Tuesday, 16 January 2018

16 Januari 2018

#DIRECTION






Hari: Selasa, 16 Januari 2018 
#DIRECTIONSERIES
Belajar Member = Belajar TAAT

Perpuluhan  dicatat dalam Alkitab bukan karena Tuhan kekurangan sesuatu dan memerlukan pemberian kita. Tuhan memiliki segala sesuatu. Terlepas dari jumlah pemberian kita, yang lebih penting adalah hati yang mau TAAT, hati yang mau mengasihi dan mengandalkan Tuhan. Kisah janda yang memberi dua keping uang perak dalam 1 Korintus 9:7. Jumlah pemberiannya sangat kecil di mata orang. Namun, Tuhan yang melihat kedalaman hati tahu siapa yang benar-benar mau mencintai dan mengandalkan Tuhan dengan segenap hidup mereka. Belajar memberi = Belajar TAAT pada apa yang Tuhan perintahkan. Apakah mudah? Tentu tidak lah mudah. Sebab suka memberi bukan kecenderungan kita yang alami.
Kecenderungan kita adalah suka diberi = suka menerima. Belajar memberi/punya hati yang generous harus dilatih. Tanpa latihan-latihan kecil sedari muda mungkin tidak akan pernah bisa memberi dengan hati yang TAAT. Kiranya Tuhan menolong kita untuk memiliki hati yang TAAT Hati yang sungguh mencintai dan mengandalkan DIA. Kiranya pemberian-pemberian kita mengalir dari hati yang mempercayai dan mau menaati Firman-Nya dengan penuh sukacita. AMIN.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#DirectionSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL: Kejadian 39-41 
PB: -

#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#IM Favored

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 16 Januari 2018. SAHABAT ATAU MUSUH ALLAH? Yakobus 4:1-4. Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi, siapa saja yang hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah (Yakobus 4:4). Seorang wanita yang belum percaya menghadiri sebuah retret kaum muda. Saat sesi berlangsung, sang pembicara mengundang orang-orang yang pernah mengalami pelecehan seksual untuk maju dan didoakan. Ia terkejut karena cukup banyak yang merespons altar call tersebut. Apa yang dilihat oleh wanita tersebut menjadi momentum perubahan dalam hidupnya. Ia berpikir, “Betapa rusaknya kondisi dunia ini. Kalau begitu, saya tidak mau ikut dunia, tetapi saya mau ikut Yesus!” Sejak hari itu, ia berkomitmen untuk percaya dan sungguh-sungguh mengikut Kristus. Kondisi dunia semakin buruk. Namun, orang percaya dipanggil untuk tidak “bersahabat” dengan dunia ini, lewat gaya hidup yang bertentangan dengan firman Allah. Persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah. Ini tidak berarti kita harus hidup terasing atau menyendiri. Tindakan menghindari persahabatan dengan dunia dapat dimaknai dengan menjaga hati supaya tidak terpaut pada perkara-perkara duniawi. Mengapa? Sebab perkara-perkara duniawi selain dapat memudarkan kasih kita kepada Allah, juga dapat membuat kehidupan seseorang berfokus pada sesuatu yang fana. Rick Warren pernah berkata bahwa kehidupan yang dijalani di bumi ibarat gladi bersih atau persiapan untuk masa kekekalan. Sampai hari ini, Allah masih mencari orang-orang yang hatinya semakin melekat kepada-Nya, supaya daya pikat duniawi semakin melemah, bahkan menjadi tak menarik lagi untuk diikuti. Apakah kita ingin menjadi sahabat atau musuh Allah? Pilihan dan keputusan ada di tangan kita. PERSAHABATAN DAN PERMUSUHAN DENGAN ALLAH
TAK DAPAT BERJALAN BERSAMA-SAMA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Kejadian 39-41.

