Tuesday, 21 January 2014

21 Januari 2014 - Cinta


Rhema Pagi ini. Efesus 5:21-33, CINTA. Efesus 5:25. Suami-suami jangan tangung-tanggung mengasihi istrimu, tepat seperti apa yang Kristus lakukan untuk Gereja. “Kasih yang ditandai dengan pemberian bukan semata mengambil sesuatu.” (Terjemahan “The Message”). Standard kasih seperti apa yang perlu dimiliki oleh seorang suami terhadap   istrinya?  Yaitu  kasih  yang  tidak egois, kasih yang senantiasa memberi & me-ngorbankan diri. Jadi, standard dalam sebuah pernikahan Kristen adalah hubungan seperti Kristus & Jemaat-Nya. Amin. Penjelasan Efesus 5:33 dapat di-review kembali dalam BBM 4 BBM & SMS tanggal 12 Januari 2013: CINTA SEGITIGA! Semangat mengasihi pasangan saudara J.


Respon 1
Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, (Ibrani 6:19). Jangan sampai pengharapan dalam hidupmu kandas karena “pengharapan tidak menge-cewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” (Roma 5:5)

Respon 2
BAPA, ajar kami untuk dapat selalu menga-sihi pasangan kami sekalipun usia kami sudah tua. Shalom Siu. Thank you so much, BBM-mu pagi ini, Gbu.


Respon 3
Ada satu pertanyaan yang sangat menarik dan jawabannya pun sangat menginspirasi. Apa yang menjadi rahasia pernikahan yang langgeng sampai maut memisahkan? TETAP BERPACARAN. Masa berpacaran itu seumur hidup pernikahan. Banyak orang yang sudah menikah kalau jalan-jalan sendiri-sendiri, yang istri di depan, yang suami di belakang (kayak gerak jalan). Atau bahkan ada yang suami nunggu di foodcourt, yang istri mengelilingi mall. Semua berjalan sendiri-sendiri dengan keinginannya sendiri-sendiri. PERNIKAHAN mematikan kemesraan yang dulu dirasakan saat pacaran. Gandengan malu, deket-dekat malu. Padahal Tuhan ingin kita terus saling mengasihi dan menghormati pasangan (Efesus 5:25,33). Salah satu bentuk mengasihi  pasangan  kita  adalah dengan menyatakan lewat perkataan dan tindakan nyata seumur hidup. Jangan malu gandengan, pelukan di depan umum, karena itu salah satu bentuk ekspresi kasih kita dalam mengasihi pasangan kita. Mesra di depan orang banyak bukan hal yang memalukan bagi pasangan yang sudah menikah.

Respon 4
RENUNGAN PAGI. Selasa, 21 Januari 2014. Waktu Yesus masih berbicara datanglah serombongan orang, sedang murid-Nya yang bernama Yudas, seorang dari kedua belas murid itu, berjalan di depan mereka. Yudas mendekati Yesus untuk mencium-Nya. Maka kata Yesus kepadanya: “Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?” (Lukas 22:47-48) Peluk, cium, nasihat, kata-kata manis. 'Ooo, silahkan'. 'Tidak apa-apa'. Pemberian, pertolongan atau sekedar sapa hangat dan senyum mani. Mungkin   terlihat   sebagai  suatu  yang  baik. Orang lain pun mungkin melihatnya begitu dan memang seharusnya begitu. Tapi, kita tahu kok maksud kita yang sebenarnya saat berikan itu semua. Oh TUHAN bimbing aku supaya tulus saat memberi. Supaya tidak menyisipkan yang jahat dalam perbuatan baikku. Tuhan Yesus memberkati.


Respon 5
RENUNGAN (sambil menunggu Hujan reda). Saudara /saudari-ku. Tak ada yang mampu mengubah masa lalu, tapi kita dapat merusak masa depan dengan menangisi masa lalu dan melalaikan masa kini. Sejatinya, apa yang kita lakukan hari ini, merupakan kunci kesuksesan ataupun juga kehancuran hari esok kita. ‎Lakukanlah yang terbaik untuk hari ini.Saat kita termangu menatap ke belakang, sesung-guhnya kita telah tertinggal dengan orang yang merangkak ke depan. Sesungguhnya masa lalu adalah guru bagi kita untuk menatap dan  membangun masa depan.‎ Selamat meraih kesuksesan, saudara / saudariku tercinta.


Respon 6
Syalom.  Amin “Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN.” (Amsal 21:31). Terima kasih Ibu Siu, selamat siang TUHAN YESUS memberkati Ibu memberkati.

Respon 7
Pilihan yang terbaik akan menentukan hidup, ya. Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Jauhlah dari pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain! “Sebab TUHAN, Allah kita,   Dialah   yang   telah   menuntun   kita!” Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah yang kudus, Dialah Allah yang cemburu. Ia tidak akan me-ngampuni kesalahan dan dosamu. Jangan  ter-tipu: “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawan-mu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya”. GOD Bless you.

Respon 8
Akar-akar begitu gigih mencari air. Menembus tanah yang keras. Ketika sebatang pohob sedang tumbuh. Saat pohon tumbuh berdaun rimbun. Berbunga indah,lalu berdua. Banyak orang memuji pohon itu. Apakah akar juga mendapat pujian? Tidak samasekali! Tapi, akar tak pernah mengeluh.. Tak menuntukut. Tak sombong. Ia tetap bekerja di dalam tanah & terus mencari makanan disaat musim kering ataupun disaat musim hujan. Supaya pohon tetap tumbuh dan terus berubah.   Dari  akarlah  kita  belajar  tentang kerajinan, ketekunan, ketulusan, keikhlasan & kerendahan hati. Ia akan seperti pohon  yang ditanam ditepi air. Yang merambatkan akar-akarnya ketepi batang air. Dan yang tidak mengalami datangnya panas terik. Yang daunnya tetap hijau. Yang tidak kuatir dalam tahun kering. Dan yang tidak berhenti menghasilkan buah (Yeremia 17:8) 

JESUS BLESS



No comments:

Post a Comment