1 Tesalonika 5:12, “Kami minta kepadamu, saudara-saudara,
supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin
kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu.”
Gembala di gereja Lokal adalah
sebagai Orang Tua Rohani kita. Sama seperti orang tua jasmani kita yang
mengasihi kita anak-anaknya, mendidik & membimbing kita sehingga kita
bertumbuh menjadi dewasa rohani oleh karenanya kita wajib menghormati orang
tua Rohani / Gembala digereja lokal kita bahkan kita harus berterima kasih
kepada Gembala yang sudah berjerih lelah bagi pertumbuhan rohani kita. Amin.
#MyChurchMyHome #Thank You God #Thank You My Ps #Thank U AOC #JBU all
Respon 1
Amsal 14:21, “Siapa
menghina sesamanya berbuat dosa, tetapi berbahagialah orang yang menaruh belas
kasihan kepada orang yang menderita.” Pada suatu acara seminar di hadiri oleh
sekitar 100 peserta. Tiba-tiba sang motivator berhenti berkata-kata & mulai
memberikan balon kepada masing-masing peserta. Mereka masing-masing diminta
untuk menulis namanya di balon-balon tersebut dengan menggunakan spidol.
Kemudian semua balon dikumpulkan & dimasukkan ke dalam ruangan lain.
Sekarang semua peserta di suruh masuk ke ruangan itu & di minta untuk menemukan
balon yang telah tertulis nama
mereka & diberi waktu hanya 5 menit. Semua orang panik mencari nama mereka,
bertabrakan satu sama lain, mendorong & berebut dengan orang lain di
sekitarnya, sehingga terjadi kekacauan. Waktu 5 menit sudah usai, tak ada
seorangpun yang bisa menemukan balon mereka sendiri. Lalu di waktu berikutnya
Sang Motivator meminta kepada Peserta untuk secara acak mengambil sembarang
balon & memberikannya kepada orang yang namanya tertulis di atasnya. Dalam
beberapa menit semua orang punya balon dengan nama mereka sendiri. Akhirnya
sang Motivator berkata, “Kejadian yang baru terjadi ini mirip & sering
terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Semua orang sibuk mencari KEBAHAGIAAN
atau APAPUN untuk diri sendiri, mirip dengan mencari balon mereka sendiri &
banyak yang gagal. Mereka baru berhasil mendapatkannya ketika mereka memberikan
KEBAHAGIAAN kepada orang lain, mirip dengan memberikan balon tadi kepada pemiliknya.” Janganlah membiasakan diri kita hidup
dalam keluhan, egois & rasa takut gagal. Namun jadikanlah KEBAHA-GIAAN
sebagai KEBIASAAN kita.
Respon 2
Jangan menunggu KEBAHAGIAAN, sebe-lum kita BERTINDAK, sebab
KEBAHA-GIAAN kita ada dalam TINDAKAN kita. KEBAHAGIAAN kita terletak pada
KE-BAHAGIAAN orang lain. Berilah KEBA-HAGIAAN kepada orang lain, maka kita akan
mendapatkan KEBAHAGIAAN kita. Jesus bless you.
Respon 3
Amsal 13:22, “Orang BAIK meninggalkan warisan bagi anak
cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang BENAR.”
Respon 4
“Ada yang memberi
saya buku, ada
yang menghadiahi saya pembatas buku, tetapi bagian yang paling
penting bagi saya adalah membaca buku itu dan mengamalkan isinya.” Xavier
Quentin Pranata.
Respon 5
Sulit untuk dipercaya, namun penelitian menunjukkan bahwa
saat ditanyakan kepada orang-orang yang sedang menjalani hukuman penjara karena
kasus-kasus kriminal, sebagian besar mengaku bahwa dirinya tidak bersalah.
Paling banyak yang disalahkan adalah keadaan: bahwa jika keadaan mereka lebih
baik pada waktu itu, tentu mereka tidak akan melanggar hukum. Sebagian lagi
menyalahkan orang lain: bahwa mereka sebetulnya tidak pernah bermaksud demikian
tetapi karena provokasi orang lainlah mereka berbuat apa yang jahat. Fakta di
atas menun-jukkan karakter manusia yang suka me-nyalahkan orang lain ketimbang
mengoreksi diri & menerima kenyataan bahwa dirinyalah yang bertanggung jawab atas semua perbuatannya. Sering
manusia menyalahkan segala hal yang kemudian dipuncaki dengan menyalahkan
Tuhan: bahwa Tuhan tidak adil, Tuhan mempersulit hidupnya & membuatnya
jatuh dalam dosa.
Yakobus 1:13-15 memberitahu kita bahwa tidak benar jika kita
menudingkan tangan ke Tuhan saat kita gagal menghadapi pencobaan atau ujian
dalam hidup kita. Tuhan mengijinkan keadaan-keadaan tertentu yang menguji iman
kita seperti menaruh buah terlarang di Eden -tapi bukan bertujuan menjatuhkan
kita dalam dosa melainkan agar kita menang atas pencobaan itu. Jika akhirnya
kita jatuh juga dalam dosa maka itu karena kita yang menyerah pada godaan untuk
berbuat dosa saat kita dicobai. Saat persembahan Habel diterima oleh Tuhan,
Kain mendapatkan ujian atas imannya. Inilah yang dikatakan Tuhan sendiri pada
Kain: “…jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia
sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya”~Kej. 4:7. Ya,
kondisi saat itu diijin-kan Tuhan terjadi, tapi Kain harus memilih bagaimana
menyikapinya: dengan memper-baiki diri atau justru berbuat dosa! Pilihan ada di
tangan kita saat ujian datang. Pilihan untuk berdosa atau untuk menyenangkan
hati Tuhan. Mahkota kehidupan disediakan bagi yang memilih tidak menyerah dalam
pencobaan (Yak 1:12). Akankah mahkota itu menjadi milik Anda? Salam revival!
GBU.
No comments:
Post a Comment