Sunday, 5 January 2014

5 Januari 2014 - ADOPSI



Efesus 1:4-5, “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya / DIADOPSI (terjemahan asli: NIV) sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya.” Perhatikan sifat dari PERTUKARAN ini, kita telah DIPILIH oleh Allah & DIADOPSI sebagai anak-anak-Nya, baik pria maupun wanita. Melalui ADOPSI, kini kita memilki hubungan yang sama sekali baru dengan Allah. Diadopsi oleh Allah berarti kita diharapkan memiliki kehidupan yang sama / searah dengan tujuan-Nya, kerinduan-Nya, & karakter-Nya! Sudahkah kita mengucap syukur karena sudah dipilihNya? Tahukah saudara, Allah mengasihi setiap kita begitu rupa seolah-olah kitalah satu-satunya insan di dunia? 

Respon 1
05 Januari 2014, Minggu. Mengampuni atau Menyalahkan. Kolose 3:12-17. “Itu bukan salah saya” adalah sikap yang lazim dalam budaya kita. Untuk menghindari tanggung jawab atas tindakan mereka, orang akan menyalahkan orang lain: “Saya tidak akan sering berteriak pada anak saya seandainya ibu saya sendiri lebih mengasihi saya” atau “Saya tidak akan mengatakan hal-hal yang tidak baik tentang atasan saya seandainya saja ia menghormati saya.” Kebencian memuncak sampai sang korban buta terhadap segala sesuatu, kecuali tentang bagaimana hidupnya dipengaruhi oleh perilaku seseorang yang menyakitkan. Kemudian, melempar kesalahan jadi mudah untuk dilakukan. Namun Allah memiliki tantangan untuk para orang percaya: ampunilah mereka yang melukai engkau. Doa Tuhan Yesus menyebutkan beberapa tugas Allah namun hanya menyebutkan satu bagi orang percaya: mengampuni mereka yang berbuat salah (Matius 6:12). Perumpamaan mengenai utang menggambarkan tentang dosa dengan baik. Orang yang disakiti seringkali merasa bahwa pihak yang bertanggung jawab berhutang sesuatu kepadanya, contohnya permintaan maaf atau kompensasi. Namun dengan menunjukkan belas kasihan kepada orang yang telah berdosa, Anda mencap kewajibannya kepada Anda “lunas terbayar.” Perbaikan maupun ganti rugi tidak lagi diperlukan. Terkadang luka kita begitu dalam sehingga pengampunan tidak datang dengan mudah. Ingatlah bahwa Yesus menanggung luka dosa orang lain juga, dan Roh Kudus-Nya memampukan orang percaya untuk melaksanakan tugas yang sukar ini. Saat Allah mengampuni, Ia tidak lagi mengingat kesalahan itu (Yeremia 31:34).- SH.


Respon 2
06 Januari 2014, Senin. Pilihan yang Kita Buat.   Matius 7:13-14.   Seperti  kebanyakan orang masa kini, bangsa Israel pada zaman Yesus juga percaya bahwa mereka ditakdirkan masuk surga. Mereka salah berpikir bahwa untuk masuk ke dalam keluarga Allah, per-buatan baik dan iman yang intelek merupakan hal yang Ia minta. Untuk menolong kita memahami kebenaran tentang memasuki kerajaan Bapa-Nya, Yesus menggambarkan dua jalan, yang membawa kepada arah yang berlawanan. Yang satu jalan yang luas, dimana kebanyakan orang menjalaninya. Itu adalah perjalanan yang mudah, yang membutuhkan komitmen yang sedikit dan mengijinkan segala macam filosofi. Oleh karena segala sesuatu diterima, orang bebas untuk memanjakan diri sendiri dan memilih apa yang mereka pikir hal terbaik. Jalan yang luas berjanji untuk memberikan kepada kita apapun yang kita inginkan, namun pada akhirnya, ia tidak memberikan hal yang memiliki nilai kekal. Yesus menggambarkan jalan lainnya sebagai jalan yang sempit. Jalan ini memiliki pintu yang kecil, sebab hanya ada satu cara untuk diperdamaikan dengan Allah—melalui iman di dalam Kristus. Menjalani jalan ini menuntut komitmen kepada sang Juruselamat dan gaya hidup yang bergantung, penuh pengorbanan dan kepercayaan kepada-Nya. Begitu kita menjadi milik Yesus, Roh Kudus memampukan kita untuk melakukan segala sesuatu yang dituntut di jalan kebenaran: mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati kita, mengasihi sesama kita, dan melaksanakan maksud Tuhan. Rancangan-Nya adalah menjadi yang lebih utama dari-pada rancangan kita. Berbanding dengan kekecewaan di jalan yang luas, disini setiap janji ilahi terjamin. Setiap kita harus memilih jalan mana yang hendak diambil: yang luas, yang berakhir pada tidak adanya pengharapan dan terpisah selamanya dari Tuhan, atau jalan sempit yang menuntun pada hidup kekal.- Sentuhan Hati.

 Respon 3

Amin Siu, terima kasih aku mau taat, terima kasih udah diingatkan, Gbu.

Respon 4
Praise God. “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, yang mulia, yang adil, yang suci, yang manis, yang sedap didengar, yang disebut kebajikan & patut dipuji pikir-kanlah semuanya itu” (Filipi 4:8). “Kehila-ngan Fokus yang Benar akan megakibatkan Kehilangan Masa Depan / Hari-hari yang penuh dengan keadaan Baik yang dijanjikan & disediakan Tuhan.” Kita tidak mungkin mampu mengatasi masalah-masalah yang akan kita jumpai di depan, yang datang bertubi-tubi dalam hidup kita atau tidak mungkin dapat tetap berdiri tegak ketika per-gumulan & ujian datang atau tidak mungkin sanggup tetap teguh saat keadaan membuat kita putus asa jika kita tetap berfokus pada hal-hal   yang  tidak  seharusnya  (kelemahan, keadaan, orang lain, diri sendiri). Kita harus terus melatih diri untuk berfokus & mengarah kepada Allah. “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam Iman & yang mem-bawa Iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah” (Ibr 12:2-4). Melatih diri berfokus pada yang benar bukan pada impian-impian yang tak nyata, jauh dari jangkauan tapi pada hal-hal yang benar, nyata & valid. Bukan pada hal-hal yang murahan, sembrono & dangkal tapi pada hal-hal yang berharga di mata Allah. Bukan pada hal-hal yang salah, negatif & tidak adil, mengkritik, menuduh tapi pada hal-hal yang benar & berkenan. Bukan pada pikiran-pikiran jasmani & cabul tapi pada pikiran-pikiran yang suci & sehat. Bukan pada hal-hal yang mendorong perbantahan, perlawanan dalam diri orang lain tapi pada hal-hal manis & Ilahi. Bukan pada fitnah, gosip, penghinaan, tapi pada informasi yang baik, membangun & mengalirkan anugerah. Yuk, jaga fokus makin tajam. Good Luck! Selamat pagi.

Respon 5
Syalom. “Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku." (Mazmur 51:8). Selamat pagi ibu Siu, selamat beraktivitas TUHAN YESUS memberkati Ibu dan Keluarga.

JESUS BLESS



No comments:

Post a Comment