Saturday, 22 November 2014

22 November 2014 - Gereja adalah Keluarga Rohani, Gereja adalah Rumah Rohani, dan Gereja adalah Tubuh Kristus


Efesus 2:19, “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.”


Bersyukur untuk Gereja Lokal AOCyang sudah membawa Jemaat untuk BERTUMBUH bersama-sama melalui Komsel, dimana setiap jemaat bisa BER-FUNGSI secara maksimal dalam Gereja Lokal bahkan menjadi BERKAT buat kota & negara tercinta serta bangsa-bangsa. 

Efesus 4:11-12, “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.”  

Thank you saudara-saudaraku jemaat AOC. Thank you saudara-saudaraku Komsel AOC.


Respon 1
Maz 106:9, “Dihardik-NYA laut teberau, sehingga kering, dibawa-NYA mereka berjalan lewat samudera raya seperti lewat padang gurun.” Nggak ada jalan, DIA bisa buat jalan. Sekarang pasti mujizat terjadi. Alami sendiri! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
“Kelimpahan tanpa ucapan syukur adalah kesombongan.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
SAAT TEDUH. Sabtu, 22 Nov 2014. Me-nunggu Saatnya Tiba. Tetapi bertumbuhlah dalam anugerah dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya (2 Petrus 3:18). Menunggu itu tidak selalu membosankan! Tergantung bagaimana   sikap  hati  kita  saat   menunggu. Saya teringat betapa senangnya hati saya saat menantikan kunjungan orang yang saya kasihi. Kegiatan membersihkan rumah dan menyiapkan makanan, walaupun melelahkan, terasa sangat menyenangkan karena dilakukan sambil terus membayangkan kedatangannya. Melakukan sesuatu untuk orang yang kita kasihi tidaklah membebani. Petrus mengingat-kan jemaat saat itu bahwa mereka akan meng-hadapi keadaan yang semakin sulit (ay. 3). Di tengah kondisi yang tidak mudah itu, mereka diingatkan untuk terus meletakkan pengha-rapan mereka akan kedatangan-Nya yang tidak terduga (ay. 10). Petrus juga mengingat-kan tentang apa yang harus dilakukan ketika menunggu saat bertemu dengan-Nya: menjaga kesucian dan kesalehan hidup (ay. 11), hidup dengan tidak bercacat dan tidak bernoda (ay. 14), hidup dalam perdamaian dengan Dia (ay. 14). Inilah yang Petrus kehendaki agar diupa-yakan oleh jemaat yang ia layani. Kehidupan seperti inilah yang menyenangkan hati Tuhan dan akan membuat banyak orang tertarik untuk mengenal-Nya. Apakah cara kita menjalani hidup yang Dia percayakan sudah mencerminkan kasih kita kepada-Nya? Apakah hidup kita sudah menjadi kesaksian bagi orang lain di sekitar kita? Di dalam penantian kita akan kedatangan-Nya, dengan berbagai macam kesulitan yang mungkin kita alami, mari kita senantiasa mengupayakan kehidupan sebagaimana yang Petrus nyatakan di atas, di dalam keseharian kita. MASA-MASA MENANTIKAN KEDATANGAN-NYA ADALAH MASA UNTUK BERSAKSI AKAN KEBAIKAN-NYA. Selamat Pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.


Respon 4
Shalom. Salam kenal ya. Setelah mendapat beberapa kali BC (broadcast) dari ibu, saya ingin tahu yang ibu sebut AOC tersebut persisnya gereja mana dan di mana ya Bu? 


Tanggapan Saya
Shalom Pak Peter, pagi. Salam kenal juga J. Ya puji Tuhan AOC adalah Alfa Omega Church. Alamat: Darmo Permai Utara 32 Surabaya. Ya kapan-kapan bisa mampir J.

Respon 5 (Eddy Zhu – CL 5)
Thank you untuk setiap PK dan PKS yang selalu mendekatkan diri untuk slalu merindukan setiap saudara untuk tidak bosan-bosan untuk selalu setia kepada Tuhan kita yang luar biasa J. Kami satu keluarga sunguh berterima kasih kepada Tuhan. Kami dikenalkan kepada komsel ini/Komsel CL. Suatu hal yang patut dibanggakan yang Tuhan arahakan ini. Thank you.

Tanggapan Saya
Shalom Eddy-Riska, thank you sudah menjadi bagian keluarga besar AOC. Maju terus dalam Tuhan, responi panggilan ilahi Nya niscaya perkenaan Tuhan ada senantiasa atas hidup kalian.
 

Respon 6
Sikap hati kita menjalani rutinitas sehari-hari sangat penting di hadapan Tuhan. Dari keseharian kita, orang melihat kesaksian hidup kita: suatu hidup yang berbeda dengan orang-orang duniawi yang belum mengenal Kristus. Itu sebabnya lebih penting bagaimana kita membawa diri -dalam ketulusan & sebagaimana adanya kita, bukan dalam kemunafikan- setiap hari daripada sekedar menunjukkan wajah alim di hari Minggu saat ke gereja. Salah satu yang penting kita perhatikan adalah bagaimana kita menangani mood (perasaan atau emosi) kita sehari-hari. Amsal 15:13 memberitahu kita bahwa 'kepedihan hati mematahkan semangat' lalu di ayat 15 dilanjutkan bahwa 'hari orang berkesusahan buruk semuanya'. Artinya, dampak dari suatu kondisi hati yang suram sangat besar. Hari yang kita jalani ditentukan cerah tidaknya oleh suasana hati kita -yang bisa berimbas pula pada hidup rohani kita hari itu. Hati yang muram -entah disebabkan memang ada faktor luar (peristiwa tidak menyenangkan) atau faktor dalam diri kita yang sering berpikiran negatif- membuat hari-hari kita seolah ditutup oleh awan gelap. Selanjutnya keluhan, omelan, sungut², juga amarah menjadi pengisi sepanjang hari itu! Hati yang muram (bad mood) biasanya disebabkan ada kesedihan atau ketidakpuasan. Itu melemahkan kekuatan kita menjalani hidup & menarik kita ke jurang depresi atau stress. Kunci kemenangan ada di Amsal 15:15b 'orang yang gembira hatinya selalu berpesta'. 'Gembira hati' sebenarnya bisa diterjemahkan 'kondisinya hatinya baik'. Kata 'baik' tersebut ialah kata yang sama yang digunakan membicarakan kebaikan Tuhan. Di sanalah rahasianya. Suasana hati kita baik saat hati dipenuhi kebaikan-kebaikan Tuhan. Bukan ingatan-ingatan yang buruk tentang banyak hal melainkan kenangan-kenangan indah akan kebaikan Tuhan. Bahkan lebih dari itu, sebab kebaikan Tuhan selalu ada di sekeliling kita! Saat kita muram, kita harus belajar 'mengecap & melihat betapa baiknya Tuhan itu' (Maz. 34:9). Ratap akan menjadi tarian. Hari suram menjadi pesta sepanjang hari. Salam revival!

JESUS BLESS



No comments:

Post a Comment