Friday, 24 January 2014

24 Januari 2014 - PEMELIHARAAN TUHAN



 Mazmur 91:7. “Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Pemeliharaan Tuhan itu sungguh ada, jangan pernah ragu untukk menjalani kehidupan ini karena Tuhan sendiri yang menjamin hidup kita.” (Mazmur 37:25). Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti. Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya asalkan IMAN kita tetap kepadaNya, Amin! Percayakah saudara Tuhan yang kita sembah bukanlah Tuhan yang tidur? Ia bertanggung jawab atas kelangsungan hidup kita & menyiapkan jalan keluar yang TERBAIK? Amin.


Respon 1
Syalom. “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” (1 Yohanes 2:6). Selamat pagi Ibu Siu, selamat berakitvitas TUHAN memberkati Ibu dan Keluarga.


Respon 2
Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menang-gung bagi kita, Allah adalah keselamatan kita. Blessed be the Lord who DAILY load us with BENEFITS, the God of our salvation ! - NKJV (Mazmur 68:20). Tiap hari Tuhan mengisi hidup kita dengan hal-hal yang baik, berfaedah, menguntukungkan, berguna, ber-manfaat. Halleluyah.

Respon 3
ketika hidup kita berjalan dengan mulus, itu bukan terjadi begitu saja, ada campur tangan TUHAN yang bekerja tanpa kita sadari, iman adalah landasan yang membuat kita yakin bahwa pemeliharaan TUHAN itu sungguh ada, iman memampukan kita menembus pekatnya kabut kehidupan untuk melihat secercah terang diujung sana, shalom Siu, pagi terima kasih.

Respon 4
Jumat, 24 Januari 2014. Bacaan: Lukas 18:9-14. Setahun: Keluaran 38-39. Nats: Sebab siapa saja yang meninggikan diri, ia akan direndahkan dan siapa saja yang merendahkan diri, ia akan ditinggikan. (Lukas 18:14) MERASA LEBIH. Ketika media massa banyak menyoroti peristiwa kecelakaan lalu-lintas yang memakan korban jiwa, saya dan teman-teman sempat membicarakannya. Salah satu pernyataan yang sering terlontar, “Sekarang ini susah. Kita sudah berhati-hati, masalahnya orang lain ceroboh, kita jadi korban.” Orang itu bermaksud mengatakan bahwa dirinya sudah mengemudi dengan lebih hati-hati. Nyatanya, hampir semua orang pernah mengemudi dengan kurang hati-hati sehingga menabrak atau menyenggol sesuatu. Ada kecenderungan merasa diri kita lebih baik dari orang lain. Paling parah jika sikap ini berkaitan dengan dosa. Orang Farisi dalam perumpamaan Yesus merasa diri benar karena memiliki kedudukan terhormat dalam masyarakat (ay. 11). Ia juga berupaya melakukan aktivitas keagamaan dengan ketat (ay. 12). Ia mengira dirinya diterima Allah. Padahal, ia sama saja dengan pemungut cukai itu: sama-sama berdosa dan tidak layak di hadapan Allah yang kudus. Dan, pemungut cukai itu dibenarkan karena tidak membenar-kan diri, melainkan memiliki hati yang han-cur. Merasa diri lebih baik dari sesama itu sikap yang pongah. Sikap ini merintangi kita menghampiri hadirat Tuhan. Kita akan sulit mengucap syukur atas anugerah pengam-punan dan pengurbanan Tuhan Yesus, seolah kekudusan dapat kita peroleh melalui aktivitas ibadah dan perbuatan baik. Sebaliknya, Tuhan berkenan akan ibadah kita bila kita meng-hampiri-Nya dengan kerendahan hati, dengan menyadari bahwa hanya oleh anugerah-Nya kita dapat dikuduskan. --Heman Elia. Hampirilah hadiratNya dengan kerendahan hati, dan biarlah anugerahNya menguduskan kita.

JESUS BLESS





No comments:

Post a Comment