Tuesday, 7 January 2014

7 Januari 2014 - Pertobatan yang Terlambat


(Hakim Hakim 16:23-31). Sekalipun Simson sudah bertobat namun ia harus membayar mahal perbuatan-nya yang tidak TAAT kepada Tuhan, Tuhan mendengar doanya yang terakhir untuk membunuh orang Filistin namun ia tidak bisa meluputkannya dari kematian. (Simson tidak maksimal dalam hidupnya selama 20 tahun memerintah sebagai Hakim, ia tidak berhasil membebaskan orang Israel dari kuasa orang Filistin). Akibat dari dosa tetap ada sekalipun kita sudah bertobat (konsekuensi dosa tetap kita terima / ingat hukum tabur tuai). Apakah kita sudah berhati-hati dengan semua yang kita lakukan? Sudahkah kita menghasilkan buah yang maksimal dalam hidup ini?


Respon 1
Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah UNTUK mereka yang mengasihi Dia. (1 Korintus 2:9) Have a blessed day!

Respon 2
Shalom! Ya. Kita lebih baik bertobat dari pada tidak, kita harus menuai apa yang kita tabur karena itu hati-hatilah dengan perbuatan kita. Minta ampunilah kepada Tuhan akan dosa-dosa kita. Amin. Jbu.

Respon 3
RENUNGAN PAGI. Selasa, 07 Januari 2014. “Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan, dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat?”  (Ayub 7:17-18).  Tuhan siapakah akuini hingga Engkau anggap aku begitu penting. Engkau perhatikan aku. Engkau datang menghampiriku bukan hanya setahun sekali atau bahkan seminggu sekali. Tetapi setiap pagi tanpa aku sadari. Tetapi di mana aku saat Engkau datangi aku? Saat Kau perhatikanku? Aku tidak merasakannya. Aku tertidur pulas. Saat bangun pun terkadang tak kusadari bahwa Engkau masih di sana. Menungguku bersekutu dengan-Mu. Aku terlalu sibuk bergegas melanjutkan kehidupanku tanpa sempat menyapa-Mu atau sekedar mengucap-kan “Terima kasih Tuhan, buat nafas hidup hari ini” Ampuni aku, Tuhan. Ijinkanku mulai pagi ini membiasakan diriku, mengawali hari-ku dengan bersekutu dengan-Mu setiap pagi Tuhan Yesus Memberkati.

Respon 4
07 Januari 2014, Selasa. Kerinduan Allah yang Penuh Kasih. 1 Timotius 2:1-6. Sepan-jang  Perjanjian  Baru,  kita melihat panggilan keselamatan Allah yang universal diulang beberapa kali (Yohanes 1:12; 3:16; 6:40; II Petrus 3:9). Namun setiap kita harus membuat keputusan pribadi untuk menjawab Dia. Allah menginginkan umat manusia selamat karena beberapa alasan. Pertama, Ia mengasihi kita (Efesus 2:4). Kasih Ilahi tidak didasarkan pada kelayakan apapun di diri kita; kepedulian atas ciptaan-Nya adalah bagian dari sifat Allah. Kedua, kasih karunia Tuhan dinyatakan dengan jelas melalui para pengikut-Nya (ayat 7). Orang percaya dulunya adalah para pemberontak, yang Allah ubahkan menjadi hamba yang taat—itulah perubahan yang Ia ingin rayakan selamanya. Lebih dari itu, perbuatan baik kita memulia-kan Tuhan (Matius 5:16). Segala sesuatu yang kita perbuat di dalam nama-Nya mening-katkan kesadaran orang lain akan Dia. Keselamatan hanya mungkin melalui Kristus, yang memperdamaikan orang berdosa dengan Allah yang kudus.  Yesaya 53:6 mengajarkan bahwa setiap kita adalah orang berdosa, dan Roma 6:23 menambahkan, “Upah dosa adalah maut”. Tanpa solusi yang Tuhan berikan, kita semua akan berhutang dan putus asa. Namun kematian sang Juruselamat di kayu salib membayar hukuman umat manusia sehingga siapapun yang menginginkan hubungan dengan Bapa dapat memilikinya. Memper-cayai bahwa Yesus telah mati demi dosa kita dan tunduk pada kehendak Tuhan adalah hal yang diperlukan bagi kita untuk memasuki persekutuan yang kekal bersama Dia. Bapa surgawi mengasihi kita dan ingin bersama kita selamanya. Satu-satunya hal yang memisah-kan kita dari-Nya adalah keputusan untuk menolak undangan-Nya. Saat kita menerima Anak-Nya menjadi Juruselamat kita, kita adalah milik Allah, dan tidak ada tindakan ataupun cela karakter manusia yang dapat memutuskan hubungan kekal kita dengan-Nya.- Sentuhan Hati. 

Respon 5
Pertobatan yang terlambat. (Hak 16:23-31). Pada akhirnya Simson bertobat, dan ia berseru kepada Tuhan, Tuhan pun mendengarkan doanya, tetapi Simson harus membayar mahal atas perbuatannya yang tidak taat kepada Tuhan, begitu juga dengan kita, Tuhan ingin kita sadar akan perbuatan-perbuatan kita dan ada konsekuensi atas semuanya, jadi kita harus berhati-hati atas segala hal yang kita perbuat, sebab apa yang kita tabur akan kita tuai.

Respon 6
“Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kpada iman, seperti ada tertulis.: Orang benar akan hidup oleh iman” (Rom 1 : 17) ~ Dengan kasihNya yang besar, kita dibenarkan dan diselamatkan. Bukan karena jasa atau amal perbuatan kita melainkan oleh iman percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, TUHAN memberkati, GBU All.


JESUS BLESS



No comments:

Post a Comment