Ibrani 13:17a, “Taatilah pemimpin-pemimpin-mu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya.” Amin.
Thank you untuk semua Tim Gembala AOC, yang sudah
menjadi pembimbing rohani bagi setiap jemaat yang sudah bergereja lokal sejak
gereja AOC ada. Thank you sudah menjadi
pembimbing rohani yang luar biasa, sudah menginspirasi kita semua melalui
Firman Tuhan yang dibagikan sehingga kami boleh bertumbuh sedemikian rupa hingga saat ini. Thank you AOC. #Build
A Better Us #MyChurch MyHome.
Respon 1
“Reputasi yang dibangun berabad-abad bisa hancur oleh emosi
sesaat.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Selasa, 18 Nov 2014. Sebe-lum Bercerai. Saya
heran tentang Saudara-saudara! Kalian dipanggil Allah oleh karena rahmat Kristus,
tetapi sekarang kalian begitu cepat membelakangi Allah dan mengikuti ‘kabar
baik’ yang lain daripada Kabar Baik yang dari Allah. (Galatia 1:6, BIS)
Sepasang suami-istri yang berniat bercerai mendatangi konselor terkenal. Sang
konselor menasihati mereka, “Dalam sebulan mendatang, lakukan kembali apa saja
yang dulu Anda lakukan pada pasangan
Anda selama berpacaran. Sesudah itu, silakan
bercerai.” Meskipun bingung mendengarnya, keduanya mematuhi nasihat itu. Si
suami mengajak istrinya ke tempat-tempat yang dulu mereka kunjungi,
membelikannya makanan dan barang kesukaannya, menonton ulang film-film
kegemaran mereka, menjalankan hobi mereka berdua. Demikian pula si istri, ia
melakukan apa saja yang dulu dikerjakannya bagi sang suami. Hasilnya? Mereka
memutuskan batal bercerai! Seperti hubungan pernikahan, saat kita mengikut
Kristus, banyak juga “kabar baik” yang berusaha menceraikan kita dari-Nya.
“Kabar baik” itu mungkin benar-benar menawan dan menggiurkan: kekayaan,
keber-hasilan, kesehatan, ketenaran. “Kabar baik” itu mungkin juga disodorkan
pada kita seolah-olah dari Dia, padahal hal itu bisa saja pemutarbalikan Injil
yang sebenarnya (ay. 7). Rasul Paulus sampai menegaskan, jangan per-caya pada
“kabar baik” seperti itu sekalipun ia sendiri
atau malaikat dari
surga yang menyampaikannya (ay. 8)! Jadi, apa yang harus kita lakukan?
Seperti suami-istri di atas, mari kita mengingat lagi anugerah keselamatan-Nya
dengan segenap kebaikan yang terkan-dung di dalamnya. Apalah artinya kesusahan
di dunia ini dibandingkan dengan kemuliaan kekal di surga? Jangan mau
diceraikan dari-Nya oleh apa pun atau siapa pun! SENAN-TIASA MENGINGAT ANUGERAH
KESE-LAMATAN TUHAN MENJADIKAN KITA KIAN MELEKAT ERAT PADA-NYA. Sela-mat pagi.
Tuhan Yesus memberkati.
Respon 3
Syalom. Amin... “Sesungguhnya, seperti kamu telah minum di
atas gunung-Ku yang kudus, segala bangsapun akan minum dengan tidak
henti-hentinya; bahkan, mereka akan minum dengan lahap, dan mereka akan menjadi
seakan-akan mereka tidak pernah ada.” (Obaja 1:16). Terima kasih ibu Siu,
selamat beraktivitas. TUHAN memberkati.
Respon 4
Mazmur 94:17-19, “Jika bukan TUHAN yang menolong aku, nyaris
aku diam di tempat sunyi. Ketika aku berpikir: 'Kakiku goyang,' maka kasih
setia-Mu, ya TUHAN, menyo-kong aku. Apabila bertambah banyak pikiran dalam
batinku, penghiburan-Mu menyenang-kan jiwaku.” Jadikanlah Tuhan Yesus pusat
kehidupan kita. Have a blessed day.
No comments:
Post a Comment