Efesus 4: 23, “Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan
pikiranmu.” Roma 8:5, “Sebab mereka
yang hidup menurut daging, memikirkan hal- hal yang dari daging: mereka yang
hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.” Tujuan Utama pikiran saudara dan saya adalah sebagai
sarana untuk menerima PEWAH-YUAN dari
Allah. Saat pikiran kita diisi oleh KEBENARAN
FIRMAN ALLAH dan secara perlahan diubah oleh Roh Kudus, maka terjadi PERUBAHAN HIDUP. PIKIRAN seperti itu lah yang perlu kita miliki. Salah satu alasan
mengapa orang gagal mencapai IMPIAN mereka adalah karena mereka ingin mendapatkan
PERUBAHAN HASIL TANPA ADA PERUBAHAN PIKIRAN. Amin.
Respon 1
Shalom! Roma 8:5; Efesus 4:23. Ya Tuhan sudah berikan pada kita
kemerdekaan diri dari pikiran yang buruk. maka isilah pikiran kita dengan Firman
Tuhan yang memerdekakan. Halleluyah. Amin. Jbu all.
Respon 2
RENUNGAN. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah,
yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang
benar akan hidup oleh iman.” (Roma 1:17). Iman, kata yang sederhana, namun
sulit untuk dijabarkan dan sebagai orang percaya, iman adalah sesuatu yang
sangat sentral, sangat penting. Yesus pernah mengatakan bahwa “Sekiranya kamu
mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada gunung ini:
pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung itu akan pindah dan takkan ada yang
mustahil bagimu”. Alkitab juga menuliskan, ‘Dan segala sesuatu yang tidak
berdasarkan iman, adalah dosa’. Apakah iman menurut pemahaman Yesus? Orang dapat menyebutkan
istilah yang sama, dengan pemahaman yang berbeda, bukankah para teroris juga
selalu merasa mempunyai iman yang besar, yang dalam, selalu menyebut-nyebut
nama Tuhan, tetapi di sisi lain mereka adalah pembunuh-pembunuh yang keji,
dapat melumuri tangannya dengan darah sesama sambil berdoa dengan khusyuknya,
serta berceramah tentang “misi suci”. Tentu bukan itu yang Yesus maksudkan
dengan iman, iman adalah proses, iman adalah perjalanan panjang orang benar,
orang percaya, dari iman memimpin kepada iman, iman kepada Injil, Yesus Kristus
yang telah mati, bangkit dan naik ke sorga, tidak lebih tidak kurang Iman bukan
saja soal bagaimana orang bisa percaya Tuhan, tapi juga terkait erat dengan
persoalan hidup, iman mewarnai seluruh gerak langkah hidup orang dalam proses
suka duka, iman turut berperan di dalamnya. Beriman bukan berarti pasti sukses
terus, senang terus atau melimpah terus secara materi, lihatlah Ayub yang tiba-tiba jatuh
miskin kehilangan harta, kehilangan anak-anaknya dan kesehatannya. Lihat juga
Paulus yang menanggung duri dalam dagingnya namun dapat berkata justru dalam
kelemahanku, kuasa Tuhan menjadi sempurna. Iman dapat merubah segala sesuatu
dalam kehidupan, kesulitan, penderitaan, justru dapat dijadikan kesukaan dan kebahagiaan.
GBU.
Respon 3
11 Januari 2014 /
Sabtu. Berpaling dari Allah. Lukas 15:20-32. Seperti halnya sang bapa dalam
kisah anak yang hilang, Bapa surgawi kita pun tidak akan memaksa kita untuk
tetap tinggal di dalam Dia. Bila kita mengabaikan Roh Kudus-Nya yang menuntun
kita dan bersikeras mengikuti jalan yang tidak kudus, Ia akan membiarkan kita
mengikuti jalan kita sendiri. Melihat perumpamaan ini, kita belajar tentang apa
yang terjadi bila kita berada di luar rancangan Tuhan. Persekutuan
kita dengan Bapa terkena
dampaknya. Anak yang pergi tidak lagi memiliki kontak yang dekat dengan
ayahnya, hubungan mereka tidak lagi penting baginya. Bila kita menyimpang dan
menjadikan diri kita sebagai prioritas yang lebih tinggi daripada Tuhan,
hubungan kita pun akan terputus dari Bapa surgawi kita. Sebagai orang Kristen,
kita tidak dapat meninggalkan jalan yang Tuhan pilih tanpa terlebih dahulu
menutup pikiran dan hati kita kepada kebenaran-Nya dan panggilan-Nya bagi hidup
kita. Sumber daya kita -- waktu, talenta dan harta menjadi sia-sia. Sang anak
menghamburkan uangnya pada hal-hal yang sembrono dan berakhir lebih buruk
daripada para pekerja di rumah ayahnya. Tuhan telah mencurahkan karunia rohani
dan sumber daya materi untuk membangun kerajaan-Nya, dan Ia pun memberikan
Roh-Nya untuk member-kan tuntunan. Mengejar rancangan kita sendiri akan menyia-nyiakan
apa yang Ia telah berikan kepada kita. Kebutuhan kita yang terdalam tidak
terpenuhi. Mengejar mimpi di luar maksud Tuhan hanya akan menuntun pada
ketidakpuasan. Hanya di dalam Kristus kita dapat menemukan kepuasan sejati. Kelelahan
yang luar biasa akan mengambil alih diri kita bila kita hidup terpisah dari
Tuhan. Pilihan yang buruk dapat menyebab-kan penyesalan seumur hidup, namun
mereka tidak perlu mendikte masa depan kita. Ia sedang menantikan Anda.
Respon 4
Shalom Siu, pagi,
terima kasih makanan rohanimu pagi ini, TUHAN memberkatimu, yes, pertumbuhan
adalah kerja keras seumur hidup, keep on fire. Happy weekend. Gbu.
Respon 5
Puji Tuhan renungan
firman hari ini: Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap
orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat
untuk marah (Yak 1:19).
Respon 6
Firmanmu hari ini
sngat memberkatiku Siu, thank you.
No comments:
Post a Comment