Tuesday, 11 November 2014

11 November 2014 - Thank You for Your Abundant Grace


Mazmur 139:13-14, “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku   benar-benar   menyadarinya.”  

Allah menciptakan kita secara unik untuk menjalin Hubungan denganNya & untuk tinggal bersamaNya selamanya J. Kita juga dibuat TERKAGUM karena KEJADIAN kita DAHSYAT & AJAIB / kita diciptakan serupa & segambar denganNya J. Hanya manusia CIPTAAN Allah yang dapat mengalami KELAHIRAN BARU. Thank You Jesus J. So much to be thankful for Your abundant grace. Thank You J.

Respon 1
Yesaya 60:20, “Bagimu akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan bulan yang tidak surut, sebab TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir.”

Respon 2
Mal 3:12; Firman TUHAN: Maka segala bangsa akan menyebutmu BERBAHAGIA, sebab  kamu  ini  akan menjadi negeri KESUKAAN! Kita akan diberkati untuk jadi berkat. Sip! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.


Respon 3
SAAT TEDUH. Selasa, 11 Nov 2014. PAHLAWAN. Malaikat TUHAN menampak-kan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” (Hakim-hakim 6:12) Sebutan pahlawan biasanya dikenakan pada orang yang menonjol karena keberanian dan pengurbanannya dalam membela kebenaran. Itulah definisi pahlawan yang dirumuskan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pahlawan dalam pengertian ini memang identik dengan orang yang memiliki sifat gagah berani. Nyatanya, di dalam kamus Tuhan, pengertiannya tidak selalu demikian. Gideon pada awalnya bukan orang yang berani. Ia merasa dirinya kecil dan lemah (ay. 15). Ia juga ketakutan (Hak. 7:10). Meskipun begitu,   sejak  awal  Tuhan  sudah  menyebut Gideon sebagai pahlawan yang gagah berani. Mengapa demikian? Keberanian bukan syarat utama yang diperlukan Tuhan, sebab Tuhan mampu menumbuhkan keberanian orang dengan mudah (Hak. 7:11-14). Tuhan mau memakai orang-orang yang sadar akan kelemahan dirinya dan rendah hati seperti Gideon (Hak. 8:22-23). Orang yang demikian akan cenderung lebih mudah bergantung pada Tuhan, mau berserah sepenuhnya pada kehendak-Nya, dan bersedia diarahkan ke jalan kemenangan yang Tuhan tunjukkan. Akhirnya, Gideon mencapai kemenangan yang gemilang dan perkataan Tuhan atas dirinya pun terbukti kebenarannya. Tantangan hidup di dunia yang keras ini kerap membuat kita takut. Namun, rasa takut itu seharusnya membuat kita makin berserah dan bersandar pada kehendak Tuhan. Tetaplah beriman, dan berpeganglah pada perkataan-Nya tentang diri kita. Tuhan menyertai orang beriman. Tuhan sendirilah   yang  membangkitkan  keberanian kita dan membawa kita ke dalam keme-nangan-Nya. MODAL MENJADI PAHLA-WAN BUKANLAH KEBERANIAN DIRI, MELAINKAN PENYERAHAN DIRI PADA TUHAN YANG MEMBANGKITKAN KE-BERANIAN.


JESUS BLESS




No comments:

Post a Comment