Sunday, 7 January 2018

7 Januari 2018








Hari: Minggu, 7 Januari 2018
#DirectionSeries 
Kitab Keluaran 4:2-17
Keluaran 4:17 (TB), “Dan bawalah tongkat ini di tanganmu, yang harus kaupakai untuk membuat tanda-tanda mujizat.”

Di kitab Keluaran, ketika Allah mengutus Musa untuk memimpin orang Israel keluar dari Mesir, Musa khawatir mereka tidak akan mendengarkan atau menurutinya. Lalu Allah berfirman, “Apakah yang di tanganmu itu?” (4:2). Jawab Musa, “Tongkat.” Allah lalu memakai tongkat di tangan Musa untuk meyakinkan orang Israel supaya mengikutinya, mengubah air sungai Nil menjadi darah, mendatangkan wabah penyakit yang hebat di Mesir, membelah Laut Merah, dan melakukan mukjizat di padang belantara.

Tongkat Musa, ketika dipersembahkan bagi Allah, telah menjadi alat yang luar biasa. Ini menolong kita untuk melihat bahwa Allah dapat memakai hal kecil apa pun yang kita miliki untuk melakukan hal-hal LUAR BIASA, ketika hal itu diserahkan kepada-Nya. Allah tidak mencari orang yang punya KEMAMPUAN yang LUAR BIASA, melainkan mencari mereka yang mempersembahkan diri untuk MENGIKUTI dan MENAATI-Nya. Jika KITA memakai SEKECIL APAPUN yang KITA PUNYA untuk MELAYANI dengan SEGENAP HATI, kita akan melihat bahwa DIA bisa melakukan hal yang luar biasa. Ketika kita mulai mengerjakan apa yang menjadi bagian kita.

Ini kami ya Tuhan, siap melayani-Mu dengan cara apa pun yang Kau kehendaki. Tuntunlah kami untuk memanfaatkan Talenta atau Tongkat yang kau PERCAYAkan kepada kami sehingga Engkau melakukan MukjizatMu dengan apa yang kami punya. Kami PERCAYA ketika ENGKAU memanggil kami untuk suatu tugas atau pelayanan, maka ENGKAU juga memberi kami KUASA-MU untuk menyelesaikan tugas itu. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#DirectionSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL: Kejadian 18-19
PB: Lukas 4

#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#IMFavored
#HappySunday
#HappyServingGod

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 7 Januari 2018. HARI ISTIMEWA. Bacaan: Pengkhotbah 5:17-19. Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya- juga itu pun karunia Allah (Pengkhotbah 5:18). Istri pria itu baru saja meninggal. Ketika membereskan barang-barang istrinya, ia menemukan syal sutera yang mereka beli saat bertamasya di New York. Secarik syal yang cantik, anggun, dan mahal. Label harganya masih menempel. Istrinya terlalu menyayangi syal itu sehingga malah tidak sempat memakainya karena menunggu kesempatan istimewa. Padahal, pria itu pernah berkata, “Sudahlah. Jangan menunggu hari istimewa baru memakai barang yang bagus. Setiap hari dalam kehidupanmu itu istimewa.” Menurut Pengkhotbah, alangkah baiknya jika orang makan-minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih-payah di bawah matahari selama hidup yang pendek, yang dikaruniakan Allah kepadanya. Allah juga mengaruniakan kepada manusia kekayaan dan harta benda serta kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya (ay. 17-18). Setiap hari adalah hari yang istimewa. Setiap jam dan menit sangat berharga. Kita seharusnya menikmati pengalaman hidup setiap hari dengan gembira. Bukan berarti kita hidup berfoya-foya dan sembrono. Kita menikmati hubungan, pelayanan, waktu, kegiatan, kekayaan, dan harta secara bijaksana, penuh syukur, dan sukacita. Kita juga menikmati hidup sebagai kesempatan untuk mencari, mengenal, dan mengalami Tuhan. Jangan menundanya atau menunggu-nunggu hari yang istimewa. Hari semacam itu tidak akan pernah datang. Kalau ada hal yang menyenangkan, marilah kita menikmatinya dengan penuh rasa syukur. AKU AKAN MENIKMATI KEINDAHAN BERKAT KEHIDUPAN HARI INI DAN TIDAK BERDALIH “MENUNGGU KESEMPATAN” YANG TEPAT. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani 
Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Kejadian 18-19 dan Lukas 4.

No comments:

Post a Comment