Thank you untuk setiap pasangan hidup kita masing-masing yang telah membawa cahaya dalam kehidupan, Istri Idaman (Amsal 31:10-31) & suami pujaan (Efesus 5:21-33). Ucapkan syukur untuk pasangan hidup kita, apapun keadaannya J. Terimalah seperti saat kita menerimanya di awal pernikahan kita. Thank you buat suami tercinta, thank you buat istri tersayang.
Respon 1
SAAT TEDUH. Kamis, 6 November 2014. Terberkati. Akulah Allah
ayahmu Abraham; janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; Aku akan
memberkati engkau dan membuat banyak keturunanmu karena Abraham, hamba-Ku itu.
(Kejadian 26:24) Ketika berkat Tuhan mendatangi kita dengan limpahnya, tentu
hidup kita menjadi lebih nyaman. Akan tetapi, berkat yang melimpah mempunyai
konsekuensinya sendiri. Misalnya, banyak godaan yang akan datang. Banyak teman
yang datang dengan berbagai motif dan membawa pengaruh buruk. Kesombongan juga
gampang datang menghampiri kita. Karena kepatuhannya kepada Allah, Ishak tetap
tinggal di Kanaan dan tidak pergi ke Mesir ketika terjadi kelaparan. Ia menetap
di Gerar, daerah orang Filistin. Di situ Allah memberkati Ishak secara luar
biasa sehingga ia mendapat hasil panen seratus kali lipat. Ia menjadi sangat kaya.
Abimelekh, raja orang Filistin, merasa terancam dan menutup sumur milik Ishak, dan
akhirnya mengusir Ishak.
Karena tidak mau cari ebut, Ishak menyingkir. Namun
kemudian sikap Abimelekh berubah karena ia melihat penyertaan Tuhan atas Ishak.
Baginya, akan lebih menguntungkan jika menjadikan Ishak sebagai sekutu daripada
sebagai musuh. Abimelekh pun mengajak Ishak mengikat perjanjian. Ini peneguhan
dari penyertaan dan berkat Tuhan atas Ishak. Beragam reaksi orang ketika
melihat berkat Tuhan atas hidup kita. Ada yang merasa iri, ada juga yang ingin
menarik manfaat dari kita. Tetaplah bersyukur. Semua itu tidak lain wujud
pemeliharaan Tuhan atas hidup kita. Kita juga mengingat bahwa berkat itu bukan
untuk dinikmati sendiri. Tuhan menghendaki kita menjadi berkat bagi sebanyak mungkin
orang. BERKAT AKAN BERARTI MANA KALA MENJADI BERKAT BAGI ORANG LAIN Selamat
Pagi… Maaf kesiangan. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 2
Ya... Bagaimanapun suami
kita dan dalam keadaan apapun dia, dia adalah pasangan hidup kita, kita harus
terima kenyataan itu. Tuhan telah menjadikan kita bersatu dengan suami kita.
Kalau dulu saya pernah menyesali menikah dengan dia, tapi sejak saya kenal dan
mengerti siapa Tuhan kita, pikiran itu saya musnahkan. Thank you Cik and Jbu
all too.
Respon 3
Shalom. Pagi Siu. Amin...
Siu. Thank you YESUS untuk seorang suami. Thank you untuk segala kebaikannya.
Thank you untuk tanggung jawab sebagai kepala keluarga yang menjadi tulang
punggung keluarga, bekerja banting tulang tidak mengenal lelah mencukupi
kebutuhan keluarga. Thank you JESUS untuk berkatMU yang KAU beri di dunia
plastik. Sehingga kami boleh memiliki rumah 34 yang saya pernah impikan. Juga
bisa membiayai Fei-Fei untuk S2 diluar negeri
yang Fei-Fei inginkan, cita-citakan. Thank you untuk
kesehatan, BAPA disepanjang hidupnya. Tolong dia BAPA supaya jiwanya boleh
diselamatkan dan mengenal ENGKAU.
Respon 4
Thank you menginspirasiku pagi ini. Untuk saya, thank you
buat suami yang kukasihi... BAPA, biarlah hamba boleh jadi istri terbaik yang
boleh jadi penolong buat dia. Amin. Thank you.
Respon 5
“Ketentraman sejati terjadi bukan karena tidak ada musuh,
tetapi karena ada damai di hati.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 6
MINDSET / PENJARA PIKIRAN.
Pada suatu ketika ada seekor belalang yang berhasil keluar dari sebuah kotak
yang lama mengu-rungnya. Dengan gembira dia melompat-lompat kesana kemari menikmati kebebasannya. Di perjalanan dia
bertemu dengan belalang lain, dia sangat terkejut tatkala dia melihat bahwa
belalang itu bisa melompat jauh lebih tinggi dan lebih jauh darinya. Dengan
pena-saran dia bertanya, “Aneh.., mengapa kamu bisa melompat lebih tinggi dan
lebih jauh dariku, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia maupun ukuran
tubuh?” Belalang itu menjawabnya dengan pertanyaan, “Dimana-kah kamu tinggal
selama ini? Semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melaku-kan
seperti yang aku barusan lakukan.” Seketika itu si belalang tersadar bahwa
selama ini kotak itulah yang telah membatasi lompatannya sehingga tidak bisa
sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas. Berapa sering kita
sebagai manusia, tanpa sadar juga mengalami hal yang sama dengan belalang
tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan beruntun,
perkataan teman, tradisi, dll. Semua itu
membuat kita terpenjara dalam kotak semu yang mengkerdilkan potensi diri kita.
Seringkali kita mempercayai mentah-mentah apa yang orang voniskan pada kita
tanpa berpikir dalam-dalam apakah hal itu benar adanya atau benarkah kita
selemah itu? Lebih parah lagi, kita acap kali lebih memilih mempercayai mereka
daripada mempercayai diri sendiri. Tahukah, bahwa gajah yang sangat kuat bisa
diikat hanya dengan tali yang rapuh yang terikat pada pancang kecil? Gajah
tersebut merasa bahwa dirinya tidak bisa bebas jika ada “sesuatu” yang mengikat
kakinya, padahal “sesuatu” itu bisa jadi hanya seutas tali kecil yang rapuh… “I
think anything is possible if you have the MINDSET and the will and desire to
do it and put the time in.” -- Roger Clemens. Have a 'Can Do Spirit/Mindset'
& 'Brave Heart to leave the Comfort Zone' if you really want to change! Happy
Thursday.
No comments:
Post a Comment