#DIRECTION
Hari:
Jumat, 19 Jan 2018
#DirectionSeries
Dimana
Hartamu Berada?
Matius 6:21, “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”
Pilihan kita selalu mengungkapkan
sesuatu tentang diri kita. Tentu saja, Tuhan tidak perlu menunggu dan melihat
pilihan kita untuk mengetahui apa yang ada di dalam hati kita. Hal-hal
yang menyita waktu dan perhatian kitalah yang menyatakannya. Yesus
berkata, “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (Matius
6:21). Kondisi sesungguhnya dari hati kita jelas terlihat dari cara kita
menggunakan waktu, uang, dan talenta kita. Jika kita menginvestasikan segala
hal yang kita miliki itu pada hal-hal yang dipedulikan Tuhan, itu mengungkapkan
bahwa hati kita memang berada disana/sesuai dengan kehendakNya. Hati Tuhan
sangat peduli pada kebutuhan kita dan perluasan kerajaanNya.
Tuhan, kami ingin hati kami seperti
dengan hati-Mu. Ampunilah kami yang memberikan hati pada hal-hal yang
kurang bernilai, dan ajarlah kami bersukacita dalam menginvestasikan waktu kami,
talenta dan harta kami untuk melayanimu. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#DirectionSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita
hari ini:
PL: Kejadian 47-48 dan Mazmur 10
PB: Lukas 10
#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#IMFavored
Madam
Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 19 Januari 2018. RESPON
TERHADAP HAL BURUK. Habakuk 3:17-19. Namun aku akan bersorak-sorak di dalam
TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku (Habakuk 3:18). Seorang
pengusaha Kristiani ditanya mengenai apa yang dirasakannya ketika sempat
mengalami kerugian hingga ratusan juta, sehingga ia harus menjual rumah dan
mobilnya. “Saya tidak sedang merugi atau bangkrut. Saya menganggap uang yang
terpakai itu-termasuk rumah dan mobil-sebagai biaya pembelajaran bagi usaha yang
sedang saya rintis.” Pengusaha tersebut tidak sekadar berpikir dan bersikap
positif. Ia sedang memandang ‘keburukan’ yang sedang dialami dengan perspektif
sebagai pengikut Kristus. Alkitab tidak pernah menyebutkan bahwa kehidupan umat
Allah akan senantiasa berlangsung dengan aman, nyaman, dan tanpa masalah. Ada
kalanya Allah mengizinkan sesuatu yang buruk terjadi dan Dia ingin melihat
respons kita terhadap hal tersebut. Nabi Habakuk mengajarkan seruan doa yang
menarik ketika kondisi tak mengenakkan dialami oleh umat Allah: Sekalipun pohon
ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun
mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing
domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang (ay. 17).
Kondisi yang direspons dengan ungkapan syukur, pujian, dan sorak-sorai kepada
Allah yang menjadi kekuatan dan penyelamat umat-Nya.
Karya Tuhan tak hanya dapat kita
rasakan ketika keadaan serba baik. Ketika kita berada dalam kondisi sulit,
tetapi kita mampu bersyukur karena meyakini bahwa Allah tak pernah meninggalkan
kita, itu pun merupakan karya Allah! Nyanyian yang Habakuk lantunkan, dapat
menginspirasi kita untuk melakukan hal yang sama, terutama pada masa-masa
sulit. Maukah Anda melakukannya? PERSEPSI YANG BENAR MENGENAI KARYA ALLAH, AKAN
MEMUNCULKAN RESPONS YANG BERBEDA SAAT KESULITAN MELANDA. Selamat pagi. Tuhan
Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Kejadian 47-48, Mazmur 10 dan Lukas
10.

No comments:
Post a Comment