Amsal 15:4, “Lidah lembut adalah
pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.” Begitu Besar Kuasa Sebuah Ucapan ya, demikian pula
kita perlu berhati-hati dalam ucapan kita karena apa yang kita ucapkan
menggambarkan dimana kita hidup: Dalam
Dunia atau KerajaanNya? Ukuran kedewasaan
Iman seseorang dapat dilihat dari bagaimana ia menguasai perkataannya! Apakah yang
perlu kita lakukan: Tinggalkan Perkataan
yang Lama / perkataan yang sia-sia & mari belajar punyailah perkataan
yang Baru, perkataan yang
memberi semangat (Yesaya 50:4), perkataan yang menciptakan yang terbaik dalam
diri orang lain (amsal 25:11) bahkan perkataan penuh hikmat (Amsal 10:31-32)
Amin!
Respon 1
“Serahkanlah segala
kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia
yang memelihara kamu.”
(1Petrus 5:7).
Ketika engkau kuatir itu menandakan bahwa engkau tidak melibatkan Tuhan dalam
hidupmu Only believe!
Respon 2
Amsal 15:4, lidah lembut adalah pohon kehidupan,
tetapi lidah curang melukai hati. Tanpa sadar kata-kata kita melukai hati orang
lain. Maafkan aku ya saudara-saudaraku kalau tanpa sadar kata-kataku melukai
hatimu. Firman Tuhan pagi ini mengingatkan kita, kata-kata yang keluar dari
mulut kita bisa membangun orang lain tapi juga bisa melukai hati orang lain dan
bisa membuat orang jadi patah semangat. Orang bilang lidah lebih tajam dari
pedang. Kadang maksud kita bercanda tapi kata-kata itu masuk ke dalam hati dan
itu efeknya luar biasa. Orang bisa jadi minder, sulit konsentrasi, trauma
bersosialisa-si alias malas kumpul-kumpul dll. Wow, dahsyaat ya efek dari
kata-kata, ini contoh di renungan pagi kita anak sekolah yang sering diolok-olok sama
teman-temannya sampai mati bunuh diri. Jadi, katakan perkataan yang bisa
membangun orang lain dan diri sendiri. Kadang maksud kita baik, ingin mengingat-kan
orang. Nah, kita harus pandai-pandai
me-milih kata-kata yang bisa diterima orang itu tanpa melukai hatinya. Berdoa
minta hikmat Tuhan harus bicara apa. Ya, memang harus hati-hati kalau bicara.
Ayat ini benar-benar menegur aku, aku sering ngomong yang tidak karuan, padahal
omongan kita itu didengar orang lain dan Tuhan. Ya, aku harus bertobat pagi
ini. Ampuni aku Tuhan. Maafkan aku ya saudara-saudaraku yang pernah tersakiti omonganku.
Respon 3
17 Januari 2014, Jumat. Pirinsip Dasar Kemakmuran.
Mazmur 24:1-2. Prinsip dasar dari kemakmuran sejati itu sederhana. Bahkan,
prinsip ini bermuara pada 3 kata saja: Tuhan memiliki segalanya. Kebenaran ini
bisa menjadi sulit dipahami
sepenuhnya dan diterapkan, bahkan bagi orang Kristen dewasa sekalipun.
Lagipula, hal itu bertentangan dengan pemikiran budaya modern. Namun demikian,
Alkitab berulang kali mengingatkan kita bahwa Allah adalah sang Pencipta dan
karenanya menjadi satu-satunya yang berhak memegang hak cipta atas semua
ciptaan. Menurut Hagai 2:8, Tuhan juga meletakkan klaim atas perak dan
mas—dengan kata lain, semua mata uang adalah milik-Nya. Mazmur 50:10 menyatakan
dengan cara berbeda, mengatakan kepada kita bahwa Ia memiliki “beribu-ribu
hewan di gunung.” Oleh karena Tuhan secara konsisten menegaskan bahwa Ia adalah
pemilik eksklusif semua ciptaan, kita seharusnya merespon dengan benar saat
kita memanfaatkan sumber daya-Nya—termasuk uang. Dengan kata lain, kita harus
memiliki respon yang persis sama ketika kita menggunakan sesuatu yang menjadi
milik tetangga kita: meminta
ijin untuk memakainya, menghormati
petunjuk sang pemilik, dan melakukan seperti yang ia tunjukkan; jangan mengambil
resiko yang tidak perlu, perlakukan sebagaimana kita ingin orang lain
memperlakukan harta milik kita; dan mengembalikan sesuai waktunya, lebih baik
lagi bila dalam kondisi yang lebih baik atau lebih banyak dari sebelumnya. Dan
kemudian ucapkan “Terima kasih” I Timotius 6:10 berkata bahwa cinta uang adalah
akar dari segala kejahatan. Memahami bahwa Tuhan adalah pemilik yang sah dan
kita sekedar pengelola sumber daya-Nya akan menolong kita memiliki sikap yang
benar tentang kekayaan—yaitu sikap berterima kasih dan bukannya mengklaim hak
kita.- Sentuhan Hati.
Respon 4
RENUNGAN Jumat, 17
Januari 2014. Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai
hati. Amsal 15:4.
Begitu Besar “Kuasa Sebuah
Ucapan.” Ya, demikian pula kita perlu berhati-hati dalam ucapan kita karena apa
yang kita ucapkan menggambar-kan dimana kita hidup: “Dalam Dunia” atau
KerajaanNya? Ukuran “kedewasaan” Iman seseorang dapat dilihat dari bagaiaman ia
menguasai perkataannya! Apakah yang perlu kita lakukan? Tinggalkan “Perkataan yang
lama” / Perkataan yang sia-sia dan mari
belajar punyailah perkataan yang baru, perkataan yang memberi semangat (Yesaya
50:4), perkataan yang menciptakan apa yang terbaik dalam diri orang lain (Amsal
25:11) bahkan perkataan penuh hikmat (Amsal 10:31-32). Hobby mencari kesalahan
harus segera ditinggalkan, karena kemungkinan besar kesalahan kita masih sangat
banyak, sehingga tidak perlu mencari kesalahan orang lain. Matius 7:3.
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam
matamu tidak engkau ketahui Amin!
Respon 5
Gal 2:19, sebab aku
telah mati oleh hukum Taurat untk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku
telah disalipkan dengan Kristus. Gal 2:20. Namun, bukan lagi aku sendiri yang
hidup, melainkan Kristus yang hidup didalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang
didalam daging, adalah hidup oleh iman dalam anak Allah yang telah mengasihi
aku dan menyerahkan dirinya untk aku. Pesan: Gal 2:4. Memang ada desakan dari
saudara-saudara palsu yang menyusup masuk, yaitu mereka yang menyelundup kedalam
untuk menghalang masuk kebebasan kita yang kita miliki didalam Kristus Yesus, supaya
dengan jalan itu mereka dapat memperhambakan kita. Gal 2:5. Tetapi sesaat apapun
kami tidak mau mundur dan tunduk kepada mereka, agar kebenaran Injil dapat tinggal
tetap pada kamu. Amin kiranya pesan ini dapat membentengi diri dari si jahat.
Imanuel. GBU.
Respon 6
Syalom. Amin. “Ganjaran
kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan
kehidupan.” (Amsal 22:4). Terima kasih ibu Siu, selamat beraktivitas TUHAN memberkati
Ibu dan Keluarga.
No comments:
Post a Comment