#DIRECTION
Hari:
Senin, 15 Jan 2018
#DIRECTIONSERIES
KEMURAHAN
HATI
Galatia 5:22-23 (TB), “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita,
damai sejahtera, kesabaran, KEMURAHAN, kebaikan,
kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang
hal-hal itu.”
Ternyata KEMURAHAN HATI adalah salah
satu dari buah ROH KUDUS dari 9 rasa yang ada. Mari kita kembangkan ‘kemurahan
hati’ dalam hidup kita. Hari-hari ini, kita semua tahu banyak anak-anak Tuhan yang
tak kalah rajin berkomsel, berdoa, dan belajar Firman Tuhan. Namun, berapa
banyak yang masih menunjukkan KEMURAHAN HATI? Kita yang mengaku pengikut
Kristus mungkin pandai berbicara mengenai firman Tuhan, tetapi apakah kita
sudah menunjukkan tindakan yang sesuai dengan apa yang kita bicarakan? Apakah
kita sudah mengembangkan salah satu dari buah Roh Kudus ini: Punya
kemurahan hati?
Mari memeriksa diri dengan jujur.
Sudahkah selama ini kita yang sudah bertekun belajar Firman Tuhan?
Apakah selama ini juga kita sudah menunjukkan KEMURAHAN HATI kepada
orang-orang di sekitar kita?
Tuhan mau kita punya hati yang TAAT untuk
mengembangkan salah satu dari 9 rasa dari buah-buah ROH KUDUS yaitu KEMURAHAN
HATI. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#DirectionSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita
hari ini:
PL: Kejadian 37-38 dan Maz 7
PB: Lukas 8
#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#IMFavored
Madam
Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 15 Januari 2018. ANONIMITAS
NAN MENGGODA. 1 Petrus 5:8-11. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis,
berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang
dapat ditelannya (1 Petrus 5:8). Individu yang anonim adalah orang yang
identitasnya tidak diketahui. Jahatkah itu? Tergantung. Banyak orang berbuat
baik, tetapi ingin identitasnya dirahasiakan. Mereka adalah budiman yang
anonim. Anonimitas menjadi tanda keluhuran budi. Tetapi, banyak orang
menjadikan dirinya anonim agar bisa berbuat jahat. Anonimitas dipakai sebagai
jalan kejahatan. Banyak situs dan akun anonim dipakai untuk kejahatan: menebar
hoax, menabur fitnah, memantik perselisihan, mem-bully, dan banyak lagi.
Terutama di dunia maya, pemakaian anonimitas sebagai jalan kejahatan meningkat
luar biasa. Mengapa? Karena anonimitas memberi kebebasan besar untuk melakukan
apa pun (termasuk yang jahat), dan menjadi persembunyian rapat untuk
menghindari tuntutan pertanggungjawaban. Akibatnya, anonimitas menjadi godaan
amat kuat yang menyeret banyak orang untuk memakainya sebagai jalan kejahatan. Karena
semua itu, kita dilingkupi situasi yang amat gawat. Meminjam kata Rasul Petrus,
godaan anonimitas itu mengintai kita bak singa garang mencari mangsa (ay. 8b).
Dalam kegawatan itulah, kita mendengar nasihat Rasul Petrus, “Sadarlah, dan
berjaga-jagalah” (ay. 8a). Kita perlu menyadari kerapuhan kita, agar selalu
ingat untuk menjaga diri. Kita perlu mewaspadai godaan anonimitas itu, dan
berjuang memeranginya. Benar, tak semua yang anonim itu buruk. Anonimitas
banyak menjadi tanda keluhuran budi. Namun, besarnya godaan untuk memakai
anonimitas sebagai jalan kejahatan itu mengajak kita untuk selalu sadar dan
berjaga-jaga. ANONIMITAS ADALAH GODAAN TERAMAT BESAR YANG MENANTANG
KETEGUHAN DAN INTEGRITAS MORAL TIAP ORANG --O.S. RAILLE. Pagiii.... Semangat
terus. Penyertaan Tuhan setia bagi kita. #LoveTheBible – Bacaan: Kejadian 37-38,
Mazmur 7 dan Lukas 8

No comments:
Post a Comment