Sunday, 26 January 2014

26 Januari 2014 - Pekerjaan Belum Selesai


Pengkhotbah 9:10, “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan,    pengetahuan    dan    hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.” Kolose 3:23, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Jangan pernah puas dengan apa yang sudah BERHASIL kita capai. PERBAHARUILAH terus menerus. Mari kembangkan kreativitas kita supaya kita tetap eksis bahkan semakin MAJU, BERHASIL, dan BERJAYA. Amin!


Respon 1
Terima kasih Tante. Sangat menginspirasi dan memberkati.

Respon 2
Membuat sebuah pembaharuan yang penting ada kemauan. Kreativitas, daya juang yang besar. Memiliki pengetahuan atau wawasan yang cukup luas. Happy sunday. Terima kasih.


Respon 3
Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Sang ayah berkata kepada anaknya, “lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati”. Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ikan kecil itu mendadak gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya. “Hai tahukah kamu di mana tempat air berada? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati”. Ternyata semua ikan yang telah ditanya tidak mengetahui di mana air itu, si ikan kecil semakin kebingungan, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan  sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal yang sama, “Di manakah air?” Ikan sepuh itu menjawab dengan bijak, “Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita semua akan mati”. Apa arti cerita tersebut bagi kita? Manusia kadang-kadang mengalami situasi yang sama seperti ikan kecil, mencari kesana-kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai sampai ia sendiri tidak menyadarinya. Tuhan memberkati. Selamat siang & selamat beribadah.


Respon 4
Mazmur 118:26, ‘Diberkatlah dia yang datang dalam nama TUHAN!’ Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN! Wow. Ayoo ibadah. Kita diberkati untuk jadi berkat. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto (SS)-YESTOYA Malang.


Respon 5
Syalom. Amin, “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” (Ulangan 6:5). Terima kasih Ibu Siu, selamat sore, TUHAN memberkati Ibu dan Keluarga.

Respon 6
Membuat sebuah pembaharuan yang penting ada kemauan. Kreativitas. Daya juang yang besar. Memiliki pengetahuan atau wawasan yang cukup luas. Happy sunday. Terima kasih Gbu.

Respon 7
“Tapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, karena mempunyai pancai ndera yang terlatih untuk membedakan yang baik daripada yang jahat” (Ibr 5:14). Memiliki Perspektif yang Benar adalah bukti kedewasa-an Rohani. Melihat segala sesuatu dengan cara Tuhan melihatnya adalah jawaban semua masalah hidup. Banyak keuntungan dari belajar melihat segala sesuatu dari sudut pandang Tuhan. Perspektif yang benar membantu kita. Menolak godaan. Saat kita melihat situasi dari sudut pandang-Nya, kita menyadari bahwa. Konsekuensi jangka panjang dari dosa lebih besar dibanding dengan kesenangan sesaat yang bisa ditawarkan dosa. Tanpa perspektif yang benar, kita hanya akan mengikuti sifat alami kita, sifat kedagingan. “Ada jalan yang disangka orang lurus, tapi ujungnya menuju maut” (Ams 14:12). Menghadapi pencobaan. Ketika kita memiliki perspektif Tuhan dalam hidup, kita menyadari bahwa “Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia” (Rm 8:28) Ujian dalam Iman menghasilkan ketekunan (Yak 1:3). Perspektif yang benar adalah salah satu alasan bagaimana Yesus mampu memikul salib-Nya (Ibr 12:2).  Dia mengabaikan rasa sakit untuk meraih sukacita yang terbentang di hadapan-Nya. Melindungi kita dari kesalahan. Ini waktu yang tepat bagi orang Kristen untuk dihadapkan pada kebenaran yang sejati. Keragaman telah menciptakan kebudayaan yang amat membingungkan. Bukan karena budaya kita tidak percaya apa pun, tapi problemnya adalah budaya kita percaya segalanya. Maka satu-satunya cara agar tidak terbawa budaya dunia (bingung mana yang benar) adalah dengan memakai sudut pandang Tuhan. Menolong kita mengambil keputusan & berespon benar dalam segala hal. Saat kita mengejar pengetahuan dan perspektif yang benar, maka kita akan dibangun dalam keteguhan pengenalan akan Tuhan, hidup benar di akhir dari akhir jaman ini. “Sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan” (Ef 4:14). Morniing Have a joyful weekend. GBU.

JESUS BLESS



No comments:

Post a Comment