Saturday, 29 November 2014

29 November 2014 - Sebelum Tuhan Merancang Dasar Bumi, IA memutuskan untuk Kesuksesan kita (MEMBERKATI kita)


Ulangan 28:8, “TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.” Yakinlah KESUK-SESAN itu bagian hidup kita. Amsal 22:29, “Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.” #Thank You untuk kesuksesan yang Tuhan sudah berikan #ThankYou buat anugerahMu yang besa r#Thank You, aku bersyukur buat kesuksesan / berkat yang dari Tuhan!#Thank You rekan-rekan yang sudah mensupport kesuksesan ini 

Respon 1
Maz 74:15, ENGKAUlah yang membelah mata air dan sungai; ENGKAUlah yang mengeringkan sungai-sungai yang selalu mengalir! TUHAN sanggup melakukan apa saja. Kita pasti BISA! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
SAAT TEDUH. Sabtu, 29 Nov 2014. Hampa Tanpa ALLAH. Kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang ... kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlubang (Hagai 1:6). Sepenggal bait dalam sebuah   puisi   murahan  berbunyi  demikian: “Seekor beruang tua yang gembira di kebun binatang, selalu tahu apa yang harus dilakukan. Jika bosan, ia akan berjalan maju mundur, berbalik, dan maju mundur lagi!” Penulis puisi ini tampak jelas berharap manusia dapat menangkap pelajaran dari sang beruang, karena makhluk hidup ini selalu gembira selama ada cukup makanan dan ada beberapa teman di sekeliling mereka. Akan tetapi, tidak demikian halnya yang terjadi dengan manusia. Bangsa Israel yang telah kembali dari Babel mendapati bahwa manusia tidak bisa bahagia apabila ia hidup hanya untuk dirinya sendiri. Saat itu mereka tidak peduli pada Bait Allah yang belum dibangun. Sebaliknya, mereka justru membangun rumah yang bagus serta berfoya-foya dan sibuk dengan hal-hal yang bersifat materialistis. Akan tetapi, hasil panen mereka sedikit, baju mereka tidak layak, dan uang mereka tidak dapat mengimbangi harga-harga yang melambung tinggi (Hagai 1:6). Sang nabi mengatakan bahwa ketidakbahagiaan mereka sesungguhnya bersumber dari ketamakan yang ada dalam diri mereka sendiri. Allah menciptakan kita sesuai dengan citra-Nya dan demi kemuliaan-Nya. Kita tak akan pernah menemukan sukacita sejati sebelum mematuhi perintah Kristus, yaitu “carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya” (Matius 6:33). Jika kita melakukan prinsip firman Allah tersebut, maka kita akan menabur dan menuai dengan berlimpah, dan seluruh kebutuhan hidup kita pun akan dapat terpenuhi. PEMUASAN DIRI YANG EGOIS HANYA AKAN MENGANTAR KITA PADA KEHIDUPAN ROHANI YANG MANDEK. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.

Respon 3
“To evaluate your faith, consider how you react to adversity.” “Untuk mengevaluasi iman anda, pikirkan bagaimana anda bereaksi terhadap kesukaran.” Mazmur 26:2, “Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.” Orang yang tidak suka mengevaluasi diri akan mengalami stagnasi, padahal setiap hari selalu ada perkembangan baru, mari kita koreksi dan perbaiki yang sudah kita lakukan supaya menjadi lebih baik, agar kita bisa berkembang dan naik ke tingkatan iman, pengharapan dan kasih yang lebih tinggi. Dibutuhkan kemauan dan kerendahan hati agar kita bisa melakukan Evaluasi secara konsisten, padahal evaluasi sangat baik agar bila ada kekeliruan kita tidak menyimpang terlalu jauh, karena setiap kesalahan adalah sebuah kerugian yang sia-sia yang akan menghambat hidup kita. GBU.

Respon 4
“Jika Anda menjadikan masa lalu sebagai guru dan masa depan sebagai harapan, maka Anda sudah berada di jalur yang benar untuk mencapai kesuksesan.” Xavier Quentin Pranata.

JESUS BLESS

No comments:

Post a Comment