Monday, 20 January 2014

20 Januari 2014 - Berhasil dalam Tuhan



Yosua 1:8, “Janganlah engkau lupa memper-katakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu  siang  dan  malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntukung.” Bila semua yang kita kerjakan dilakukan sesuai dengan Firman Tuhan maka hidup kita akan BERHASIL. Selain BERHASIL kita juga mendapatkan KETENANGAN karena jalan kita BENAR dihadapan Tuhan. manusia dan pemerintah. Tentu semua dimulai dari KEDISIPLINAN untuk membaca & merenungkan Firman Tuhan, tidak hanya siang tetapi siang & malam, artinya SETIAP SAAT kita harus merenungkan Firman Tuhan! Amin.


Respon 1
Keagungan Sejati. 20/01/2014 — Vernon C. Grounds. Santapan Rohani. Baca: Markus 10:35-45, Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayan-mu. —Markus 10:43, Ada orang-orang yang merasa  dirinya  bagaikan sebuah batu kerikil kecil yang tak berarti di tengah suatu jurang yang dalam. Namun sekecil apa pun kita menilai diri sendiri, Allah dapat memakai kita secara luar biasa. Dalam khotbahnya di awal tahun 1968, Martin Luther King Jr. mengutip perkataan Yesus dari Markus 10 tentang hal melayani. Kemudian King mengatakan, “Setiap orang bisa menjadi besar, karena setiap orang bisa melayani. Anda tak perlu gelar sarjana untuk bisa melayani. Anda tak perlu membuat satu kalimat yang sempurna untuk bisa melayani. Anda tak perlu mengetahui tentang Plato dan Aristoteles untuk bisa melayani. Anda hanya perlu sebuah hati yang penuh kasih karunia dan jiwa yang digerakkan oleh kasih.”Ketika murid-murid Yesus bertengkar tentang siapa di antara mereka yang akan menduduki tempat terhormat di surga, Yesus berkata kepada mereka: “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayananmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Markus 10:43-45). Bagaimanakah dengan kita? Seperti itukah pemahaman kita tentang keagungan? Apakah kita melayani dengan gembira, saat melaku-kan pekerjaan yang mungkin tidak diper-hatikan oleh orang lain? Apakah tujuan kita melayani adalah untuk menyenangkan Tuhan dan bukan untuk mendapatkan pujian? Jika kita bersedia menjadi seorang pelayan, hidup kita akan memuliakan Tuhan yang sungguh agung. Tak ada pelayanan yang dipandang kecil, hal itu kecil jika demi kemuliaan diri sendiri, dan itu besar jika seturut kehendak Tuhan. Perbuatan sederhana yang dilakukan demi nama Kristus merupakan perbuatan yang sungguh agung.


Respon 2
Shalom Siu pagi, yes! Orang yang mau merenungkan firman siang dan malam akan seperti pohon yang ditanam ditepi aliran sungai, yang menghasilkan buah pada musim-nya, dan tidak akan layu daunnya, apapun yang diperbuatnya berhasi, thank you so much.

Respon 3
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Filipi 4:13). Dengan kekuatan yang dari Tuhan pasti kita bisa lewati, dan JANGAN bersandar pada kekuatan kita. Have a glorious week!

Respon 4
Yes, benar. Tapi juga jangan lupa memper-katakannya, kok ya bisa pas dengan Firman Tuhan di sangkakala pagi ini. Dikatakan kata-kata itu seperti bumerang. Kalau kata-kata yang keluar dari mulut kita itu jelek (ngilokno orang) maka itu akan kembali pada diri kita sendiri. Tapi kalau yang keluar dari diri kita itu kata-kata berkat dan Firman Tuhan itu juga akan kembali pada diri kita sendiri dan memberkati hidup kita. Jadi terus perkatakan Firman Tuhan. Apapun yang sedang kita hadapi saat ini tetap perkatakan berkat. Itu akan menjadi nubuatan buat hidup kita. Tetap semangat!

Respon 5
Ya amin. Ia membagi-bagikan, Ia member-kan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemulian (Mazmur 112:9), ketika kita menyadari bahwa dunia ini dan segala sesuatu yang ada dalamnya tidak kekal dan tidak bisa diprediksi kita akirnya mengharapkan sesuatu yang kekal, apa yang masih kita miliki? Pemazmur menulis “kebajikannya tetap untuk selamanya”, ini tidak bisa diganggu gugat dan tidak  bisa  lapuk oleh waktu dan keadaan ini tidak akan berubah. Kebajikan dan kemurahan akan menjadi milik kita bila kita mendekat kepada Allah melalui iman kepada Yesus kristus. Dialah batu karang, keselamatan, dan satu-satu-Nya sumber kebahagiaan sejati serta kekal. (Mazmur 112:1) mengatakan, berbaha-gialah orang yang takut akan Tuhan akan Tuhan, yang suka kepada segala printah-Nya. “Bersukacitalah di dalam Tuhan dan firman-Nya. Selamat sore selamat berbahagia dalam Tuhan. Amin. GBU.

 

JESUS BLESS

No comments:

Post a Comment