Friday, 17 January 2014

17 Januari 2014 - Kuasa Sebuah Ucapan



Amsal 15:4, “Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.” Begitu Besar Kuasa Sebuah Ucapan ya, demikian pula kita perlu berhati-hati dalam ucapan kita karena apa yang kita ucapkan menggambarkan dimana kita hidup: Dalam Dunia atau KerajaanNya? Ukuran kedewasaan Iman seseorang dapat dilihat dari bagaimana ia menguasai perkataannya! Apakah yang perlu kita lakukan: Tinggalkan Perkataan yang Lama / perkataan yang sia-sia & mari belajar punyailah perkataan yang Baru, perkataan yang memberi semangat (Yesaya 50:4), perkataan yang menciptakan yang terbaik dalam diri orang lain (amsal 25:11) bahkan perkataan penuh hikmat (Amsal 10:31-32) Amin!


Respon 1
“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya,   sebab   Ia   yang   memelihara   kamu.”
 
(1Petrus 5:7). Ketika engkau kuatir itu menandakan bahwa engkau tidak melibatkan Tuhan dalam hidupmu Only believe!

Respon 2
Amsal 15:4, lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati. Tanpa sadar kata-kata kita melukai hati orang lain. Maafkan aku ya saudara-saudaraku kalau tanpa sadar kata-kataku melukai hatimu. Firman Tuhan pagi ini mengingatkan kita, kata-kata yang keluar dari mulut kita bisa membangun orang lain tapi juga bisa melukai hati orang lain dan bisa membuat orang jadi patah semangat. Orang bilang lidah lebih tajam dari pedang. Kadang maksud kita bercanda tapi kata-kata itu masuk ke dalam hati dan itu efeknya luar biasa. Orang bisa jadi minder, sulit konsentrasi, trauma bersosialisa-si alias malas kumpul-kumpul dll. Wow, dahsyaat ya efek dari kata-kata, ini contoh di renungan  pagi  kita anak sekolah yang sering diolok-olok sama teman-temannya sampai mati bunuh diri. Jadi, katakan perkataan yang bisa membangun orang lain dan diri sendiri. Kadang maksud kita baik, ingin mengingat-kan orang.  Nah, kita harus pandai-pandai me-milih kata-kata yang bisa diterima orang itu tanpa melukai hatinya. Berdoa minta hikmat Tuhan harus bicara apa. Ya, memang harus hati-hati kalau bicara. Ayat ini benar-benar menegur aku, aku sering ngomong yang tidak karuan, padahal omongan kita itu didengar orang lain dan Tuhan. Ya, aku harus bertobat pagi ini. Ampuni aku Tuhan. Maafkan aku ya saudara-saudaraku yang pernah tersakiti omonganku.

Respon 3
17 Januari 2014, Jumat. Pirinsip Dasar Kemakmuran. Mazmur 24:1-2. Prinsip dasar dari kemakmuran sejati itu sederhana. Bahkan, prinsip ini bermuara pada 3 kata saja: Tuhan memiliki segalanya. Kebenaran ini bisa menjadi sulit dipahami sepenuhnya dan diterapkan, bahkan bagi orang Kristen dewasa sekalipun. Lagipula, hal itu bertentangan dengan pemikiran budaya modern. Namun demikian, Alkitab berulang kali mengingatkan kita bahwa Allah adalah sang Pencipta dan karenanya menjadi satu-satunya yang berhak memegang hak cipta atas semua ciptaan. Menurut Hagai 2:8, Tuhan juga meletakkan klaim atas perak dan mas—dengan kata lain, semua mata uang adalah milik-Nya. Mazmur 50:10 menyatakan dengan cara berbeda, mengatakan kepada kita bahwa Ia memiliki “beribu-ribu hewan di gunung.” Oleh karena Tuhan secara konsisten menegaskan bahwa Ia adalah pemilik eksklusif semua ciptaan, kita seharusnya merespon dengan benar saat kita memanfaatkan sumber daya-Nya—termasuk uang. Dengan kata lain, kita harus memiliki respon yang persis sama ketika kita menggunakan sesuatu yang menjadi milik tetangga  kita:  meminta  ijin untuk memakainya, menghormati petunjuk sang pemilik, dan melakukan seperti yang ia tunjukkan; jangan mengambil resiko yang tidak perlu, perlakukan sebagaimana kita ingin orang lain memperlakukan harta milik kita; dan mengembalikan sesuai waktunya, lebih baik lagi bila dalam kondisi yang lebih baik atau lebih banyak dari sebelumnya. Dan kemudian ucapkan “Terima kasih” I Timotius 6:10 berkata bahwa cinta uang adalah akar dari segala kejahatan. Memahami bahwa Tuhan adalah pemilik yang sah dan kita sekedar pengelola sumber daya-Nya akan menolong kita memiliki sikap yang benar tentang kekayaan—yaitu sikap berterima kasih dan bukannya mengklaim hak kita.- Sentuhan Hati.

Respon 4
RENUNGAN Jumat, 17 Januari 2014. Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang   melukai   hati.   Amsal   15:4.  Begitu Besar “Kuasa Sebuah Ucapan.” Ya, demikian pula kita perlu berhati-hati dalam ucapan kita karena apa yang kita ucapkan menggambar-kan dimana kita hidup: “Dalam Dunia” atau KerajaanNya? Ukuran “kedewasaan” Iman seseorang dapat dilihat dari bagaiaman ia menguasai perkataannya! Apakah yang perlu kita lakukan? Tinggalkan “Perkataan yang lama” / Perkataan yang  sia-sia dan mari belajar punyailah perkataan yang baru, perkataan yang memberi semangat (Yesaya 50:4), perkataan yang menciptakan apa yang terbaik dalam diri orang lain (Amsal 25:11) bahkan perkataan penuh hikmat (Amsal 10:31-32). Hobby mencari kesalahan harus segera ditinggalkan, karena kemungkinan besar kesalahan kita masih sangat banyak, sehingga tidak perlu mencari kesalahan orang lain. Matius 7:3. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui Amin!


Respon 5
Gal 2:19, sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalipkan dengan Kristus. Gal 2:20. Namun, bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup didalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang didalam daging, adalah hidup oleh iman dalam anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan dirinya untk aku. Pesan: Gal 2:4. Memang ada desakan dari saudara-saudara palsu yang menyusup masuk, yaitu mereka yang menyelundup kedalam untuk menghalang masuk kebebasan kita yang kita miliki didalam Kristus Yesus, supaya dengan jalan itu mereka dapat memperhambakan kita. Gal 2:5. Tetapi sesaat apapun kami tidak mau mundur dan tunduk kepada mereka, agar kebenaran Injil dapat tinggal tetap pada kamu. Amin kiranya pesan ini dapat membentengi diri dari si jahat. Imanuel. GBU.


Respon 6
Syalom. Amin. “Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.” (Amsal 22:4). Terima kasih ibu Siu, selamat beraktivitas TUHAN memberkati Ibu dan Keluarga.
 

JESUS BLESS


 

No comments:

Post a Comment