#DIRECTION
Hari:
Kamis, 11 Januari 2018
#DirectionSeries
1 Korintus 9:26 (TB), “Sebab itu aku tidak berlari TANPA TUJUAN
dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.”
Apabila kita tidak bisa melihat tujuan
besar (gambaran besar) dari tujuan hidup kita mudah bagi kita untuk merasa
terjebak di dalamnya. Rasul Paulus rindu mengabarkan Injil dengan efektif agar
Kristus semakin dikenal luas. “Sebab itu
aku tidak berlari TANPA TUJUAN dan aku bukan petinju yang sembarangan saja
memukul” (1 Kor. 9:26). Segala sesuatu mungkin dapat terasa
monoton—melakukan kunjungan, berkhotbah, mengajar, dan terlebih lagi saat dalam
tantangan / Pergumulan. Namun Paulus percaya bahwa ia dapat melayani Kristus,
Tuhannya, di dalam segala keadaan.
Paulus memandang jauh melampaui segala
keadaan yang membatasinya karena ia sedang mengikuti suatu perlombaan iman yang
terus menggerakkan dirinya hingga sampai di garis akhir. Dengan melibatkan
Yesus dalam setiap aspek hidupnya, Paulus menemukan MAKNA / TUJUAN HIDUPNYA di
tengah-tengah tantangan/pergumulan hidupnya. Apakah kita tetap dengan Tujuan
hidup kita? TETAP memberitakan KRISTUS sekalipun dalam tantangan?
Ya Tuhan, berilah kami visi dan
kekuatan yang baru untuk mengejar TUJUANMU yaitu kami TETAP memberitakan nama
Kristus ditengah-tengah tantangan sekalipun dalam hidup kami. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#DirectionSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita
hari ini:
PL: Kejadian 27 dan 28, Mazmur 4
PB: Lukas 6
#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#IM Favored
Madam
Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 11 Januari 2018. TIDAK
SABAR. Bacaan: Kejadian 16:1-6. Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil
Hagar, hambanya, orang Mesir itu ... lalu memberikannya kepada Abram, suaminya,
untuk menjadi isterinya (Kejadian 16:3). Sebelum seekor kupu-kupu cantik
muncul, ia terlebih dahulu harus terkurung dalam fase kepompong. Seseorang yang
membantu kupu-kupu keluar dari kepompong hanya akan membuat kupu-kupu terlahir
tidak sempurna. Kekuatan sayap kupu-kupu terbentuk dari kesabarannya untuk
keluar dari kepompong. Abraham (yang sebelumnya bernama Abram) berumur 75 tahun
ketika dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan ditunjukkan Tuhan
kepadanya. Tuhan juga memberikan janji untuk membuatnya menjadi suatu bangsa
yang besar (Kej. 12:1-9). Sepuluh tahun kemudian, Abraham belum juga
mendapatkan keturunan. Lalu Sarai, isterinya, memberikan Hagar, hamba
perempuannya, untuk menjadi isteri Abraham (ay. 1-3). Mereka berpikir bahwa apa
yang mereka lakukan dapat membantu Tuhan untuk menggenapkan janji-Nya. Hagar
akhirnya mengandung seperti keinginan mereka tetapi hal itu memicu masalah baru.
Ketika Hagar mengetahui dirinya mengandung anak Abraham, ia mulai memandang
rendah Sarai (ay. 4). Dalam kehidupan ini, seringkali Tuhan memberikan
janji-Nya untuk kita. Tetapi seiring berjalannya waktu, kita merasa tangan
Tuhan terlalu lambat untuk menggenapkan janji itu. Kita lalu berusaha membantu
Tuhan dengan kekuatan dan pemikiran kita. Tidak jarang, apa yang kita lakukan
justru menciptakan masalah baru. Mazmur 46:11a mengatakan, “Diamlah dan ketahuilah,
bahwa Akulah Allah!” Bagian kita adalah memercayai Dia dan melakukan yang
terbaik. Tuhan akan melakukan sisanya sebab Dia tahu pasti kapan diri-Nya harus
bertindak. PERCAYALAH BAHWA SETIAP JANJI ALLAH BAGI KITA AKAN DIGENAPI TEPAT
PADA WAKTU-NYA.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible
– Bacaan: Kejadian 27-28 dan Mazmur 4
Lukas 6.
WM
Stars
BERDOALAH. Kesulitan apapun yang Anda
alami bawalah dalam doa dan teruslah berdoa didalam nama Tuhan Yesus »Greg
Laurie«. Yakobus 4:2, “Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak
memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai
tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh
apa-apa, karena kamu tidak berdoa.” Pernahkah kita berhenti berpikir bahwa
mungkin ada hal-hal dalam hidup kita yang belum terwujud, itu karena kita sudah
gagal meminta Tuhan untuk mengabulkannya? Mungkin saat ini sedang jatuh sakit,
kita tidak pernah benar-benar berdoa meminta kesembuhan dari Tuhan, sebab kita
berpikir Allah maha tahu dan mengerti sendiri, kalau Dia mau pasti bisa
menyembuhkan kita. 2 Raja 20: 2, “Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah
dinding dan ia berdoa kepada TUHAN”. Mungkin kita sedang mengalami
kesulitan finansial dan telah melakukan segala upaya untuk memenuhinya, tapi
kita tidak pernah memintanya, karena kita berpikir Allah maha tahu dan maha
mengerti. Filipi 4:19, “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut
kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” Mungkin pernikahan kita mulai
tercerai berai, dan kita tak tahu apa yang harus dilakukan, kita sudah mencoba
segala cara, bahkan kita sudah meminta bantuan banyak orang, tapi kita tidak
pernah benar-benar berdoa agar Tuhan campur tangan dalam pernikahan kita. Kita
harus berdoa karena doa adalah cara yang ditetapkan Allah bagi kita untuk
memperoleh banyak berkat dari-Nya, walaupun tujuan dari doa bukan sekedar doa
minta-minta, namun apabila kita tidak melakukannya, kitalah yang akan rugi. Alkitab
dengan amat jelas menjelaskan bila kita tidak berdoa lalu tidak dapat apa-apa,
jangan marah dan ngambeg, lalu iri hati, bertengkar & berkelahi dengan
orang lain. Berdoalah sekarang juga! Seperti Hizkia, dia langsung menghadap tembok
lalu berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan, lalu dia disembuhkan.

No comments:
Post a Comment