#DIRECTION
Hari:
Sabtu 13 Januari 2018
#DIRECTIONSERIES
BERLARI
DENGAN TUJUAN
Tentunya ketika kita dipanggil, ada
sebuah TUJUAN yang ditetapkan bagi kita, yaitu untuk hidup BERPADAN dengan
panggilanNya. Lebih jelas ayat ini ditulis dalam terjemahan The Message: “Tentang semuanya ini, inilah yang aku mau
kamu lakukan. Saat aku terkunci di sini, sebagai tahanan bagi Tuhan. Aku mau
kamu pergi keluar, berjalan lebih baik lagi, BERLARI! Di jalan yang ALLAH
tetapkan bagimu untuk dilalui. Aku tidak mau seorang pun daripadamu duduk
berpangku tangan. Aku tidak mau ada yang berjalan jalan TANPA TUJUAN” (Efesus
4:1, The Message Version).
Bagaimana supaya kita dapat berhasil
BERLARI dalam TUJUAN yang Allah berikan bagi kita? Yang pertama kita perlu
belajar mem-FOKUS-kan pandangan kita saat kita berusaha untuk mencapai TUJUAN
ALLAH bagi kita (Ef 1:18 & 2 Tim 4:5). Kedua, jangan menyerah dalam
keadaan sulit (2 Kor 4:1 & 2 Tim 4:5). Sebab Allah yang akan memampukan
kita saat kita mendekatkan diri padaNya. PERCAYALAH DIA yang akan memampukan
kita BERLARI dalam Pertandingan yang IA TETAPKAN bagi kita. Bagian kita
hanyalah MENDEKAT-kan diri padaNya agar kita MENGERTI apa yang IA inginkan
dan MELAKUKANNYA dengan SETIA. Amin.
Sudahkah kita FOKUS-kan pandangan kita
saat kita berusaha untuk mencapai TUJUAN ALLAH bagi kita? Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#DirectionSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita
hari ini:
PL: Kejadian 31-33
PB: Lukas 7
#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#IMFavored
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam
Madam
Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 13 Januari 2018. DIBALIK
TOPENG. Bacaan: Matius 23:1-36. Demikian jugalah kamu, di sebelah luar
kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh
kemunafikan dan kelaliman (Matius 23:28). Mudah bagi kita untuk mendapatkan
sebuah topeng karena topeng banyak dijual di pasaran. Saat memakai topeng,
wajah tidak lagi mudah dikenali karena yang tampak di depan adalah wajah dari
topeng yang dipakainya. Topeng bersifat sementara, tidak dapat digunakan
terus-menerus, dan harus dilepas. Sekalipun seseorang sudah memakai topeng,
dirinya bukanlah pribadi dari topeng itu. Sesungguhnya, dia tetaplah pribadi di
balik topeng. Dalam Matius 23:1-36, Yesus menegur ahli-ahli Taurat dan
orang-orang Farisi yang terus-menerus memakai topeng kerohanian. Mereka hidup
seolah di dalam kesempurnaan tetapi sebenarnya jauh dari standar Allah. Bukan
hanya di zaman Yesus tetapi dalam kekristenan masa kini banyak juga orang yang
hidup dengan memakai topeng kerohanian. Mereka rapi menutupi kebobrokan hidup
dengan kesalehan palsu. Untuk orang-orang demikian, Yesus mengumpamakan mereka
sama seperti kuburan yang dicat putih, yang sebelah luarnya memang bersih
tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai
jenis kotoran (ay. 27). Mari kita bersama-sama mengoreksi diri. Mari bertanya
pada diri kita sendiri, “Apakah selama ini saya memakai topeng kerohanian?”
Apabila jawabannya adalah “Ya”, marilah kita dengan penuh kerendahan hati
melepaskan topeng tersebut. Tidak perlu takut dengan kecacatan rohani yang akan
tampak sebab Tuhan menerima kita sebagaimana adanya. Bagian kita adalah
mempersiapkan diri untuk dibentuk-Nya menjadi pribadi yang sempurna, tetapi
tanpa dihiasi kepura-puraan. MANUSIA DAPAT MENIPU SESAMANYA TETAPI TIDAK
MUNGKIN DAPAT MENIPU TUHAN SEBAB DIA ADALAH ALLAH YANG MAHATAHU. Selamat pagi.
Happy weekend. Tuhan Yesus mengasihimu. #LoveTheBible – Bacaan: Kejadian 31-33
dan Lukas 7.
WM
Stars
Tuhan tidak pernah menginginkan kita
untuk menyerah, karena ada pengharapan tanpa batas dalam Kristus (Amsal 24:16).
Orang benar boleh jatuh berkali-kali, tapi tetap bangkit kemudian jadi pemenang,
bahkan lebih dari pemenang (Roma 8:36-37). Penderitaan boleh datang,
kegagalan boleh hadir dalam hidup kita. Tetapi semua itu bukanlah akhir
dari segalanya tapi awal untuk belajar dalam proses mencapai keberhasilan (Filipi
3: 13-14). Jadi dari kegagalan jadikan sebagai pelajaran untuk bersandar
dan mengandalkan Tuhan sepenuhnya.
WM
Stars
BERJALAN DI ATAS KACA.
Di Tiongkok ada obyek wisata di mana
orang bisa jalan di atas jembatan kaca yang membentang di atas pegunungan yang
tinggi. Ada yang bisa dengan berani berjalan, ada yang karena kekuatiran akan
jatuh, maka mereka tak berani berjalan bahkan merangkakpun tak ada keberanian.
Mereka tampak sangat ketakutan sekali saat mereka melihat ke bawah jurang yang
sangat dalam. Benarlah apa yang dikatakan Injil *Lukas 12:25* - “Siapakah di
antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan
hidupnya?”
Mengarungi jalan hidup ini bisa
seperti berjalan di atas jembatan kaca...bahaya jatuh bisa terjadi, walau telah
dipasang pengaman yang cukup memadai. Sepertinya jaminan kekuatan jembatan tak
berlaku saat ketakutan menguasai dirinya. Ada banyak kekuatiran atau ketakutan
yang kita temui. Kadang bisa kita hindari, tetapi bila terjadi pengalaman yang
menakutkan harus dihadapi, maka ingatlah bahwa ada Tuhan yang mampu menolong
kita semua. Marilah kita bergantung dan berserah kepada-Nya, Dia adalah
PENOLONG yang telah terbukti. Janganlah hidupmu dikuasai kekuatiran, marilah
kita serahkan segala kekuatiran hidupmu, karena IA Tuhan akan memperdulikanmu.
1 Petrus 5:7 (TB) – Serahkanlah
segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
Mazmur 46:2-4 (TB)
2) Allah itu bagi kita tempat
perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.
3) Sebab itu kita tidak akan takut,
sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;
4) sekalipun ribut dan berbuih airnya,
sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela
Lukas 12:25 – “Siapakah di antara kamu
yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya?”

No comments:
Post a Comment