Terima kasih Tuhan untuk para sahabat yang sudah Engkau berikan dalam kehidupanku yang mengasihiku tanpa memandang kegagalan & kelemahanku.
Amsal 11:14, “Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bang-sa, tetapi jikalau penasihat banyak, kesela-matan ada.”
Tolong aku untuk mengasihi mereka juga sebagaimana Engkau sudah menerimaku J. Saat yang indah dalam hidup adalah ketika kita bisa mengasihi, memberi & melayani sahabat-sahabat kita.
1 Tes 5:18 “Bukankah Kitab Suci
berkata: ‘Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik,’ dan
lagi ‘seorang pekerja patut mendapat upahnya.’” Amin.
Respon 1
“Saat kita tahu tujuan akhir perjalanan hidup kita, kita
akan lebih mantap melangkah.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
Masa lalu bukanlah tujuan kita! Sebab Aku ini mengetahui
rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN,
yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk
memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11).
Respon 3
SAAT TEDUH. Senin, 24 Nov
2014. Bukan Penampilan Luar. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia,
dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah
bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat. (1 Korintus 1:27) Kita
acap tertipu oleh penampilan luar seseorang. Orang kaya diperhatikan; orang
miskin dikesam-pingkan. Orang cantik diprioritaskan, orang lemah diabaikan.
Dan, betapa memprihatin-kan jika penilaian seperti itu terjadi dalam gereja!
Allah kita tidak memandang muka atau penampilan kita. Allah tidak pernah
tertipu oleh penampilan seseorang sebab Dia melihat hati. Dia justru memilih
orang yang tidak terpandang, dianggap hina, yang tidak berarti bagi dunia,
untuk meniadakan apa yang berarti (ay. 28). Paulus mengungkapkan kesadaran yang
amat dalam bahwa orang ‘bodoh dan lemah’ justru dipilih Allah. Orang yang
merasa dirinya tidak berdaya, lemah, dan bodoh cenderung membutuhkan bantuan
dan mendambakan kehadiran serta persaha-batan.
Demikian pula dalam ketergantungan nya
pada Allah, mereka benar-benar menga-kui kebutuhan mereka akan kehadiran-Nya.
Mereka cenderung lebih terbuka terhadap Allah. Sebaliknya, orang yang mencari
pengaruh, pujian, dan kekayaan untuk diri sendiri sering tampak tertutup
terhadap Allah karena merasa sudah mampu memperolehnya dengan kekuatan sendiri.
Orang cenderung lebih tertarik mendandani penampilan luar dengan ‘balutan
rohani’ demi membangun reputasi di depan manusia. Allah tidak tertarik dengan
topeng semacam itu. Hati-Nya terpikat pada orang yang menyadari
ketidakberdayaan mereka dan bersedia mengandalkan kehadiran dan kekuatan-Nya.
Merekalah yang dipilih Allah sehingga tidak ada seorang pun yang dapat
memegahkan diri di hadapan-Nya (ay. 29). BUKAN PENAM-PILAN LAHIRIAH YANG AKAN
MEM-BUAT ALLAH TERTARIK, MELAINKAN HATI YANG MERINDUKAN DAN ME-NGANDALKAN KEHADIRAN-NYA. Welcome Monday. Pagi... Semangat!!! Tuhan Yesus memberkati.
Respon 4
Maz 34:20, Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN
melepaskan dia dari semuanya itu! Yukk jadi orang benar, bisa banyak masalah,
tapi TUHAN pasti beri pertolongan! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
No comments:
Post a Comment