Rhema Pagi ini. Efesus
5:21-33, CINTA. Efesus 5:25.
Suami-suami jangan tangung-tanggung mengasihi istrimu, tepat seperti apa yang
Kristus lakukan untuk Gereja. “Kasih yang
ditandai dengan pemberian bukan semata mengambil sesuatu.” (Terjemahan “The
Message”). Standard kasih seperti apa yang perlu dimiliki oleh seorang suami terhadap istrinya?
Yaitu kasih yang tidak egois, kasih yang senantiasa
memberi & me-ngorbankan diri. Jadi, standard dalam sebuah pernikahan
Kristen adalah hubungan seperti Kristus & Jemaat-Nya. Amin. Penjelasan
Efesus 5:33 dapat di-review kembali dalam BBM
4 BBM & SMS tanggal 12 Januari 2013: CINTA SEGITIGA! Semangat mengasihi
pasangan saudara J.
Respon 1
Pengharapan itu
adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke
belakang tabir, (Ibrani 6:19). Jangan sampai pengharapan dalam hidupmu kandas
karena “pengharapan tidak menge-cewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di
dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” (Roma 5:5)
Respon 2
BAPA, ajar kami untuk
dapat selalu menga-sihi pasangan kami sekalipun usia kami sudah tua. Shalom Siu.
Thank you so much, BBM-mu pagi ini, Gbu.
Respon 3
Ada satu pertanyaan yang sangat menarik dan jawabannya
pun sangat menginspirasi. Apa yang menjadi rahasia pernikahan yang langgeng
sampai maut memisahkan? TETAP BERPACARAN. Masa berpacaran itu seumur hidup
pernikahan. Banyak orang yang sudah menikah kalau jalan-jalan sendiri-sendiri, yang
istri di depan, yang suami di belakang (kayak gerak jalan). Atau bahkan ada yang
suami nunggu di foodcourt, yang istri mengelilingi mall. Semua berjalan sendiri-sendiri
dengan keinginannya sendiri-sendiri. PERNIKAHAN mematikan kemesraan yang dulu
dirasakan saat pacaran. Gandengan malu, deket-dekat malu. Padahal Tuhan ingin
kita terus saling mengasihi dan menghormati pasangan (Efesus 5:25,33). Salah
satu bentuk mengasihi pasangan kita adalah
dengan menyatakan lewat
perkataan dan tindakan nyata seumur hidup. Jangan malu gandengan, pelukan di
depan umum, karena itu salah satu bentuk ekspresi kasih kita dalam mengasihi
pasangan kita. Mesra di depan orang banyak bukan hal yang memalukan bagi
pasangan yang sudah menikah.
Respon 4
RENUNGAN PAGI. Selasa,
21 Januari 2014. Waktu Yesus masih berbicara datanglah serombongan orang, sedang
murid-Nya yang bernama Yudas, seorang dari kedua belas murid itu, berjalan di
depan mereka. Yudas mendekati Yesus untuk mencium-Nya. Maka kata Yesus
kepadanya: “Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?” (Lukas
22:47-48) Peluk, cium, nasihat, kata-kata manis. 'Ooo, silahkan'. 'Tidak
apa-apa'. Pemberian, pertolongan atau sekedar sapa hangat dan senyum mani. Mungkin terlihat sebagai
suatu yang baik. Orang lain pun
mungkin melihatnya begitu dan memang seharusnya begitu. Tapi, kita tahu kok
maksud kita yang sebenarnya saat berikan itu semua. Oh TUHAN bimbing aku supaya
tulus saat memberi. Supaya tidak menyisipkan yang jahat dalam perbuatan baikku.
Tuhan Yesus memberkati.
Respon 5
RENUNGAN (sambil
menunggu Hujan reda). Saudara /saudari-ku. Tak ada yang mampu mengubah masa
lalu, tapi kita dapat merusak masa depan dengan menangisi masa lalu dan
melalaikan masa kini. Sejatinya, apa yang kita lakukan hari ini, merupakan
kunci kesuksesan ataupun juga kehancuran hari esok kita. Lakukanlah yang
terbaik untuk hari ini.Saat kita termangu menatap ke belakang, sesung-guhnya
kita telah tertinggal dengan orang yang merangkak ke depan. Sesungguhnya masa
lalu adalah guru bagi kita untuk menatap dan
membangun masa depan. Selamat meraih kesuksesan, saudara /
saudariku tercinta.
Respon 6
Syalom. Amin “Kuda diperlengkapi untuk hari
peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN.” (Amsal 21:31). Terima kasih
Ibu Siu, selamat siang TUHAN YESUS memberkati Ibu memberkati.
Respon 7
Pilihan yang terbaik akan menentukan hidup, ya. Tetapi
jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini
kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah
di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini.
Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Jauhlah dari
pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain! “Sebab TUHAN,
Allah kita, Dialah yang
telah menuntun kita!” Tidaklah kamu
sanggup beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah yang kudus, Dialah Allah
yang cemburu. Ia tidak akan me-ngampuni kesalahan dan dosamu. Jangan ter-tipu: “Sadarlah dan berjaga-jagalah!
Lawan-mu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan
mencari orang yang dapat ditelannya”. GOD Bless you.
Respon 8
Akar-akar begitu
gigih mencari air. Menembus tanah yang keras. Ketika sebatang pohob sedang
tumbuh. Saat pohon tumbuh berdaun rimbun. Berbunga indah,lalu berdua. Banyak
orang memuji pohon itu. Apakah akar juga mendapat pujian? Tidak samasekali! Tapi,
akar tak pernah mengeluh.. Tak menuntukut. Tak sombong. Ia tetap bekerja di dalam
tanah & terus mencari makanan disaat musim kering ataupun disaat musim
hujan. Supaya pohon tetap tumbuh dan terus berubah. Dari
akarlah kita belajar
tentang kerajinan, ketekunan,
ketulusan, keikhlasan & kerendahan hati. Ia akan seperti pohon yang ditanam ditepi air. Yang merambatkan
akar-akarnya ketepi batang air. Dan yang tidak mengalami datangnya panas terik.
Yang daunnya tetap hijau. Yang tidak kuatir dalam tahun kering. Dan yang tidak
berhenti menghasilkan buah (Yeremia 17:8)
No comments:
Post a Comment