Rhema pagi ini:
Keluaran 4:10-13 & Amsal 22:29. “Pernahkah
engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja- raja ia
akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.” Apakah kita sudah maksimal
dengan bakat / karunia (cakap dalam
pekerjaan, pelayanan dll / Talenta) yang sudah Tuhan berikan kepada kita? Mari dengan
bijak kita mau dengan
sungguh-sungguh mengembangkan bakat / talenta yang sudah Tuhan percayakan
kepada kita agar nama Tuhan
dimuliakan melalui hidup kita! Amin.
Respon 1
Ini engkau sedang
berjalan dalam jalan yang tidak menentu dan menakutkan. Tetapi satu hal yang
engkau harus ketahui: Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan
jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan
menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan
engkau. (Ulangan 31:6)
Respon 2
Bata Tanpa Jerami. 22/01/2014
— Jennifer Benson. Santapan Rohani Baca: Keluaran 5:24–6:12. Aku akan
membebaskan kamu, dan menebus kamu dengan tangan yang teracung. —Keluaran 6:5. Banyak
di antara kita menghadapi tantangan untuk bekerja dengan sumber daya yang terbatas.
Kita menghadapi dana yang
lebih sedikit, waktu yang lebih singkat, tenaga yang semakin terkuras, dan
rekan kerja yang semakin dikurangi, tetapi dengan beban pekerjaan yang mungkin
tetap sama. Ada kalanya beban pekerjaan kita justru semakin bertambah. Ada
sebuah ungkapan yang merangkum situasi ini: “Membuat lebih banyak bata dengan
lebih sedikit jerami.” Ungkapan ini mengacu pada penderitaan bangsa Israel
ketika menjadi budak di Mesir. Firaun memutuskan untuk menghentikan penyediaan
jerami bagi bangsa Israel, tetapi ia tetap menuntukut mereka menghasilkan batu
bata dalam jumlah yang sama setiap harinya. Mereka harus menjelajahi seluruh
tanah Mesir untuk mengumpulkan jerami, sementara para pengawas dari Firaun
memukuli dan memaksa mereka untuk bekerja lebih keras lagi (Kel. 5:13). Bangsa
Israel menjadi begitu kecil hati sampai mereka tidak menghiraukan firman Allah lewat Musa, “Aku akan membebaskan kamu dan menebus
kamu dengan tangan yang teracung” (6:5). Meskipun bangsa Israel menolak untuk
mendengarkan pesan Allah, Allah tetap
memimpin dan mengarahkan Musa, dan menyiapkannya untuk berbicara kepada Firaun.
Allah tetap teguh membela bangsa Israel dengan berkarya di balik layar. Sama
seperti bangsa Israel, kita pun dapat menjadi putus asa sampai-sampai kita
mengabaikan penguatan yang kita terima. Dalam masa-masa yang sulit, mengingat
Allah sebagai penyelamat kita akan
menghibur hati kita (Mzm. 40:18). Allah selalu berkarya demi kebaikan kita,
bahkan di saat-saat kita tidak dapat melihat apa yang sedang dikerjakan-Nya. Tuhan,
tolonglah aku untuk percaya kepada-Mu di tengah keputusasaanku. Penuhilah aku dengan
pengharapan melalui kuasa Roh Kudus-Mu. Kiranya hidupku dapat menjadi saksi
akan kesetiaan-Mu. Masa yang sulit merupakan masa untuk percaya.
Respon 3
Yosua 1:5, “Demikianlah
Aku akan menyer-taimu; Aku tidak akan membiarkanmu dan tidak akan meninggalkan-Mu!” Terima kasih YESUS. Penyertaan-Mu sempurna.
Komplit! Samuel Sianto (SS)-YESTOYA Malang.
No comments:
Post a Comment