Saturday, 15 November 2014

15 November 2014 - Thank You for My Job


Suatu perjalanan yang luar biasa, kalau Tuhan mempercayakan sebuah pekerjaan kepada saya, 24 tahun, serasa baru kemarin. Sangat bersyukur banget bisa bekerja bersama dengan suami di 2 Perusahaan yang berbeda dengan 1 lokasi yang sama & Owner yang sama. It's Amazing! Terima kasih untuk pekerjaanku. Firman Tuhan pagi ini juga luar biasa (sebab berkaitan dengan cara pandang kita tentang Bekerja). Sejak 10 tahun ayat Firman Tuhan ini sudah menjadi rhema bagi saya pribadi, dimana seorang mentor saya membagikan ayat ini dikomsel... 

Kolose 3:23, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap  hatimu  seperti  untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Jadikan ayat ini sebagai pedoman dalam hal bekerja. Percayalah Tuhan sudah menyediakan berkatNya bagi para hambaNya yang taat J. Sebab ketaatan kepada atasan dimata Tuhan adalah suatu kebaikan & orang yang telah berbuat baik akan mendapat perhatian / balasannya dari Tuhan. Efesus 6:8, “Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.”

Respon 1
“Saat memukuli isteri, tanpa sadar kita melukai diri sendiri.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
SAAT TEDUH. Sabtu, 15 Nov 2014. Konsen-trasi saat Membajak. Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah. (Lukas 9:62)  Memasuki  musim  tanam padi, Arman dan kedua orangtuanya mempersiapkan sawah untuk ditanami. Mereka membersihkan selu-ruh sawah yang akan digarap, lalu mengolah tanahnya. Untuk mempercepat pengolahan tanah dan mendapatkan hasil terbaik, Arman menggunakan traktor. Dengan penuh konsentrasi ia menggilas gundukan tanah di setiap bidang sawah, menghancurkan serta meratakan hingga tanah di sawah menjadi gembur. Akhirnya, sawah terlihat rapi dan siap untuk ditanami padi. Saat seorang petani berkonsentrasi mengolah atau membajak sawah, ada satu hal yang perlu ia perhatikan: ia tidak boleh menoleh ke belakang. Alasan-nya sangat sederhana, yaitu agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan dengan hasil yang sebaik-baiknya. Saat membajak di sawah ia harus fokus memandang ke depan, pada tanah yang akan diolah menjadi lahan yang siap ditanami. Tuhan menempatkan setiap orang percaya untuk menggarap lahan-Nya.  Lahan  itu  antara  lain berupa jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan dan memerlukan jalan kebenaran. Lahan yang siap ditanami benih kebenaran firman Tuhan untuk memba-wa mereka menemukan jalan kehidupan yang seharusnya. Para pengikut Kristus dilayakkan untuk melakukan pekerjaan mulia ini. Nah, ketika kita sedang bertugas sebagai penggarap lahan, jangan pernah menengok ke belakang, namun tunjukkan kepedulian yang sungguh-sungguh pada orang yang kita layani. Kiranya hati orang itu melembut, menjadi “tanah yang gembur”, siap ditanami benih firman-Nya. BERSIAPLAH MENGGARAP LAHAN MILIK TUHAN DENGAN MENABURKAN BENIH FIRMAN TUHAN KEPADA SE-MUA ORANG YANG BELUM MENGE-NAL-NYA. Happy Weekend. Tuhan Yesus memberkati.


Respon 3
Kolose 3:23, apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan, dan bukan untuk manusia. Ber-syukur buat setiap pekerjaan yang Tuhan berikan buat kita. Rasul Paulus menasihatkan kepada semua orang Kristen untuk menganggap semua pekerjaan yang sudah dipercayakan kepada kita, sebagai suatu pelayanan kepada Tuhan, oleh sebab itu harus kita kerjakan dengan segenap hati dan sebaik-baiknya. Sebagai ibu rumah tangga aku memang tidak bekerja menghasilkan uang tapi ini juga pekerjaan yang Tuhan berikan untuk aku, aku bersyukur buat pekerjaan ini :D. Melayani keluargaku seperti melayani Tuhan. Kadang ya memang capek tapi tetap bersyu-kur karena Tuhan sudah beri kemampuan bisa mengerjakan semua ini dengan baik. Terima kasih Tuhan buat pekerjaanku.


Respon 4
Ams 13:4, Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang RAJIN diberi KELIMPAHAN! Ayoo ojok malas. Rajin yoo. Pasti diberkati berlimpah-limpah! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 5
Sementara dunia sibuk merancang & meramu berbagai bentuk entertainment yang semakin hari semakin di luar akal sehat, demi tujuan pencarian kesenangan di dunia yang murung & banjir air mata ini, kita sebagai orang percaya sebenarnya memiliki harta rohani yang sangat berharga, yang bernama 'sukacita'. Yang kita miliki tidak sama dengan yang ada di dunia. Sukacita kita itu surgawi, tak berkesudahan, kudus, & sangat besar sehingga tak tergambarkan dengan kata-kata manusia (1 Pet 1:8). Rasul Paulus menuliskan bahwa salah satu hasil dari hubungan yang erat antara kita dengan Roh Kudus adalah sukacita (Gal. 5:22). Artinya, orang-orang percaya sebenarnya adalah orang yang tidak akan pernah kehilangan sukacita, asalkan mau menjaga hubungannya dengan Tuhan.

Dan inilah rahasianya bagaimana sukacita itu terus berdiam bahkan bertumbuh di hati kita: Pertama-tama, Roh Kudus meyakinkan kita bahwa kita yang percaya adalah milik Tuhan. Kita dikasihi, diampuni, & diselamatkan dari maut & hidup yang sia-sia. Dari situ saja, sukacitanya jauh melampaui sukacita apapun yang ada di dunia. Lalu, mata rohani kita dicelikkan melihat kebaikan demi kebaikan Tuhan setiap hari. Sukacita pun penuh saat kita menghitung betapa banyaknya berkat yang Tuhan berikan bagi roh, jiwa & tubuh. Lagi, jika kita melangkah dalam iman & percaya bahwa apapun yang menurut kita buruk terjadi dalam hidup kita, ternyata kelak membawa kebaikan bagi kita (Rom 8:28) maka kita pun akan bersukacita karena sekalipun kini tampak kalah & rugi, di ujung perjalanan kita tetap untung besar. 

Inilah sukacita orang-orang yang ketika dewasa me-lihat  ke belakang & berkata, “Aku bersyukur mendpat dididik keras & mengalami hal-hal yang pahit sebab aku menikmati buah-buahnya yang manis kini”. Akhirnya, sukacita kita meluap karena tahu benar bahwa dunia ini bukan akhir dari perjalanan kita. Kita memiliki pengharapan akan tempat dimana tangis yang ada ialah tangis bahagia. Saudara-saudaraku, senyum & tawa lebar ialah bagian kita tiap hari. Bersukacitalah senantiasa. Salam revival! 


JESUS BLESS





No comments:

Post a Comment