Wednesday, 22 January 2014

22 Januari 2014 - Bijak Menggunakan Talenta



Rhema pagi ini: Keluaran 4:10-13 & Amsal 22:29. “Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja- raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.” Apakah kita sudah maksimal dengan bakat / karunia  (cakap dalam pekerjaan, pelayanan dll / Talenta) yang sudah Tuhan berikan kepada kita? Mari dengan bijak kita mau dengan sungguh-sungguh mengembangkan bakat / talenta yang sudah  Tuhan  percayakan  kepada  kita  agar nama Tuhan dimuliakan melalui hidup kita! Amin.


Respon 1
Ini engkau sedang berjalan dalam jalan yang tidak menentu dan menakutkan. Tetapi satu hal yang engkau harus ketahui: Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. (Ulangan 31:6)

Respon 2
Bata Tanpa Jerami. 22/01/2014 — Jennifer Benson. Santapan Rohani Baca: Keluaran 5:24–6:12. Aku akan membebaskan kamu, dan menebus kamu dengan tangan yang teracung. —Keluaran 6:5. Banyak di antara kita menghadapi tantangan untuk bekerja dengan  sumber   daya   yang   terbatas.   Kita menghadapi dana yang lebih sedikit, waktu yang lebih singkat, tenaga yang semakin terkuras, dan rekan kerja yang semakin dikurangi, tetapi dengan beban pekerjaan yang mungkin tetap sama. Ada kalanya beban pekerjaan kita justru semakin bertambah. Ada sebuah ungkapan yang merangkum situasi ini: “Membuat lebih banyak bata dengan lebih sedikit jerami.” Ungkapan ini mengacu pada penderitaan bangsa Israel ketika menjadi budak di Mesir. Firaun memutuskan untuk menghentikan penyediaan jerami bagi bangsa Israel, tetapi ia tetap menuntukut mereka menghasilkan batu bata dalam jumlah yang sama setiap harinya. Mereka harus menjelajahi seluruh tanah Mesir untuk mengumpulkan jerami, sementara para pengawas dari Firaun memukuli dan memaksa mereka untuk bekerja lebih keras lagi (Kel. 5:13). Bangsa Israel menjadi begitu kecil hati sampai mereka tidak menghiraukan firman Allah  lewat  Musa, “Aku akan membebaskan kamu dan menebus kamu dengan tangan yang teracung” (6:5). Meskipun bangsa Israel menolak untuk mendengarkan pesan Allah,  Allah tetap memimpin dan mengarahkan Musa, dan menyiapkannya untuk berbicara kepada Firaun. Allah tetap teguh membela bangsa Israel dengan berkarya di balik layar. Sama seperti bangsa Israel, kita pun dapat menjadi putus asa sampai-sampai kita mengabaikan penguatan yang kita terima. Dalam masa-masa yang sulit, mengingat Allah sebagai  penyelamat kita akan menghibur hati kita (Mzm. 40:18). Allah selalu berkarya demi kebaikan kita, bahkan di saat-saat kita tidak dapat melihat apa yang sedang dikerjakan-Nya. Tuhan, tolonglah aku untuk percaya kepada-Mu di tengah keputusasaanku. Penuhilah aku dengan pengharapan melalui kuasa Roh Kudus-Mu. Kiranya hidupku dapat menjadi saksi akan kesetiaan-Mu. Masa yang sulit merupakan masa untuk percaya.


Respon 3
Yosua 1:5, “Demikianlah Aku akan menyer-taimu; Aku tidak akan membiarkanmu dan tidak akan meninggalkan-Mu!”  Terima kasih YESUS. Penyertaan-Mu sempurna. Komplit! Samuel Sianto (SS)-YESTOYA Malang.


JESUS BLESS


 

No comments:

Post a Comment