BLESS


No comments:

Post a Comment