Saturday, 11 January 2014

11 Januari 2014 - Kedewasaan dalam Pikiran yang Baru



Efesus 4: 23, “Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu.” Roma 8:5, “Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal- hal yang dari daging: mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.” Tujuan Utama pikiran saudara dan saya adalah sebagai sarana untuk menerima PEWAH-YUAN dari Allah. Saat pikiran kita diisi oleh KEBENARAN FIRMAN ALLAH dan secara perlahan diubah oleh Roh Kudus, maka terjadi PERUBAHAN HIDUP. PIKIRAN seperti itu lah yang perlu kita miliki. Salah satu alasan mengapa orang gagal mencapai IMPIAN mereka adalah karena mereka ingin mendapatkan PERUBAHAN HASIL TANPA ADA PERUBAHAN PIKIRAN. Amin.

Respon 1
Shalom!  Roma 8:5;  Efesus 4:23.  Ya  Tuhan sudah berikan pada kita kemerdekaan diri dari pikiran yang buruk. maka isilah pikiran kita dengan Firman Tuhan yang memerdekakan. Halleluyah. Amin. Jbu all.


Respon 2
RENUNGAN. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” (Roma 1:17). Iman, kata yang sederhana, namun sulit untuk dijabarkan dan sebagai orang percaya, iman adalah sesuatu yang sangat sentral, sangat penting. Yesus pernah mengatakan bahwa “Sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada gunung ini: pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung itu akan pindah dan takkan ada yang mustahil bagimu”. Alkitab juga menuliskan, ‘Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa’. Apakah iman menurut pemahaman Yesus? Orang dapat menyebutkan istilah yang sama, dengan pemahaman yang berbeda, bukankah para teroris juga selalu merasa mempunyai iman yang besar, yang dalam, selalu menyebut-nyebut nama Tuhan, tetapi di sisi lain mereka adalah pembunuh-pembunuh yang keji, dapat melumuri tangannya dengan darah sesama sambil berdoa dengan khusyuknya, serta berceramah tentang “misi suci”. Tentu bukan itu yang Yesus maksudkan dengan iman, iman adalah proses, iman adalah perjalanan panjang orang benar, orang percaya, dari iman memimpin kepada iman, iman kepada Injil, Yesus Kristus yang telah mati, bangkit dan naik ke sorga, tidak lebih tidak kurang Iman bukan saja soal bagaimana orang bisa percaya Tuhan, tapi juga terkait erat dengan persoalan hidup, iman mewarnai seluruh gerak langkah hidup orang dalam proses suka duka, iman turut berperan di dalamnya. Beriman bukan berarti pasti sukses terus, senang terus atau melimpah  terus  secara materi, lihatlah Ayub yang tiba-tiba jatuh miskin kehilangan harta, kehilangan anak-anaknya dan kesehatannya. Lihat juga Paulus yang menanggung duri dalam dagingnya namun dapat berkata justru dalam kelemahanku, kuasa Tuhan menjadi sempurna. Iman dapat merubah segala sesuatu dalam kehidupan, kesulitan, penderitaan, justru dapat dijadikan kesukaan dan kebahagiaan. GBU.

Respon 3
11 Januari 2014 / Sabtu. Berpaling dari Allah. Lukas 15:20-32. Seperti halnya sang bapa dalam kisah anak yang hilang, Bapa surgawi kita pun tidak akan memaksa kita untuk tetap tinggal di dalam Dia. Bila kita mengabaikan Roh Kudus-Nya yang menuntun kita dan bersikeras mengikuti jalan yang tidak kudus, Ia akan membiarkan kita mengikuti jalan kita sendiri. Melihat perumpamaan ini, kita belajar tentang apa yang terjadi bila kita berada di luar  rancangan  Tuhan.  Persekutuan  kita dengan Bapa terkena dampaknya. Anak yang pergi tidak lagi memiliki kontak yang dekat dengan ayahnya, hubungan mereka tidak lagi penting baginya. Bila kita menyimpang dan menjadikan diri kita sebagai prioritas yang lebih tinggi daripada Tuhan, hubungan kita pun akan terputus dari Bapa surgawi kita. Sebagai orang Kristen, kita tidak dapat meninggalkan jalan yang Tuhan pilih tanpa terlebih dahulu menutup pikiran dan hati kita kepada kebenaran-Nya dan panggilan-Nya bagi hidup kita. Sumber daya kita -- waktu, talenta dan harta menjadi sia-sia. Sang anak menghamburkan uangnya pada hal-hal yang sembrono dan berakhir lebih buruk daripada para pekerja di rumah ayahnya. Tuhan telah mencurahkan karunia rohani dan sumber daya materi untuk membangun kerajaan-Nya, dan Ia pun memberikan Roh-Nya untuk member-kan tuntunan. Mengejar rancangan kita sendiri akan menyia-nyiakan apa yang Ia telah berikan kepada kita. Kebutuhan kita yang terdalam tidak terpenuhi. Mengejar mimpi di luar maksud Tuhan hanya akan menuntun pada ketidakpuasan. Hanya di dalam Kristus kita dapat menemukan kepuasan sejati. Kelelahan yang luar biasa akan mengambil alih diri kita bila kita hidup terpisah dari Tuhan. Pilihan yang buruk dapat menyebab-kan penyesalan seumur hidup, namun mereka tidak perlu mendikte masa depan kita. Ia sedang menantikan Anda.


Respon 4
Shalom Siu, pagi, terima kasih makanan rohanimu pagi ini, TUHAN memberkatimu, yes, pertumbuhan adalah kerja keras seumur hidup, keep on fire. Happy weekend. Gbu.

Respon 5
Puji Tuhan renungan firman hari ini: Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah (Yak 1:19).

Respon 6
Firmanmu hari ini sngat memberkatiku Siu, thank you.


JESUS BLESS



No comments:

Post a Comment