#DIRECTION
Hari:
Jumat, 5 Januari 2018
#DirectionSeries
KRISTUS
YANG HIDUP DIDALAM AKU (2)
Alkitab memberitahukan bahwa Yesus
Kristus mati dan bangkit untuk menjadikan kita sebagai ciptaan yang baru (2
Korintus 5:17). Itu berarti meninggalkan cara hidup kita yang lama dan memulai
pola hidup baru. Kita tidak lagi dikuasai oleh keinginan daging kita, tetapi
oleh Yesus. Menyangkal diri dan memikul salib setiap hari berarti bersedia
meninggalkan zona nyaman kita agar dapat mengikut Yesus. Kita berkata “tidak”
pada kehendak Diri sendiri agar dapat berkata “ya” pada kehendak Yesus. Kita
berani dan konsisten menerapkan kebenaran yang sudah kita tahu, sekalipun
risikonya kita mungkin harus “menderita” seperti Yesus.
Bertumbuh untuk serupa dengan YESUS adalah
proses seumur hidup. Setiap hari adalah perjuangan iman untuk memusatkan diri
pada Kristus. Setiap hari adalah proses jatuh bangun untuk sungguh-sungguh
mengikut Dia. Kita pasti akan gagal jika hanya mengandalkan kekuatan sendiri.
Namun, kita bersyukur ada Roh Kudus yang menyertai dan menolong setiap orang
yang percaya kepada Kristus. Bersama Rasul Paulus, kita bisa berkata, “Aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri
yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang
kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang
telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku” Sudahkah arah
dan tujuan hidup kita SERUPA dengan KRISTUS? Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#DirectionSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita
hari ini:
PL: Kejadian 12-14
PB: Lukas 3
#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#IMFavored
Madam
Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 5 Januari 2018. BERANJAK
DARI KEGAGALAN. Bacaan: Lukas 15:11-32. Aku akan bangkit dan pergi kepada
bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan
terhadap Bapa (Lukas 15:18). Tidak ada manusia yang tidak pernah gagal. Orang
yang saat ini dianggap berhasil pun pasti sering mengalami kegagalan. Saat
sekolah, saya pernah gagal dalam ujian, saat bekerja saya pernah gagal, saat
mencari pasangan hidup saya pernah gagal. Saya selalu berusaha bangkit setiap
kali gagal. Jadi, jangan menganggap diri sebagai satu-satunya orang yang
sengsara karena sering gagal. Kita harus beranjak dari kegagalan. Untuk
beranjak, kita perlu menyadari kondisi yang kita alami dan tidak berusaha
menyangkalnya. Kita dapat bangkit dengan berupaya memperbaiki atau mengatasi
kegagalan itu. Dalam perumpamaan anak yang hilang, si bungsu mau beranjak dari
kegagalan. Ia tidak menyangkal kondisinya yang sangat menyedihkan (ay. 16),
sampai untuk makan ampas saja tak ada yang mau memberi. Ia sadar kondisi orang
upahan di rumah bapanya jauh lebih baik dari dirinya. Ia sadar dirinya sudah
berdosa terhadap surga dan terhadap bapanya, lalu memutuskan untuk kembali dan
meminta ampun (ay. 18). Ia siap tidak disebut anak, menjadi hamba pun rela.
Saat ia beranjak dari kegagalan, hal-hal baik terjadi dalam hidupnya. Bapanya
tetap mengakuinya sebagai anak, dan kondisinya dipulihkan. Kegagalan memang
tidak enak dan menyakitkan, tetapi jangan terus terpuruk. Selalu bersedih,
tidak mau berupaya dan takut mencoba membuat kita tenggelam dalam berbagai
duka. Apa pun kegagalan kita saat ini, kita harus bisa beranjak demi kebaikan
diri dan orang-orang yang mengasihi kita. DARIPADA TERUS-MENERUS MENYESALI
KEGAGALAN, LEBIH BAIK MENCOBA HAL BARU YANG POSITIF. Selamat pagi. Tuhan
Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Kejadian 12-14 dan Lukas 3.

No comments:
Post a Comment