Efesus 2:19, “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.”
Bersyukur untuk Gereja Lokal AOCyang sudah membawa Jemaat untuk BERTUMBUH bersama-sama melalui Komsel, dimana setiap jemaat bisa BER-FUNGSI secara maksimal dalam Gereja Lokal bahkan menjadi BERKAT buat kota & negara tercinta serta bangsa-bangsa.
Efesus 4:11-12, “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.”
Thank you saudara-saudaraku jemaat AOC. Thank you saudara-saudaraku Komsel AOC.
Respon 1
Maz 106:9, “Dihardik-NYA laut teberau, sehingga kering,
dibawa-NYA mereka berjalan lewat samudera raya seperti lewat padang gurun.”
Nggak ada jalan, DIA bisa buat jalan. Sekarang pasti mujizat terjadi. Alami
sendiri! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
“Kelimpahan tanpa ucapan syukur adalah kesombongan.” Xavier
Quentin Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Sabtu, 22 Nov 2014. Me-nunggu Saatnya Tiba.
Tetapi bertumbuhlah dalam anugerah dan dalam pengenalan akan Tuhan dan
Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai
selama-lamanya (2 Petrus 3:18). Menunggu itu tidak selalu membosankan!
Tergantung bagaimana sikap hati
kita saat menunggu. Saya teringat betapa senangnya hati saya saat menantikan
kunjungan orang yang saya kasihi. Kegiatan membersihkan rumah dan menyiapkan
makanan, walaupun melelahkan, terasa sangat menyenangkan karena dilakukan
sambil terus membayangkan kedatangannya. Melakukan sesuatu untuk orang yang
kita kasihi tidaklah membebani. Petrus mengingat-kan jemaat saat itu bahwa
mereka akan meng-hadapi keadaan yang semakin sulit (ay. 3). Di tengah kondisi
yang tidak mudah itu, mereka diingatkan untuk terus meletakkan pengha-rapan
mereka akan kedatangan-Nya yang tidak terduga (ay. 10). Petrus juga
mengingat-kan tentang apa yang harus dilakukan ketika menunggu saat bertemu
dengan-Nya: menjaga kesucian dan kesalehan hidup (ay. 11), hidup dengan tidak
bercacat dan tidak bernoda (ay. 14), hidup dalam perdamaian dengan Dia (ay.
14). Inilah yang Petrus kehendaki agar diupa-yakan oleh jemaat yang ia layani.
Kehidupan seperti inilah yang menyenangkan hati Tuhan dan akan membuat banyak orang tertarik untuk mengenal-Nya.
Apakah cara kita menjalani hidup yang Dia percayakan sudah mencerminkan kasih
kita kepada-Nya? Apakah hidup kita sudah menjadi kesaksian bagi orang lain di
sekitar kita? Di dalam penantian kita akan kedatangan-Nya, dengan berbagai
macam kesulitan yang mungkin kita alami, mari kita senantiasa mengupayakan
kehidupan sebagaimana yang Petrus nyatakan di atas, di dalam keseharian kita.
MASA-MASA MENANTIKAN KEDATANGAN-NYA ADALAH MASA UNTUK BERSAKSI AKAN
KEBAIKAN-NYA. Selamat Pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 4
Shalom. Salam kenal ya. Setelah mendapat beberapa kali BC
(broadcast) dari ibu, saya ingin tahu yang ibu sebut AOC tersebut persisnya
gereja mana dan di mana ya Bu?
Tanggapan Saya
Shalom Pak Peter, pagi. Salam kenal juga J.
Ya puji Tuhan AOC adalah Alfa Omega Church. Alamat: Darmo Permai Utara 32
Surabaya. Ya kapan-kapan bisa mampir J.
Respon 5 (Eddy Zhu – CL 5)
Thank you untuk setiap PK dan PKS yang selalu mendekatkan
diri untuk slalu merindukan setiap saudara untuk tidak bosan-bosan untuk selalu
setia kepada Tuhan kita yang luar biasa J. Kami satu keluarga
sunguh berterima kasih kepada Tuhan. Kami dikenalkan kepada komsel ini/Komsel
CL. Suatu hal yang patut dibanggakan yang Tuhan arahakan ini. Thank you.
Tanggapan Saya
Shalom Eddy-Riska, thank
you sudah menjadi bagian keluarga besar AOC. Maju terus dalam Tuhan, responi
panggilan ilahi Nya niscaya perkenaan Tuhan ada senantiasa atas hidup kalian.
Respon 6
Sikap hati kita menjalani
rutinitas sehari-hari sangat penting di hadapan Tuhan. Dari keseharian kita,
orang melihat kesaksian hidup kita: suatu hidup yang berbeda dengan orang-orang
duniawi yang belum mengenal Kristus. Itu sebabnya lebih penting bagaimana kita
membawa diri -dalam ketulusan & sebagaimana adanya kita, bukan dalam
kemunafikan- setiap hari daripada sekedar menunjukkan wajah alim di hari Minggu
saat ke gereja. Salah satu yang penting kita perhatikan adalah bagaimana kita
menangani mood (perasaan atau emosi) kita sehari-hari. Amsal 15:13 memberitahu
kita bahwa 'kepedihan hati mematahkan semangat' lalu di ayat 15 dilanjutkan
bahwa 'hari orang berkesusahan buruk semuanya'. Artinya, dampak dari suatu
kondisi hati yang suram sangat besar. Hari yang kita jalani ditentukan cerah
tidaknya oleh suasana hati kita -yang bisa berimbas pula pada hidup rohani kita
hari itu. Hati yang muram -entah disebabkan memang ada faktor
luar (peristiwa tidak menyenangkan) atau faktor dalam diri kita yang sering
berpikiran negatif- membuat hari-hari kita seolah ditutup oleh awan gelap.
Selanjutnya keluhan, omelan, sungut², juga amarah menjadi pengisi sepanjang
hari itu! Hati yang muram (bad mood) biasanya disebabkan ada kesedihan atau
ketidakpuasan. Itu melemahkan kekuatan kita menjalani hidup & menarik kita
ke jurang depresi atau stress. Kunci kemenangan ada di Amsal 15:15b 'orang yang
gembira hatinya selalu berpesta'. 'Gembira hati' sebenarnya bisa diterjemahkan
'kondisinya hatinya baik'. Kata 'baik' tersebut ialah kata yang sama yang
digunakan membicarakan kebaikan Tuhan. Di sanalah rahasianya. Suasana hati kita
baik saat hati dipenuhi kebaikan-kebaikan Tuhan. Bukan ingatan-ingatan yang
buruk tentang banyak hal melainkan kenangan-kenangan indah akan kebaikan Tuhan.
Bahkan lebih dari itu,
sebab kebaikan Tuhan selalu ada di sekeliling kita! Saat kita muram, kita harus
belajar 'mengecap & melihat betapa baiknya Tuhan itu' (Maz. 34:9). Ratap
akan menjadi tarian. Hari suram menjadi pesta sepanjang hari. Salam revival!
No comments:
Post a Comment