Thursday, 11 January 2018

11 Januari 2018

#DIRECTION






Hari: Kamis, 11 Januari 2018
#DirectionSeries
1 Korintus 9:26 (TB), “Sebab itu aku tidak berlari TANPA TUJUAN dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.”

Apabila kita tidak bisa melihat tujuan besar (gambaran besar) dari tujuan hidup kita mudah bagi kita untuk merasa terjebak di dalamnya. Rasul Paulus rindu mengabarkan Injil dengan efektif agar Kristus semakin dikenal luas. “Sebab itu aku tidak berlari TANPA TUJUAN dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul” (1 Kor. 9:26). Segala sesuatu mungkin dapat terasa monoton—melakukan kunjungan, berkhotbah, mengajar, dan terlebih lagi saat dalam tantangan / Pergumulan. Namun Paulus percaya bahwa ia dapat melayani Kristus, Tuhannya, di dalam segala keadaan.

Paulus memandang jauh melampaui segala keadaan yang membatasinya karena ia sedang mengikuti suatu perlombaan iman yang terus menggerakkan dirinya hingga sampai di garis akhir. Dengan melibatkan Yesus dalam setiap aspek hidupnya, Paulus menemukan MAKNA / TUJUAN HIDUPNYA di tengah-tengah tantangan/pergumulan hidupnya. Apakah kita tetap dengan Tujuan hidup kita? TETAP memberitakan KRISTUS sekalipun dalam tantangan?

Ya Tuhan, berilah kami visi dan kekuatan yang baru untuk mengejar TUJUANMU yaitu kami TETAP memberitakan nama Kristus ditengah-tengah tantangan sekalipun dalam hidup kami. Amin.


#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#DirectionSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL: Kejadian 27 dan 28, Mazmur 4
PB: Lukas 6

#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#IM Favored

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 11 Januari 2018. TIDAK SABAR. Bacaan: Kejadian 16:1-6. Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu ... lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya (Kejadian 16:3). Sebelum seekor kupu-kupu cantik muncul, ia terlebih dahulu harus terkurung dalam fase kepompong. Seseorang yang membantu kupu-kupu keluar dari kepompong hanya akan membuat kupu-kupu terlahir tidak sempurna. Kekuatan sayap kupu-kupu terbentuk dari kesabarannya untuk keluar dari kepompong. Abraham (yang sebelumnya bernama Abram) berumur 75 tahun ketika dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya. Tuhan juga memberikan janji untuk membuatnya menjadi suatu bangsa yang besar (Kej. 12:1-9). Sepuluh tahun kemudian, Abraham belum juga mendapatkan keturunan. Lalu Sarai, isterinya, memberikan Hagar, hamba perempuannya, untuk menjadi isteri Abraham (ay. 1-3). Mereka berpikir bahwa apa yang mereka lakukan dapat membantu Tuhan untuk menggenapkan janji-Nya. Hagar akhirnya mengandung seperti keinginan mereka tetapi hal itu memicu masalah baru. Ketika Hagar mengetahui dirinya mengandung anak Abraham, ia mulai memandang rendah Sarai (ay. 4). Dalam kehidupan ini, seringkali Tuhan memberikan janji-Nya untuk kita. Tetapi seiring berjalannya waktu, kita merasa tangan Tuhan terlalu lambat untuk menggenapkan janji itu. Kita lalu berusaha membantu Tuhan dengan kekuatan dan pemikiran kita. Tidak jarang, apa yang kita lakukan justru menciptakan masalah baru. Mazmur 46:11a mengatakan, “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!” Bagian kita adalah memercayai Dia dan melakukan yang terbaik. Tuhan akan melakukan sisanya sebab Dia tahu pasti kapan diri-Nya harus bertindak. PERCAYALAH BAHWA SETIAP JANJI ALLAH BAGI KITA AKAN DIGENAPI TEPAT PADA WAKTU-NYA.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Kejadian 27-28 dan Mazmur 4
Lukas 6.

WM Stars
BERDOALAH. Kesulitan apapun yang Anda alami bawalah dalam doa dan teruslah berdoa didalam nama Tuhan Yesus »Greg Laurie«. Yakobus 4:2, “Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.” Pernahkah kita berhenti berpikir bahwa mungkin ada hal-hal dalam hidup kita yang belum terwujud, itu karena kita sudah gagal meminta Tuhan untuk mengabulkannya? Mungkin saat ini sedang jatuh sakit, kita tidak pernah benar-benar berdoa meminta kesembuhan dari Tuhan, sebab kita berpikir Allah maha tahu dan mengerti sendiri, kalau Dia mau pasti bisa menyembuhkan kita. 2 Raja 20: 2, “Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN”. Mungkin kita sedang mengalami kesulitan finansial dan telah melakukan segala upaya untuk memenuhinya, tapi kita tidak pernah memintanya, karena kita berpikir Allah maha tahu dan maha mengerti. Filipi 4:19, “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” Mungkin pernikahan kita mulai tercerai berai, dan kita tak tahu apa yang harus dilakukan, kita sudah mencoba segala cara, bahkan kita sudah meminta bantuan banyak orang, tapi kita tidak pernah benar-benar berdoa agar Tuhan campur tangan dalam pernikahan kita. Kita harus berdoa karena doa adalah cara yang ditetapkan Allah bagi kita untuk memperoleh banyak berkat dari-Nya, walaupun tujuan dari doa bukan sekedar doa minta-minta, namun apabila kita tidak melakukannya, kitalah yang akan rugi. Alkitab dengan amat jelas menjelaskan bila kita tidak berdoa lalu tidak dapat apa-apa, jangan marah dan ngambeg, lalu iri hati, bertengkar & berkelahi dengan orang lain. Berdoalah sekarang juga! Seperti Hizkia, dia langsung menghadap tembok lalu berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan, lalu dia disembuhkan.

No comments:

Post a Comment