WM Stars
Tuhan mampukan diriku untuk menjaga hatiku agar tidak tercemar oleh perkataan yang tidak benar yang aku dengar. Sanggupkan diriku agar mampu membedakan antara perkataan yang membawa hidupku kepada kehancuran dengan yang memimpin diriku kepada kehidupan. Juga tolonglah aku agar kata-kata yang kuucapkan adalah kata-kata yang membangun dan bukan meruntuhkan. Supaya dengan demikian hidupku merupakan kepanjangan tangan dari kasih-Mu kepada semua orang. Tuhan aku menyerahkan hari yang akan aku lalui ini ke dalam tangan-Mu. Bimbinglah diriku di jalan-Mu, yaitu jalan kebenaran, kehidupan, damai sejahtera, dan keberhasilan. Berkatilah apa yang akan aku kerjakan hari ini dan tolonglah diriku sehingga hidupku semakin bermakna dan menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku aku berdoa. Amin.

WM Stars
MAHKOTA ABADI

Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi (1 Korintus 9:25, TB)

Seorang Atlet melatih dirinya dengan kemauannya keras, lebih lama, lari lebih jauh dari orang yang lain. Ia mau melatih diri sedemikian  rupa sampai menguasainya sehingga memperoleh hadiah. Orang lain mungkin sudah ada di rumah dan relaks, tetapi ia terus melanjutkan latihannya. Ia mengesampingkan rasa nyaman dan bertahan walau hampir habis daya tahannya. Yang lain dengan cara sedang-sedang saja dan enak-enakan, namun ia terus mau membayar harganya.

Kalau seorang atlet mampu  bertahan dan melatih diri sedemikian hanya untuk hadiah yang fana, apalagi kita orang percaya harus lebih sungguh-sungguh lagi agar dapat memperoleh mahkota yang abadi.

Sudahkah kita telah mempersiapkan diri sedemikian rupa, memperlengkapi diri sebagai saksi bagi Allah ? Dengan demikian anda akan mendapat kualifikasi yang layak memperoleh mahkota yang abadi. Teruslah melatih diri dan berjuang, karena mahkota abadi telah menunggu bagimu.

1 Korintus 9:25-27 (TB)
25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. 
26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. 
27 Tetapi ‘aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.’

WM Stars
KALAU TUHAN YANG MAU – BISA.

Kalau setiap hari hidup tanpa kesulitan adalah lebih menyenangkan. Tetapi bisa jadi hidup akan monoton tanpa dinamika dan membosankan. Maka orang ingin mencari tantangan hidup dan tidak hanya pasif menerima nasib.

Waktu Gideon menerima perintah Tuhan untuk memimpin bangsanya melawan orang Median, maka tidak heran ia menjadi takut dan ragu-ragu. Bagi Gideon mengalahkan orang Median adalah mustahil. Akal manusia sering kurang cukup besar untuk dapat memahami kekuatan Allah yang besar. Jangan mendiskon hal-hal yang mungkin bagi Allah. Sebab Firman Tuhan berkata: 
“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” --Filipi 4:13

Jadi kalau ada tugas dari Tuhan, walau di pemandangan kita sulit dan tak mungkin, itu tidak lagi tak mungkin, tetapi kita harus percaya dan itu pasti dapat dicapai. Kalau begitu bila Tuhan memberikan perintah untuk dilakukan, maka janji-Nya akan selalu mungkin; dan hal yang menghalangi kita untuk mengalami hanya ketidak-taatan kita. Tuhan ingin kita semua dapat menembus kemustahilan melalui hidupmu. Untuk semua itu dituntut ketaatan kita sepenuhnya. Kalau saat ini Tuhan menghendaki agar  mengasihi musuh kita, apakah ini perintah yang realistis? (2 Kor 5:19-20 & Mat 28:19 ). Ya, pasti Tuhan akan memampukanmu. Dan jangan memodifikasi perintah Tuhan dengan menafsirkan agar lebih masuk akal bagimu.

Hakim-hakim 6:12-16
12 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: ‘TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.’
13 Jawab Gideon kepada-Nya: ‘Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian.’
14 Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: ‘Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!’
15 Tetapi jawabnya kepada-Nya: ‘Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.’
16 Berfirmanlah TUHAN kepadanya: ‘Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.’

No comments:

Post a Comment