Pengkhotbah 9:10, “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk
dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan,
pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan
pergi.” Kolose 3:23, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah
dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Jangan
pernah puas dengan apa yang sudah BERHASIL kita capai. PERBAHARUILAH terus
menerus. Mari kembangkan kreativitas kita supaya kita tetap eksis bahkan
semakin MAJU, BERHASIL, dan BERJAYA. Amin!
Respon 1
Terima kasih Tante.
Sangat menginspirasi dan memberkati.
Respon 2
Membuat sebuah
pembaharuan yang penting ada kemauan. Kreativitas, daya juang yang besar. Memiliki
pengetahuan atau wawasan yang cukup luas. Happy sunday. Terima kasih.
Respon 3
Suatu hari seorang
ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Sang ayah
berkata kepada anaknya, “lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan
ini, tanpa air kita semua akan mati”. Pada saat yang bersamaan, seekor ikan
kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ikan kecil itu mendadak
gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam
kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu ke hilir sungai sambil
bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya. “Hai tahukah kamu di mana tempat
air berada? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan
akan mati”. Ternyata semua ikan yang telah ditanya tidak mengetahui di mana air
itu, si ikan kecil semakin kebingungan, lalu ia berenang menuju mata air untuk
bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal yang sama, “Di
manakah air?” Ikan sepuh itu menjawab dengan bijak, “Tak usah gelisah anakku,
air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari
kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita semua akan mati”. Apa arti cerita
tersebut bagi kita? Manusia kadang-kadang mengalami situasi yang sama seperti
ikan kecil, mencari kesana-kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia
sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai sampai ia
sendiri tidak menyadarinya. Tuhan memberkati. Selamat siang & selamat
beribadah.
Respon 4
Mazmur 118:26,
‘Diberkatlah dia yang datang dalam nama TUHAN!’ Kami memberkati kamu dari dalam
rumah TUHAN! Wow. Ayoo ibadah. Kita diberkati untuk jadi berkat. Selamat ibadah
dan melayani! Samuel Sianto (SS)-YESTOYA Malang.
Respon 5
Syalom. Amin, “Kasihilah
TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan
segenap kekuatanmu.” (Ulangan 6:5). Terima kasih Ibu Siu, selamat sore, TUHAN memberkati
Ibu dan Keluarga.
Respon 6
Membuat sebuah
pembaharuan yang penting ada kemauan. Kreativitas. Daya juang yang besar. Memiliki
pengetahuan atau wawasan yang cukup luas. Happy sunday. Terima kasih Gbu.
Respon 7
“Tapi makanan keras adalah
untuk orang-orang dewasa, karena mempunyai pancai ndera yang terlatih untuk
membedakan yang baik daripada yang jahat” (Ibr 5:14). Memiliki Perspektif yang
Benar adalah bukti kedewasa-an Rohani. Melihat segala sesuatu dengan cara Tuhan
melihatnya adalah jawaban semua masalah hidup. Banyak
keuntungan dari belajar melihat segala sesuatu dari sudut pandang Tuhan. Perspektif
yang benar membantu kita. Menolak godaan. Saat kita melihat situasi dari sudut
pandang-Nya, kita menyadari bahwa. Konsekuensi jangka panjang dari dosa lebih
besar dibanding dengan kesenangan sesaat yang bisa ditawarkan dosa. Tanpa
perspektif yang benar, kita hanya akan mengikuti sifat alami kita, sifat
kedagingan. “Ada jalan yang disangka orang lurus, tapi ujungnya menuju maut” (Ams
14:12). Menghadapi pencobaan. Ketika kita memiliki perspektif Tuhan dalam
hidup, kita menyadari bahwa “Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk
mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia” (Rm 8:28) Ujian dalam
Iman menghasilkan ketekunan (Yak 1:3). Perspektif yang benar adalah salah satu
alasan bagaimana Yesus mampu memikul salib-Nya (Ibr 12:2). Dia mengabaikan rasa sakit untuk meraih sukacita yang
terbentang di hadapan-Nya. Melindungi kita dari kesalahan. Ini waktu yang tepat
bagi orang Kristen untuk dihadapkan pada kebenaran yang sejati. Keragaman telah
menciptakan kebudayaan yang amat membingungkan. Bukan karena budaya kita tidak
percaya apa pun, tapi problemnya adalah budaya kita percaya segalanya. Maka
satu-satunya cara agar tidak terbawa budaya dunia (bingung mana yang benar) adalah
dengan memakai sudut pandang Tuhan. Menolong kita mengambil keputusan &
berespon benar dalam segala hal. Saat kita mengejar pengetahuan dan perspektif yang
benar, maka kita akan dibangun dalam keteguhan pengenalan akan Tuhan, hidup
benar di akhir dari akhir jaman ini. “Sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang
diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu
manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan” (Ef 4:14). Morniing Have a
joyful weekend. GBU.
No comments:
Post a Comment