Ulangan
28:8, “TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di
dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan
kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.” Yakinlah KESUK-SESAN itu bagian hidup
kita. Amsal 22:29, “Pernahkah engkau
melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan
berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.” #Thank You untuk
kesuksesan yang Tuhan sudah berikan #ThankYou buat anugerahMu yang besa r#Thank You, aku bersyukur
buat kesuksesan / berkat yang dari Tuhan!#Thank You rekan-rekan yang sudah mensupport
kesuksesan ini
Respon 1
Maz 74:15, ENGKAUlah yang membelah mata air dan sungai;
ENGKAUlah yang mengeringkan sungai-sungai yang selalu mengalir! TUHAN sanggup
melakukan apa saja. Kita pasti BISA! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
SAAT TEDUH. Sabtu, 29 Nov
2014. Hampa Tanpa ALLAH. Kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang ... kamu
berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk
upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlubang
(Hagai 1:6). Sepenggal bait dalam sebuah
puisi murahan berbunyi
demikian: “Seekor beruang tua yang gembira di kebun binatang, selalu
tahu apa yang harus dilakukan. Jika bosan, ia akan berjalan maju mundur,
berbalik, dan maju mundur lagi!” Penulis puisi ini tampak jelas berharap
manusia dapat menangkap pelajaran dari sang beruang, karena makhluk hidup ini
selalu gembira selama ada cukup makanan dan ada beberapa teman di sekeliling
mereka. Akan tetapi, tidak demikian halnya yang terjadi dengan manusia. Bangsa
Israel yang telah kembali dari Babel mendapati bahwa manusia tidak bisa bahagia
apabila ia hidup hanya untuk dirinya sendiri. Saat itu mereka tidak peduli pada
Bait Allah yang belum dibangun. Sebaliknya, mereka justru membangun rumah yang
bagus serta berfoya-foya dan sibuk dengan hal-hal yang bersifat materialistis.
Akan tetapi, hasil panen mereka sedikit, baju mereka tidak layak, dan uang
mereka tidak dapat mengimbangi harga-harga yang melambung tinggi (Hagai 1:6).
Sang nabi mengatakan bahwa ketidakbahagiaan mereka sesungguhnya
bersumber dari ketamakan yang ada dalam diri mereka sendiri. Allah menciptakan
kita sesuai dengan citra-Nya dan demi kemuliaan-Nya. Kita tak akan pernah
menemukan sukacita sejati sebelum mematuhi perintah Kristus, yaitu “carilah
dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya” (Matius 6:33). Jika kita melakukan
prinsip firman Allah tersebut, maka kita akan menabur dan menuai dengan
berlimpah, dan seluruh kebutuhan hidup kita pun akan dapat terpenuhi. PEMUASAN
DIRI YANG EGOIS HANYA AKAN MENGANTAR KITA PADA KEHIDUPAN ROHANI YANG MANDEK.
Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 3
“To evaluate your faith,
consider how you react to adversity.” “Untuk mengevaluasi iman anda, pikirkan
bagaimana anda bereaksi terhadap kesukaran.” Mazmur 26:2, “Ujilah aku, ya TUHAN, dan
cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.” Orang yang tidak suka
mengevaluasi diri akan mengalami stagnasi, padahal setiap hari selalu ada
perkembangan baru, mari kita koreksi dan perbaiki yang sudah kita lakukan
supaya menjadi lebih baik, agar kita bisa berkembang dan naik ke tingkatan
iman, pengharapan dan kasih yang lebih tinggi. Dibutuhkan kemauan dan
kerendahan hati agar kita bisa melakukan Evaluasi secara konsisten, padahal
evaluasi sangat baik agar bila ada kekeliruan kita tidak menyimpang terlalu jauh,
karena setiap kesalahan adalah sebuah kerugian yang sia-sia yang akan
menghambat hidup kita. GBU.
Respon 4
“Jika Anda menjadikan masa
lalu sebagai guru dan masa depan sebagai harapan, maka Anda sudah berada di
jalur yang benar untuk mencapai
kesuksesan.” Xavier Quentin Pranata.
No comments:
Post a Comment