Filipi 1:21, “Karena bagiku HIDUP adalah Kristus dan mati
adalah keuntungan.” Matius 13:46, “Setelah
ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya
lalu membeli mutiara itu.” Hal yang bisa kita pelajari di sini
adalah sebagai pribadi yang sudah lama mengenal
Yesus Kristus, kita diingatkan kembali akan KASIH MULA-MULA kita kepada-Nya. Apakah
kita tetap mempertahankan mutiara
yang sudah kita dapatkan & melepaskan keakuan kita? Siapa yang paling berharga
bagi saudari & saya? Sudahkah kita rela bayar harga untuk sesuatu yang
KEKAL?
Respon 1
Firman itu telah
menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya,
yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh
kasih karunia dan kebenaran (Yohanes 1:14). Ketika kita mencintai Firman, kita
mencintai Yesus Ketika kita tenggelam dalam Firman, kita sedang bersekutu
dengan Yesus Yesus pribadi yang penuh kasih karunia dan kebenaran.
Respon 2
Maz 60:14a. Dengan
ALLAH akan kita lakukan perbuatan-perbuatan GAGAH PERKASA! Wow bersama YESUS
tidak ada yang tidak bisa. Semua PASTI bisa. MUJIZAT pasti terjadi! Samuel
Sianto (SS) - YESTOYA Malang.
Respon 3
“Seperti bapa sayang
kepada anak-anaknya , demikian TUHAN SAYANG kepada orang-orang yang takut akan
DIA” (Mzm.103:13). Shalom TUHAN Memberkati. GBU All.
Respon 4
28 Januari 2014 /
Selasa. Menghancurkan Ketakutan Dengan Kebenaran. Yosua 1:6-8. Rasa takut
memperbudak kita. Kekuatiran dapat mewarnai keseluruhan perspektif kita hingga
kita hidup dengan kegelisahan yang terus-menerus. Namun rasa takut tidak cocok
dengan siapa diri kita sebagai orang percaya. Kita adalah
anak-anak Allah yang hidup, yang telah berjanji untuk memelihara kita dan
mengerjakan segala sesuatu demi kebaikan kita. Bila kita memilih untuk hidup
dalam ketakutan, maka di akhir hidup kita, kita akan melihat ke belakang dan
berharap kita lebih mempercayai Tuhan. Namun, daripada hidup dengan jalan yang
menuntun pada penyesalan, kita dapat dimerdekakan dari ketakutan kita sekarang
juga. Identifikasi kekuatiran spesifik yang Anda miliki dan bersedialah untuk
mengatasinya. Kita tidak dapat memulai untuk memahami kekuatiran kita sampai
kita menyadari akar dari segala rasa takut. Tentunya, ada begitu banyak
penyebab kekuatiran yang menyebabkan rasa takut—ketidaktahuan, pola pikir yang
diwariskan, imajinasi yang terlalu aktif—namun pada akhirnya, akar dari segala
kekuatiran kita adalah karena kita meragukan kedaulatan Tuhan. Tuhan memegang
kendali atas segala sesuatu. Kita ada di bawah kuasa, pemeliharaan, dan
perlindungan-Nya di setiap saat kehidupan kita. Rasa takut hancur bila
diperhadapkan pada kebenaran dasar bahwa kendali ada di tangan Allah yang maha
kuasa. Berfokuslah pada Tuhan dan bukan pada rasa takut. Saat kita memahami
bahwa kita ada di dalam tangan Bapa yang maha kuasa, maha mengetahui, dan
mengasihi kita, pilihan untuk mengubah kembali fokus kita kepada-Nya menjadi
lebih mudah. Namun kita harus membuat keputusan yang berani ini setiap saat
kita menghadapi kegelisahan.- SH
Respon 5
RENUNGAN Selasa, 28 Januari 2014. “Hendaklah kamu
dalam hidupmu bersama, menaruh Pikiran & Perasaan yang terdapat juga dalam
Kristus Yesus” (Flp 2:5). Problem utama kita sebenarnya bukanlah pergumulan
atau masalah yang sedang kita hadapi / alami tapi ketidakmampuan kita melihat
seperti Tuhan melihatnya (perspektif Tuhan). Inilah yang membuat kita
takut & khawatir. Belajar melihat segala hal, situasi & orang lain
seperti Tuhan melihatnya akan menolong kita menemukan Hikmat Tuhan. Ingat!!! Menjadi
pengikut Kristus tidak selalu indah dan lancar.Ada tantangan, rintangan dan hambatan dalam perjalanan hidup ini. Namun, Allah telah beri resep untuk mengalahkan semuanya yaitu mengucap syukur. 1 Tesalonika 5:18, ‘mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.’ Doa: Tuhan, ada banyak tantangan yang harus kami hadapi dalam kehidupan ini yang membuat kami takut dan gentar. Tolong kami Tuhan, mampukan kami untuk menghadapi setiap masalah yang ada, karena kami tahu bersama-Mu kami akan mampu menghadapinya. Amin.
No comments:
Post a Comment