Monday, 27 January 2014

27 Januari 2014 - IF Tomorrow Never Comes.



Yak 4:14, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.” Matius 22:37-39, “Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Keluaran 20:12, “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.” Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Apakah kita sudah melakukan sesuatu untuk orang-orang yang kita kasihi? Jika belum lakukan saat ini juga, sebab tidak seorangpun  tahu batas waktu hidup di dunia ini. Lakukanlah SELAGI MASIH ADA KESEMPATAN! Kita akan kecewa ketika kita tidak menggunakan kesempatan untuk BERBUAT BAIK kepada orang yang kita kasihi. Amin.


Respon 1
BAPA, aku bersyukur karena ENGKAU masih memberikanku kesempatan sekali lagi untuk hdp dan terima kasih untuk firman-MU hari ini, terima kasih untuk kasih-Mu yang tak pernah berkesudahan, selalu baru setiap pagi. Terima kasih LORD. Shalom Siu selamat pagi, terima kasih untuk sharingmu, GBU.

Respon 2
Yak 4:14, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Pagi ini Tuhan ngomong sama aku, aku ini sejak kecil paling tidak   suka  acara  Sin  Cia-an,  Open  House, ketemu banyak orang, berbasa basi. Harus berkunjung ke rumah orang-orang yang dituakan, capek rasanya karena tidak akrab cuma sekedar basa basi. Aku merasa itu waktu yang menyiksa aku. Aku tidak suka acara seperti itu. Tapi pagi ini Tuhan mengingatkan aku, aku tidak tahu apa yang akan terjadi di hari besok. Aku harusnya bersyukur karena masih dikasih kesempatan bertemu dengan orang-orang ini yang adalah saudara-saudaraku sendiri. Aku harusnya bersyukur masih bisa menyapa mereka, menunjukan kasih dan hormatku pada mereka (Kel 20:12). Seharusnya aku bersyukur buat kesempatan yang indah itu. Karena dengan mengasihi mereka itu aku juga mengasihi Tuhan (Mat 22:37-39). Hari ini Tuhan mengubah pandanganku tentang Sin Cia. Terima Kasih Tuhan Yesus. Ya memang bener mengasihi tidak harus pas Sin cia saja, tapi itu adalah momen yang tepat untuk menunjukan   kasih  dan  hormat   kita   pada saudara-saudara kita. Thanks God. Aku terima pesanmu ini dan aku berjanji akan berubah, karena Firman-Mu yang mengubah aku. Amin.


Respon 3
Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, (Roma 4:20). Iman menolong kita untuk menerima apa yang tak dapat kita pahami Keep on believing!

Respon 4
RENUNGAN PAGI. Senin, 27 Januari 2014. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah  firman  TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengum-pulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kucerai beraikan, demikianlah firman TUHAN,dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu. (Yeremia 29:12-14). Aku akan mendengarkan kamu. Kamu akan menemukan Aku. Aku akan memulihkan keadaanmu. Bukankah semuanya itu indah? Namun, masihkah kita melihat ada kata: apabila di depannya? Tuhan pun menghendaki kita melakukan sesuatu untuk menanggapi kasih-Nya. Tuhan Yesus memberkati.


Respon 5
27 Januari 2014 / Senin. Mengatasi Rasa Takut. Filipi 4:6. Rasa takut akan kegagalan juga menuntukun pada penundaan atau kurangnya produktivitas. Rasa takut akan sesuatu yang mungkin terjadi dapat menghancurkan    pertumbuhan   pribadi  dan rohani, hubungan dan pekerjaan. Karena itu, menaklukkan rasa takut sangat penting. Empat langkah dapat menolong. Pertama, Anda perlu untuk mengidentifikasikan rasa takut itu. Tanyakan diri Anda tentang keadaan yang mengelilingi perasaan Anda dan apa yang memicunya. Pesan apa yang Anda katakan pada diri Anda sendiri? Kemudian berpalinglah kepada Tuhan. Ingatlah, Tuhan mengasihi Anda dan merindukan hubungan yang intim dengan Anda. Ia memegang kendali atas situasi Anda dengan penuh kedaulatan, karenanya bawalah rasa takut Anda kepada-Nya. Anda harus mengusir rasa takut di hadapan Tuhan. Anda memiliki otoritas dan kuasa dalam nama Yesus untuk menolak apa yang tidak berasal dari Dia. Renungkan bacaan Alkitab seperti Matius 10:31 dan Amsal 1:33. Ijinkan kebenaran Allah menggantikan setiap pemikiran yang salah. Akhirnya, melekatlah pada Bapamu yang di surga.  Palingkan fokus Anda dari keadaan Anda, dan lihatlah pada Dia yang menjanjikan pertolongan-Nya. Firman Tuhan dari Yesaya 41:10 memberikan jaminan ini: “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” Keadaan sifatnya eksternal dan seringkali di luar kendali Anda. Namun respon Anda berasal dari dalam diri Anda. Sungguh luar biasa bagaimana rasa takut dapat hilang di dalam hadirat Bapa.-SH


JESUS BLESS



No comments:

Post a Comment