Yak 4:14, “sedang
kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu
itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.” Matius
22:37-39, “Jawab Yesus kepadanya:
"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu
dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia
seperti dirimu sendiri.” Keluaran 20:12, “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang
diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.” Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama
seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Apakah kita sudah
melakukan sesuatu untuk orang-orang yang kita kasihi? Jika belum lakukan saat
ini juga, sebab tidak seorangpun tahu
batas waktu hidup di dunia ini. Lakukanlah
SELAGI MASIH ADA KESEMPATAN! Kita akan kecewa ketika kita tidak menggunakan
kesempatan untuk BERBUAT BAIK kepada orang yang kita kasihi. Amin.
Respon 1
BAPA, aku bersyukur karena
ENGKAU masih memberikanku kesempatan sekali lagi untuk hdp dan terima kasih untuk
firman-MU hari ini, terima kasih untuk kasih-Mu yang tak pernah berkesudahan, selalu
baru setiap pagi. Terima kasih LORD. Shalom Siu selamat pagi, terima kasih untuk
sharingmu, GBU.
Respon 2
Yak 4:14, sedang
kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu
sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Pagi ini Tuhan
ngomong sama aku, aku ini sejak kecil paling tidak suka
acara Sin Cia-an,
Open House, ketemu banyak orang,
berbasa basi. Harus berkunjung ke rumah orang-orang yang dituakan, capek
rasanya karena tidak akrab cuma sekedar basa basi. Aku merasa itu waktu yang
menyiksa aku. Aku tidak suka acara seperti itu. Tapi pagi ini Tuhan
mengingatkan aku, aku tidak tahu apa yang akan terjadi di hari besok. Aku
harusnya bersyukur karena masih dikasih kesempatan bertemu dengan orang-orang
ini yang adalah saudara-saudaraku sendiri. Aku harusnya bersyukur masih bisa
menyapa mereka, menunjukan kasih dan hormatku pada mereka (Kel 20:12).
Seharusnya aku bersyukur buat kesempatan yang indah itu. Karena dengan
mengasihi mereka itu aku juga mengasihi Tuhan (Mat 22:37-39). Hari ini Tuhan
mengubah pandanganku tentang Sin Cia. Terima Kasih Tuhan Yesus. Ya memang bener
mengasihi tidak harus pas Sin cia saja, tapi itu adalah momen yang tepat untuk
menunjukan kasih dan hormat kita pada saudara-saudara
kita. Thanks God. Aku terima pesanmu ini dan aku berjanji akan berubah, karena
Firman-Mu yang mengubah aku. Amin.
Respon 3
Tetapi terhadap
janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam
imannya dan ia memuliakan Allah, (Roma 4:20). Iman menolong kita untuk menerima
apa yang tak dapat kita pahami Keep on believing!
Respon 4
RENUNGAN PAGI. Senin,
27 Januari 2014. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka
Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila
kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku,
demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu
dan akan mengum-pulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke
mana kamu telah Kucerai beraikan, demikianlah firman TUHAN,dan Aku akan
mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu. (Yeremia
29:12-14). Aku akan mendengarkan kamu. Kamu akan menemukan Aku. Aku akan
memulihkan keadaanmu. Bukankah semuanya itu indah? Namun, masihkah kita melihat
ada kata: apabila di depannya? Tuhan pun menghendaki kita melakukan sesuatu
untuk menanggapi kasih-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 5
27 Januari 2014 /
Senin. Mengatasi Rasa Takut. Filipi 4:6. Rasa takut akan kegagalan juga menuntukun
pada penundaan atau kurangnya produktivitas. Rasa takut akan sesuatu yang
mungkin terjadi dapat menghancurkan pertumbuhan pribadi dan rohani, hubungan dan
pekerjaan. Karena itu, menaklukkan rasa takut sangat penting. Empat langkah
dapat menolong. Pertama, Anda perlu untuk mengidentifikasikan rasa takut itu.
Tanyakan diri Anda tentang keadaan yang mengelilingi perasaan Anda dan apa yang
memicunya. Pesan apa yang Anda katakan pada diri Anda sendiri? Kemudian
berpalinglah kepada Tuhan. Ingatlah, Tuhan mengasihi Anda dan merindukan
hubungan yang intim dengan Anda. Ia memegang kendali atas situasi Anda dengan
penuh kedaulatan, karenanya bawalah rasa takut Anda kepada-Nya. Anda harus
mengusir rasa takut di hadapan Tuhan. Anda memiliki otoritas dan kuasa dalam
nama Yesus untuk menolak apa yang tidak berasal dari Dia. Renungkan bacaan
Alkitab seperti Matius 10:31 dan Amsal 1:33. Ijinkan kebenaran Allah
menggantikan setiap pemikiran yang salah. Akhirnya, melekatlah pada Bapamu yang
di surga. Palingkan fokus Anda dari keadaan Anda, dan
lihatlah pada Dia yang menjanjikan pertolongan-Nya. Firman Tuhan dari Yesaya
41:10 memberikan jaminan ini: “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau,
janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan
menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa
kemenangan.” Keadaan sifatnya eksternal dan seringkali di luar kendali Anda.
Namun respon Anda berasal dari dalam diri Anda. Sungguh luar biasa bagaimana
rasa takut dapat hilang di dalam hadirat Bapa.-SH
No comments:
Post a Comment