(Hakim Hakim 16:23-31). Sekalipun Simson sudah bertobat namun ia harus membayar mahal perbuatan-nya yang tidak TAAT kepada Tuhan, Tuhan mendengar doanya yang terakhir untuk membunuh orang Filistin namun ia tidak bisa meluputkannya dari kematian. (Simson tidak maksimal dalam hidupnya selama 20 tahun memerintah sebagai Hakim, ia tidak berhasil membebaskan orang Israel dari kuasa orang Filistin). Akibat dari dosa tetap ada sekalipun kita sudah bertobat (konsekuensi dosa tetap kita terima / ingat hukum tabur tuai). Apakah kita sudah berhati-hati dengan semua yang kita lakukan? Sudahkah kita menghasilkan buah yang maksimal dalam hidup ini?
Respon 1
Tetapi seperti ada
tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar
oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang
disediakan Allah UNTUK mereka yang mengasihi Dia. (1 Korintus 2:9) Have a blessed
day!
Respon 2
Shalom! Ya. Kita lebih
baik bertobat dari pada tidak, kita harus menuai apa yang kita tabur karena itu
hati-hatilah dengan perbuatan kita. Minta ampunilah kepada Tuhan akan dosa-dosa
kita. Amin. Jbu.
Respon 3
RENUNGAN PAGI. Selasa,
07 Januari 2014. “Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan
Kauperhatikan, dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat?” (Ayub 7:17-18). Tuhan siapakah akuini hingga Engkau
anggap aku begitu penting. Engkau perhatikan aku. Engkau datang menghampiriku
bukan hanya setahun sekali atau bahkan seminggu sekali. Tetapi setiap pagi
tanpa aku sadari. Tetapi di mana aku saat Engkau datangi aku? Saat Kau
perhatikanku? Aku tidak merasakannya. Aku tertidur pulas. Saat bangun pun
terkadang tak kusadari bahwa Engkau masih di sana. Menungguku bersekutu
dengan-Mu. Aku terlalu sibuk bergegas melanjutkan kehidupanku tanpa sempat
menyapa-Mu atau sekedar mengucap-kan “Terima kasih Tuhan, buat nafas hidup hari
ini” Ampuni aku, Tuhan. Ijinkanku mulai pagi ini membiasakan diriku, mengawali
hari-ku dengan bersekutu dengan-Mu setiap pagi Tuhan Yesus Memberkati.
Respon 4
07 Januari 2014, Selasa. Kerinduan Allah yang Penuh
Kasih. 1 Timotius 2:1-6. Sepan-jang Perjanjian Baru, kita
melihat panggilan keselamatan Allah
yang universal diulang beberapa kali (Yohanes 1:12; 3:16; 6:40; II Petrus 3:9).
Namun setiap kita harus membuat keputusan pribadi untuk menjawab Dia. Allah menginginkan
umat manusia selamat karena beberapa alasan. Pertama, Ia mengasihi kita (Efesus
2:4). Kasih Ilahi tidak didasarkan pada kelayakan apapun di diri kita;
kepedulian atas ciptaan-Nya adalah bagian dari sifat Allah. Kedua, kasih
karunia Tuhan dinyatakan dengan jelas melalui para pengikut-Nya (ayat 7). Orang
percaya dulunya adalah para pemberontak, yang Allah ubahkan menjadi hamba yang
taat—itulah perubahan yang Ia ingin rayakan selamanya. Lebih dari itu,
perbuatan baik kita memulia-kan Tuhan (Matius 5:16). Segala sesuatu yang kita
perbuat di dalam nama-Nya mening-katkan kesadaran orang lain akan Dia.
Keselamatan hanya mungkin melalui Kristus, yang memperdamaikan orang berdosa
dengan Allah yang kudus. Yesaya 53:6
mengajarkan bahwa setiap kita adalah
orang berdosa, dan Roma 6:23 menambahkan, “Upah dosa adalah maut”. Tanpa solusi
yang Tuhan berikan, kita semua akan berhutang dan putus asa. Namun kematian
sang Juruselamat di kayu salib membayar hukuman umat manusia sehingga siapapun
yang menginginkan hubungan dengan Bapa dapat memilikinya. Memper-cayai bahwa
Yesus telah mati demi dosa kita dan tunduk pada kehendak Tuhan adalah hal yang
diperlukan bagi kita untuk memasuki persekutuan yang kekal bersama Dia. Bapa
surgawi mengasihi kita dan ingin bersama kita selamanya. Satu-satunya hal yang
memisah-kan kita dari-Nya adalah keputusan untuk menolak undangan-Nya. Saat
kita menerima Anak-Nya menjadi Juruselamat kita, kita adalah milik Allah, dan
tidak ada tindakan ataupun cela karakter manusia yang dapat memutuskan hubungan
kekal kita dengan-Nya.- Sentuhan Hati.
Respon 5
Pertobatan yang
terlambat. (Hak 16:23-31). Pada akhirnya Simson bertobat, dan ia berseru kepada
Tuhan, Tuhan pun mendengarkan doanya, tetapi Simson harus membayar mahal atas
perbuatannya yang tidak taat kepada Tuhan, begitu juga dengan kita, Tuhan ingin
kita sadar akan perbuatan-perbuatan kita dan ada konsekuensi atas semuanya,
jadi kita harus berhati-hati atas segala hal yang kita perbuat, sebab apa yang
kita tabur akan kita tuai.
Respon 6
“Sebab di dalamnya
nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kpada iman, seperti
ada tertulis.: Orang benar akan hidup oleh iman” (Rom 1 : 17) ~ Dengan kasihNya
yang besar, kita dibenarkan dan diselamatkan. Bukan karena jasa atau amal
perbuatan kita melainkan oleh iman percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, TUHAN memberkati,
GBU All.
No comments:
Post a Comment