Wednesday, 19 November 2014

19 November 2014 - My Church My Home


1 Tesalonika 5:12, “Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu.” 

Gembala di gereja Lokal adalah sebagai Orang Tua Rohani kita. Sama seperti orang tua jasmani kita yang mengasihi kita anak-anaknya, mendidik & membimbing kita sehingga kita bertumbuh menjadi dewasa rohani oleh karenanya kita wajib menghormati orang tua Rohani / Gembala digereja lokal kita bahkan kita harus berterima kasih kepada Gembala yang sudah berjerih lelah bagi pertumbuhan rohani kita. Amin. #MyChurchMyHome #Thank You God #Thank You My Ps #Thank U AOC #JBU all 

Respon 1
Amsal 14:21, “Siapa menghina sesamanya berbuat dosa, tetapi berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita.” Pada suatu acara seminar di hadiri oleh sekitar 100 peserta. Tiba-tiba sang motivator berhenti berkata-kata & mulai memberikan balon kepada masing-masing peserta. Mereka masing-masing diminta untuk menulis namanya di balon-balon tersebut dengan menggunakan spidol. Kemudian semua balon dikumpulkan & dimasukkan ke dalam ruangan lain. Sekarang semua peserta di suruh masuk ke ruangan itu & di minta untuk  menemukan  balon  yang  telah tertulis nama mereka & diberi waktu hanya 5 menit. Semua orang panik mencari nama mereka, bertabrakan satu sama lain, mendorong & berebut dengan orang lain di sekitarnya, sehingga terjadi kekacauan. Waktu 5 menit sudah usai, tak ada seorangpun yang bisa menemukan balon mereka sendiri. Lalu di waktu berikutnya Sang Motivator meminta kepada Peserta untuk secara acak mengambil sembarang balon & memberikannya kepada orang yang namanya tertulis di atasnya. Dalam beberapa menit semua orang punya balon dengan nama mereka sendiri. Akhirnya sang Motivator berkata, “Kejadian yang baru terjadi ini mirip & sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Semua orang sibuk mencari KEBAHAGIAAN atau APAPUN untuk diri sendiri, mirip dengan mencari balon mereka sendiri & banyak yang gagal. Mereka baru berhasil mendapatkannya ketika mereka memberikan KEBAHAGIAAN kepada orang lain, mirip dengan memberikan balon tadi kepada pemiliknya.” Janganlah membiasakan diri kita hidup dalam keluhan, egois & rasa takut gagal. Namun jadikanlah KEBAHA-GIAAN sebagai KEBIASAAN kita.


Respon 2
Jangan menunggu KEBAHAGIAAN, sebe-lum kita BERTINDAK, sebab KEBAHA-GIAAN kita ada dalam TINDAKAN kita. KEBAHAGIAAN kita terletak pada KE-BAHAGIAAN orang lain. Berilah KEBA-HAGIAAN kepada orang lain, maka kita akan mendapatkan KEBAHAGIAAN kita. Jesus bless you.

Respon 3
Amsal 13:22, “Orang BAIK meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang BENAR.”

Respon 4
“Ada   yang   memberi  saya  buku,  ada  yang menghadiahi saya pembatas buku, tetapi bagian yang paling penting bagi saya adalah membaca buku itu dan mengamalkan isinya.” Xavier Quentin Pranata.


Respon 5
Sulit untuk dipercaya, namun penelitian menunjukkan bahwa saat ditanyakan kepada orang-orang yang sedang menjalani hukuman penjara karena kasus-kasus kriminal, sebagian besar mengaku bahwa dirinya tidak bersalah. Paling banyak yang disalahkan adalah keadaan: bahwa jika keadaan mereka lebih baik pada waktu itu, tentu mereka tidak akan melanggar hukum. Sebagian lagi menyalahkan orang lain: bahwa mereka sebetulnya tidak pernah bermaksud demikian tetapi karena provokasi orang lainlah mereka berbuat apa yang jahat. Fakta di atas menun-jukkan karakter manusia yang suka me-nyalahkan orang lain ketimbang mengoreksi diri & menerima kenyataan bahwa dirinyalah yang bertanggung jawab atas semua perbuatannya. Sering manusia menyalahkan segala hal yang kemudian dipuncaki dengan menyalahkan Tuhan: bahwa Tuhan tidak adil, Tuhan mempersulit hidupnya & membuatnya jatuh dalam dosa. 

Yakobus 1:13-15 memberitahu kita bahwa tidak benar jika kita menudingkan tangan ke Tuhan saat kita gagal menghadapi pencobaan atau ujian dalam hidup kita. Tuhan mengijinkan keadaan-keadaan tertentu yang menguji iman kita seperti menaruh buah terlarang di Eden -tapi bukan bertujuan menjatuhkan kita dalam dosa melainkan agar kita menang atas pencobaan itu. Jika akhirnya kita jatuh juga dalam dosa maka itu karena kita yang menyerah pada godaan untuk berbuat dosa saat kita dicobai. Saat persembahan Habel diterima oleh Tuhan, Kain mendapatkan ujian atas imannya. Inilah yang dikatakan Tuhan sendiri pada Kain: “…jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya”~Kej. 4:7. Ya, kondisi saat itu diijin-kan Tuhan terjadi, tapi Kain harus memilih bagaimana menyikapinya: dengan memper-baiki diri atau justru berbuat dosa! Pilihan ada di tangan kita saat ujian datang. Pilihan untuk berdosa atau untuk menyenangkan hati Tuhan. Mahkota kehidupan disediakan bagi yang memilih tidak menyerah dalam pencobaan (Yak 1:12). Akankah mahkota itu menjadi milik Anda? Salam revival! GBU.

JESUS BLESS



No comments:

Post a Comment