Monday, 22 January 2018

22 Januari 2018

#DIRECTION






Hari: Senin, 22 Jan 2018
#DirectionSeries
DirectionSeriesPart3 
Amsal 4:23
“JAGALAH HATIMU BAIK-BAIK sebab HATIMU menentukan JALAN HIDUPMU” (BIMK).

Apa yang menentukan direction / arah HIDUP kita? Apa SUMBER dari semuanya itu? HATIMU menentukan JALAN/ARAH HIDUPMU. Ada 5 aspek yang merupakan wujud pancaran hati kita yang menunjukkan prioritas kita.
1. Yang kita BICARA-kan.
2. WAKTU, kita habiskan waktu kita untuk apa?
3. PIKIRAN, Apa yang paling sering kita pikirkan?
4. TALENTA, kita manfaatkan kemana talenta kita?
5. HARTA, kita investasikan kemana yang terbanyak uang kita?

HATI kita menentukan JALAN / ARAH/ DIRECTION dalam hidup kita. Sudahkah kita menjaga HATI kita baik-baik? Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#DirectionSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL: Keluaran 3-5
PB: -

#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#IMFavored

Sumber: Warta Komsel 21 Jan 2018

Bp. Anto - Citraland
RENUNGAN PAGI:
Rasul Paulus mengatakan kepada Timotius bahwa latihan badani terbatas gunanya, namun ada latihan yang kegunaannya tidak terbatas karena bukan hanya berhubungan dengan hal-hal yang fana, tetapi juga berhubungan dengan kekekalan, “Ibadah itu berguna dalam segala hal karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang”

Ibadah dalam bahasa Ibrani adalah “Avoda” yang berarti bekerja, melayani dan kata ini dipakai untuk pekerjaan para budak yang tugasnya melayani majikannya. Setiap pekerjaan yang dilakukan hanya ditujukan untuk kepentingan bagi yang memberi perintah. Itu sebabnya, ibadah berarti umat yang mengungkapkan rasa takut yang penuh hormat, kekaguman, pujian dan penyembahan kepada Allah, Sang Pencipta kita, yang menjadi “Tuan” atas hidup kita.

Kita semua diajak untuk menempatkan diri sebagai seorang “hamba”, yang tak memiliki hak apa pun bahkan terhadap dirinya sendiri, karena telah dibeli dan menjadi milik tuannya, hidup dan matinya hanya untuk tuannya. Untuk itu, beribadah berarti mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Kita harus belajar mempersembahkan hidup kita dengan mengikuti apa yang menjadi keinginan Tuhan dengan cara menerapkan kebenaran firman-Nya.

Paulus juga mengingatkan dengan melatih diri beribadah, kita terhindar dari takhayul dan segala kebiasaan nenek moyang yang tidak sesuai dengan kebenaran firman-Nya, untuk itu jangan percaya kepada pesan berantai sekalipun itu membawa nama Tuhan, jangan percaya lagi kepada ramalan-ramalan.

Konsekuensinya kita harus mendisiplinkan diri dalam beribadah, fokus harus kita arahkan kepada Dia yang menjadi “Tuan” kita dan mendengarkan apa yang menjadi perintah-Nya dengan serius dan penuh hormat.

Selamat pagi, Tuhan Yesus memberkati.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 22 Januari 2018. TEMPAT PERTEDUHAN. Mazmur 91:1-16. Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu (Mazmur 91:9). Sewaktu sedang berjalan-jalan di luar, tiba-tiba hujan turun cukup deras. Daripada meneruskan perjalanan dan menjadi basah kuyup, saya segera mengarahkan pandangan untuk mencari tempat perteduhan. Kehidupan kita di dunia ibarat para pejalan kaki yang menyusuri jalan-jalan kehidupan. Perjalanan tersebut tentu tidak selalu tanpa hambatan. Badai kehidupan berupa sakit penyakit, krisis finansial, serta permasalahan lainnya bisa tiba-tiba datang menyerang. Itulah sebabnya, kita memerlukan tempat perteduhan. Tentu tidak sembarang tempat dapat dijadikan sebagai tempat perteduhan. Pada waktu hendak berteduh, saya tidak memilih tempat dengan atap bocor atau mudah roboh melainkan tempat dengan atap cukup lebar dan kuat. Bagi kehidupan kita, satu-satunya tempat perteduhan yang kuat dan tepat adalah Tuhan (ay. 1-2). Di dalam tempat perteduhan kita masih mendengar bunyi guruh, melihat petir dan hujan, tetapi semua itu tidak mengenai kita. Demikian juga selama kita hidup di dunia ini, kita tetap akan diperhadapkan pada berbagai ancaman kehidupan. Bedanya, ketika kita menjadikan Tuhan sebagai tempat perteduhan, kita tidak lagi merasa takut sebab semua itu tidak akan menimpa kita (ay. 5-7) Perlindungan Tuhan itu kuat bagaikan perisai dan pagar tembok. Akan ada rasa aman bagi setiap orang yang berada dalam naungan Tuhan sebab badai kehidupan tidak dapat menerobos masuk ke dalamnya (ay. 4, 9-10). DI TENGAH BADAI YANG BERGELORA, TUHAN MENJADI TEMPAT PERTEDUHAN YANG AMAN BAGI ORANG YANG BERLINDUNG PADA-NYA. Selamat pagi. Semangat berkarya. Berkat Tuhan menyertai. #LoveTheBible – Bacaan: Keluaran 3-5.

No comments:

Post a Comment