Suatu perjalanan yang luar biasa, kalau Tuhan mempercayakan
sebuah pekerjaan kepada saya, 24 tahun, serasa baru kemarin.
Sangat bersyukur banget bisa bekerja bersama dengan suami di 2 Perusahaan yang
berbeda dengan 1 lokasi yang sama & Owner yang sama. It's Amazing! Terima
kasih untuk pekerjaanku. Firman Tuhan pagi ini juga luar biasa (sebab
berkaitan dengan cara pandang kita tentang Bekerja). Sejak 10 tahun ayat Firman
Tuhan ini sudah menjadi rhema bagi saya pribadi, dimana seorang mentor saya
membagikan ayat ini dikomsel...
Kolose 3:23, “Apapun juga yang kamu perbuat,
perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Jadikan ayat ini sebagai pedoman
dalam hal bekerja. Percayalah Tuhan sudah menyediakan berkatNya bagi
para hambaNya yang taat J. Sebab ketaatan kepada atasan dimata Tuhan adalah
suatu kebaikan & orang yang telah berbuat baik akan mendapat perhatian /
balasannya dari Tuhan. Efesus 6:8, “Kamu
tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah
berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.”
Respon 1
“Saat memukuli isteri, tanpa sadar kita melukai diri
sendiri.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Sabtu, 15 Nov
2014. Konsen-trasi saat Membajak. Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi
menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah. (Lukas 9:62) Memasuki musim tanam
padi, Arman dan kedua orangtuanya mempersiapkan sawah untuk ditanami.
Mereka membersihkan selu-ruh sawah yang akan digarap, lalu mengolah tanahnya.
Untuk mempercepat pengolahan tanah dan mendapatkan hasil terbaik, Arman
menggunakan traktor. Dengan penuh konsentrasi ia menggilas gundukan tanah di
setiap bidang sawah, menghancurkan serta meratakan hingga tanah di sawah
menjadi gembur. Akhirnya, sawah terlihat rapi dan siap untuk ditanami padi.
Saat seorang petani berkonsentrasi mengolah atau membajak sawah, ada satu hal
yang perlu ia perhatikan: ia tidak boleh menoleh ke belakang. Alasan-nya sangat
sederhana, yaitu agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan dengan hasil
yang sebaik-baiknya. Saat membajak di sawah ia harus fokus memandang ke depan,
pada tanah yang akan diolah menjadi lahan yang siap ditanami. Tuhan menempatkan
setiap orang percaya untuk menggarap lahan-Nya. Lahan itu antara
lain berupa jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan dan memerlukan jalan kebenaran.
Lahan yang siap ditanami benih kebenaran firman Tuhan untuk memba-wa mereka
menemukan jalan kehidupan yang seharusnya. Para pengikut Kristus dilayakkan
untuk melakukan pekerjaan mulia ini. Nah, ketika kita sedang bertugas sebagai
penggarap lahan, jangan pernah menengok ke belakang, namun tunjukkan kepedulian
yang sungguh-sungguh pada orang yang kita layani. Kiranya hati orang itu
melembut, menjadi “tanah yang gembur”, siap ditanami benih firman-Nya.
BERSIAPLAH MENGGARAP LAHAN MILIK TUHAN DENGAN MENABURKAN BENIH FIRMAN TUHAN
KEPADA SE-MUA ORANG YANG BELUM MENGE-NAL-NYA. Happy Weekend. Tuhan Yesus
memberkati.
Respon 3
Kolose 3:23, apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah
dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan, dan bukan untuk manusia. Ber-syukur buat setiap
pekerjaan yang Tuhan berikan buat kita. Rasul Paulus menasihatkan kepada semua
orang Kristen untuk menganggap semua pekerjaan yang sudah dipercayakan kepada
kita, sebagai suatu pelayanan kepada Tuhan, oleh sebab itu harus kita kerjakan
dengan segenap hati dan sebaik-baiknya. Sebagai ibu rumah tangga aku memang
tidak bekerja menghasilkan uang tapi ini juga pekerjaan yang Tuhan berikan
untuk aku, aku bersyukur buat pekerjaan ini :D. Melayani keluargaku seperti
melayani Tuhan. Kadang ya memang capek tapi tetap bersyu-kur karena Tuhan sudah
beri kemampuan bisa mengerjakan semua ini dengan baik. Terima kasih Tuhan buat
pekerjaanku.
Respon 4
Ams 13:4, Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia,
sedangkan hati orang RAJIN diberi KELIMPAHAN! Ayoo ojok malas. Rajin yoo. Pasti diberkati
berlimpah-limpah! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 5
Sementara dunia sibuk merancang & meramu berbagai bentuk
entertainment yang semakin hari semakin di luar akal sehat, demi tujuan
pencarian kesenangan di dunia yang murung & banjir air mata ini, kita
sebagai orang percaya sebenarnya memiliki harta rohani yang sangat berharga,
yang bernama 'sukacita'. Yang kita miliki tidak sama dengan yang ada di dunia.
Sukacita kita itu surgawi, tak berkesudahan, kudus, & sangat besar sehingga
tak tergambarkan dengan kata-kata manusia (1 Pet 1:8). Rasul Paulus menuliskan
bahwa salah satu hasil dari hubungan yang erat antara kita dengan Roh Kudus
adalah sukacita (Gal. 5:22). Artinya, orang-orang percaya sebenarnya adalah
orang yang tidak akan pernah kehilangan sukacita, asalkan mau menjaga hubungannya dengan Tuhan.
Dan inilah rahasianya
bagaimana sukacita itu terus berdiam bahkan bertumbuh di hati kita:
Pertama-tama, Roh Kudus meyakinkan kita bahwa kita yang percaya adalah milik
Tuhan. Kita dikasihi, diampuni, & diselamatkan dari maut & hidup yang
sia-sia. Dari situ saja, sukacitanya jauh melampaui sukacita apapun yang ada di
dunia. Lalu, mata rohani kita dicelikkan melihat kebaikan demi kebaikan Tuhan
setiap hari. Sukacita pun penuh saat kita menghitung betapa banyaknya berkat
yang Tuhan berikan bagi roh, jiwa & tubuh. Lagi, jika kita melangkah dalam
iman & percaya bahwa apapun yang menurut kita buruk terjadi dalam hidup
kita, ternyata kelak membawa kebaikan bagi kita (Rom 8:28) maka kita pun akan
bersukacita karena sekalipun kini tampak kalah & rugi, di ujung perjalanan
kita tetap untung besar.
Inilah sukacita orang-orang yang ketika dewasa me-lihat
ke belakang & berkata, “Aku
bersyukur mendpat dididik keras &
mengalami hal-hal yang pahit sebab aku menikmati buah-buahnya yang manis kini”.
Akhirnya, sukacita kita meluap karena tahu benar bahwa dunia ini bukan akhir
dari perjalanan kita. Kita memiliki pengharapan akan tempat dimana tangis yang
ada ialah tangis bahagia. Saudara-saudaraku, senyum & tawa lebar ialah
bagian kita tiap hari. Bersukacitalah senantiasa. Salam revival!
No comments:
Post a Comment