Wednesday, 17 January 2018

17 Januari 2018

#DIRECTION






Hari: Rabu, 17 Jan 2018
#DIRECTIONSERIES
MENABUR = MENUAI
Mazmur 126:5-6 (TB), “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.”

Siapa bilang tiada tangisan ketika kita berjalan mengikut Tuhan? Tetapi Tuhan bilang, “yang menabur dengan cucuran air mata akan menuai dengan bersorak-sorai”. Ketika kita memilih untuk TAAT/menabur dengan setia DIA berjanji akan ada sukacita menanti kita. Benar, Tuhan memperhatikan dan mempedulikan semua orang yang ‘takut’ kepada-Nya dan yang menghormati-Nya. Dia tidak memerintahkan kita “menabur" tanpa menyediakan benih. Amin 

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#DirectionSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL: Kejadian 42-43 dan Maz 5 
PB: Lukas 9

#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#IM Favored

Taswin Taruna
Rabu, 17 Januari 2018. Jadwal Baca Pelajaran-Hayat Matius #30 Halaman: 513(1) -519 
Pembacaan Alkitab: Mat. 10:37 
Doa baca: Siapa saja yang mengasihi bapa atau ibunya Iebih daripada Aku, ia tidak Iayak bagi-Ku; dan siapa saja mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan Iebih daripada Aku, ia tidak Iayak bagi-Ku (Mat. 10:37).

Seluruh bumi berada di bawah cengkeraman Iblis. Raja surgawi datang untuk memanggil sejumlah orang untuk keluar dari cengkeraman itu. Hal ini jelas membangkitkan penentangan dari Iblis. Iblis menghasut orang-orang yang berada di bawah cengkeramannya untuk memerangi orang-orang yang dipanggil oIeh Raja surgawi itu. Jadi, kedatangan-Nya tidak mendatangkan damai, melainkan pedang. Sewaktu Kerajaan Surga akan didirikan, pasti timbul konfrontasi antara Kerajaan Surga dan kerajaan dunia. Kedua kerajaan ini tidak dapat hidup berdampingan. Karena Raja surgawi sedang mendirikan kerajaan-Nya di bumi, maka peperangan antara kedua kerajaan ini tidak dapat dielakkan. Peperangan yang terjadi karena hasutan lblis si perampas melawan orang-orang yang dipanggil oleh Raja surgawi,juga berkecamuk di dalam rumah tangga mereka. Orang-orang surgawi yang terpanggil akan diserang oleh kerabatnya, karena kerabatnya tetap berada di bawah tangan perampas si jahat. Ketika sejumlah orang tertarik dan tertangkap oleh Raja surgawi dan memutuskan untuk mengikuti Dia, beberapa orang di dalam keluarga mereka mungkin telah dihasut oleh lblis untuk melawan mereka, bahkan membunuh mereka. Mereka yang diutus oleh Tuhan harus menyadari bahwa aniaya menunggu mereka. Tuhan Yesus tidak meninggalkan kita dalam kegelapan. Sebaliknya, ia membuat seluruh situasi sangat terang. Dalam negara Yahudi penuh dengan penentang dan bahkan keluarga dari orang-orang yang terpanggil akan bangkit menentang mereka, bahkan akan membunuh pengikut-pengikut Raja surgawi. Dalam ayat 37-39 terdapat jalan untuk mengikuti Raja surgawi. Kasih kita terhadap Tuhan harus mutlak. Kita tidak seharusnya mengasihi sesuatu melebihi diri-Nya. Dialah yang paling layak ,dan kita juga harus layak bagiNya.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 17 Januari 2018. PANGGILAN MELAYANI. Lukas 5:1-11. Sesudah menarik perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus (Lukas 5:11). Anda bisa datang ke pasar pantai sebelum matahari terbit dan akan bertemu nelayan yang baru pulang melaut. Demikian rutinitas nelayan, melaut pada malam hari dan pulang di pagi hari. Laut, pantai, perahu, jala, mangrove dan ikan menjadi objek yang akrab dengan nelayan. Petrus yang berprofesi sebagai nelayan, merasa tidak layak ketika diajak untuk mengikuti Yesus. Ia rendah diri karena merasa hanya seorang nelayan. Tetapi Yesus punya pertimbangan lain. Yesus ingin mengajarkan Petrus bagaimana menjadi penjala manusia. Petrus tetap menebarkan jala, walau sepanjang malam tak satu pun ikan yang tertangkap. Karena Yesus yang menyuruh, maka Petrus mematuhinya. Apa yang terjadi ternyata diluar dugaan. Jala penuh ikan sampai mulai koyak. Apa yang tidak bisa dikerjakan manusia, bisa dilakukan Allah. Pengalaman Petrus membuatnya mempunyai pandangan iman yang baru. Kita juga sering seperti Petrus. Merasa tidak bisa apa-apa, miskin pengalaman, dan merasa tidak layak menerima tugas pelayanan karena tidak punya latar belakang pengajaran agama. Namun Yesus mengajak kita untuk melayani bahkan dalam keadaan yang berkekurangan. Tetap menuruti perintah-Nya, tidak ragu dan percaya bahwa Yesus mampu melakukan perbuatan ajaib. Yesus juga menyediakan segala sesuatu. Ketika kita taat, hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin. Waktu panggilan melayani itu datang, patuhilah. Saatnya kita akan melihat karya Tuhan dalam kehidupan kita. KETIKA KITA MENURUTI PERINTAH-NYA, HAL YANG TIDAK MUNGKIN BISA MENJADI MUNGKIN. Selamat pagi. Kasih KaruniaNYA menyertai. #LoveTheBible – Kejadian 42-43, Mazmur 5 dan Lukas 9.

No comments:

Post a Comment