Mazmur 9:2, “Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib.”
Mengucap syukur adalah RESPON alami kita atas anugerahNya. SIKAP yang tidak tahu berterima kasih datang dari orang yang tidak punya HATI. Mengucap syukur bukan hanya merupakan kebajikan TERBESAR, tetapi juga SUMBER dari semua kebajikan yang lain! So Thankful God.
Respon 1
Halo Cik Siu siang. Hari ini senang Fen dan Rob bisa dengar
khotbah Om Lukas: “Menjadi Sahabat Tuhan”. Kita sangat diberkati, lebih membuka
mata iman kita, Tuhan adalah sahabat yang mengenal nama kita satu persatu.
Respon 2
Thank You Cik Siu Siang buat renungannya setiap hari yang
selalu Fem tunggu. Persis jam 22:30 winter time and 21:30 summer time.
Respon 3
Ams 3:33, kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tapi
tempat kediaman orang BENAR diberkati-NYA! Yukk jadi orang BENAR. Pasti berkat
berlimpah-limpah! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 4
Kita mempunyai anugerah untuk memulai dan anugerah untuk
menyelesaikannya sebab kita hidup dibawah kasih karunia - Roma 6:14.
Respon 5
Mazmur 9:2, “Aku mau
bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala
perbuatanMU yang ajaib.” Aku senang dengan kalimat
dalam buku renungan kita hari ini, “bersyukur dan tidak bersyukur
kepada Tuhan adalah pilihan.” Yes... Pilihlah untuk tetap bersyukur. Karena
selalu ada alasan untuk bersyukur. Saat keadaan sakit kita bisa bersyukur
karena Tuhan masih memelihara, masih ada orang yang peduli yang mau merawat,
masih ditunjukan dokter yang baik dll. Saat nggak punya uang tetaplah bersyukur
kalau pemeliharaan Tuhan masih tetap sempurna sampai saat ini, Tuhan tunjukan
orang-orang yang mau peduli jadi kita tahu mana sahabat, mana yang hanya teman,
dll... Kalau rasanya tidak ada yang bisa disyukuri carilah terus apa yang bisa
kita syukuri supaya hati terjaga dan kita bisa menghargai Tuhan sebagai Tuhan
dalam hidup kita. Sekalipun pohon ara tak berbuah, kambing domba tak
menghasilkan... namun aku akan bersorak dalam Tuhan... (Habakuk 3:17-18).
Ambilah keputusan untuk tetap bersyukur.
Respon 6
SAAT TEDUH. Senin, 10 Nov 2014. Allah Abraham, Ishak dan
Yakub Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu,
Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah
nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun. (Keluaran
3:15) Ada banyak sebutan Allah yang dikenal oleh umat-Nya. Beberapa sebutan
muncul setelah para tokoh di dalam Alkitab berjumpa dengan Allah secara
pribadi, mengalami pertolongan Tuhan, atau melihat kuasa Tuhan dinyatakan.
Kadang-kadang Allah juga memperkenalkan dirinya dengan sebutan tertentu. Salah
satunya, Dia menyebut diri-Nya sebagai Allah nenek moyang bangsa Israel: Allah
Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub. Sebutan ini disampaikan ketika Allah
mengutus Musa untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir dengan membawa mereka menuju Kanaan, yang pernah Dia janjikan kepada Abraham.
Janji ini diulang kepada Ishak, anak Abraham, lalu disampaikan pula kepada
Yakub (Israel), cucu Abraham atau anak Ishak. Allah menyebut pribadi-Nya
sebagai Allah Abraham, Ishak, dan Yakub untuk mengingatkan bangsa Israel bahwa
Dia masih memegang janji yang pernah diucapkan-Nya. Musa hanyalah utusan yang
dipakai Allah untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, tetapi mandat
sebenarnya datang dari Allah, Pribadi yang juga sanggup mengingat firman yang
pernah disampaikan kepada seribu angkatan (Mzm. 105:8). Bersyukurlah karena
kita menyembah Allah yang setia dengan firman dan janji-Nya. Dia juga tidak
pernah melupakan umat-Nya. Jika kita merasa dilupakan oleh-Nya, tepiskan
perasaan itu karena Dia senantiasa memedulikan kita. Seperti Dia mengingat
nasib umat pilihan-Nya yang tengah diper-budak, Dia juga tidak akan pernah
melupakan kita, tidak akan pernah meninggalkan kita. UMAT TUHAN TIDAK
PERNAH TER-LALU JAUH DARI PERHATIAN DAN JANGKAUAN TANGAN KASIH-NYA. Selamat
pagi, Tuhan Yesus memberkati.
Respon 7
Syalom. Amin... “Atas
kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebe-naran, supaya
kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua
ciptaan-Nya.” (Yakobus 1:18). Terima kasih ibu Siu, selamat beraktivitas.
No comments:
Post a Comment