Yosua 1:8, “Janganlah engkau lupa memper-katakan kitab
Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang
dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang
tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan
engkau akan beruntukung.”
Bila semua yang kita kerjakan dilakukan sesuai dengan Firman Tuhan maka hidup
kita akan BERHASIL. Selain BERHASIL kita juga mendapatkan KETENANGAN karena jalan kita BENAR
dihadapan Tuhan. manusia dan pemerintah. Tentu semua dimulai dari KEDISIPLINAN untuk membaca & merenungkan Firman Tuhan, tidak hanya siang tetapi siang
& malam, artinya SETIAP SAAT kita
harus merenungkan Firman Tuhan! Amin.
Respon 1
Keagungan Sejati. 20/01/2014
— Vernon C. Grounds. Santapan Rohani. Baca: Markus 10:35-45, Barangsiapa ingin
menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayan-mu. —Markus 10:43, Ada
orang-orang yang merasa dirinya bagaikan sebuah batu kerikil kecil yang tak
berarti di tengah suatu jurang yang dalam. Namun sekecil apa pun kita menilai
diri sendiri, Allah dapat memakai kita secara luar biasa. Dalam khotbahnya di
awal tahun 1968, Martin Luther King Jr. mengutip perkataan Yesus dari Markus 10
tentang hal melayani. Kemudian King mengatakan, “Setiap orang bisa menjadi
besar, karena setiap orang bisa melayani. Anda tak perlu gelar sarjana untuk
bisa melayani. Anda tak perlu membuat satu kalimat yang sempurna untuk bisa
melayani. Anda tak perlu mengetahui tentang Plato dan Aristoteles untuk bisa
melayani. Anda hanya perlu sebuah hati yang penuh kasih karunia dan jiwa yang
digerakkan oleh kasih.”Ketika murid-murid Yesus bertengkar tentang siapa di
antara mereka yang akan menduduki tempat terhormat di surga, Yesus berkata
kepada mereka: “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia
menjadi pelayananmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di
antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia
juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan
nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Markus 10:43-45). Bagaimanakah
dengan kita? Seperti itukah pemahaman kita tentang keagungan? Apakah kita
melayani dengan gembira, saat melaku-kan pekerjaan yang mungkin tidak diper-hatikan
oleh orang lain? Apakah tujuan kita melayani adalah untuk menyenangkan Tuhan
dan bukan untuk mendapatkan pujian? Jika kita bersedia menjadi seorang pelayan,
hidup kita akan memuliakan Tuhan yang sungguh agung. Tak ada pelayanan yang
dipandang kecil, hal itu kecil jika demi kemuliaan diri sendiri, dan itu besar
jika seturut kehendak Tuhan. Perbuatan sederhana yang dilakukan demi nama
Kristus merupakan perbuatan yang sungguh agung.
Respon 2
Shalom Siu pagi, yes!
Orang yang mau merenungkan firman siang dan malam akan seperti pohon yang
ditanam ditepi aliran sungai, yang menghasilkan buah pada musim-nya, dan tidak
akan layu daunnya, apapun yang diperbuatnya berhasi, thank you so much.
Respon 3
Segala perkara dapat
kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Filipi 4:13). Dengan
kekuatan yang dari Tuhan pasti kita bisa lewati, dan JANGAN bersandar pada
kekuatan kita. Have a glorious week!
Respon 4
Yes, benar. Tapi
juga jangan lupa memper-katakannya, kok ya bisa pas dengan Firman Tuhan di sangkakala
pagi ini. Dikatakan kata-kata itu seperti bumerang. Kalau kata-kata yang keluar
dari mulut kita itu jelek (ngilokno orang) maka itu akan
kembali pada diri kita sendiri. Tapi kalau yang keluar dari diri kita itu
kata-kata berkat dan Firman Tuhan itu juga akan kembali pada diri kita sendiri
dan memberkati hidup kita. Jadi terus perkatakan Firman Tuhan. Apapun yang sedang
kita hadapi saat ini tetap perkatakan berkat. Itu akan menjadi nubuatan buat
hidup kita. Tetap semangat!
Respon 5
Ya amin. Ia
membagi-bagikan, Ia member-kan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk
selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemulian (Mazmur 112:9), ketika kita
menyadari bahwa dunia ini dan segala sesuatu yang ada dalamnya tidak kekal dan tidak
bisa diprediksi kita akirnya mengharapkan sesuatu yang kekal, apa yang masih kita
miliki? Pemazmur menulis “kebajikannya tetap untuk selamanya”, ini tidak bisa
diganggu gugat dan tidak bisa lapuk oleh waktu dan keadaan ini tidak akan berubah.
Kebajikan dan kemurahan akan menjadi milik kita bila kita mendekat kepada Allah
melalui iman kepada Yesus kristus. Dialah batu karang, keselamatan, dan
satu-satu-Nya sumber kebahagiaan sejati serta kekal. (Mazmur 112:1) mengatakan,
berbaha-gialah orang yang takut akan Tuhan akan Tuhan, yang suka kepada segala
printah-Nya. “Bersukacitalah di dalam Tuhan dan firman-Nya. Selamat sore selamat
berbahagia dalam Tuhan. Amin. GBU.
No comments:
Post a Comment