#DIRECTION
Hari:
Senin, 8 Januari 2018
#DIRECTIONSERIES
LEBIH
DARI HANYA TONGKAT, HANYA TONGKAT (1)
Bacaan: Keluaran 4: 1-17
Tuhan berfirman kepada [Musa]: “Apakah yang di tanganmu itu?” -Keluaran
4:2
Pertanyaan yang diajukan Allah kepada
Musa di semak yang menyala. Musa begitu takut. Menyadari akan
kelemahannya/KETERBATASANNYA, Musa mengungkapkan rasa takutnya, ketika Allah
memanggilnya untuk memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan. Jadi Allah
hanya mengajukan pertanyaan sederhana, “Apakah yang di tanganmu itu?” (Kel.
4:2). Tuhan mengalihkan perhatian Musa agar lepas dari kegelisahan tentang masa
depan dan memintanya supaya memperhatikan pada apa yang ada di
hadapannya-SEBUAH TONGKAT gembala. Allah menunjukkan pada Musa bahwa Dia
dapat memakai sesuatu yang sederhana untuk melakukan banyak mukjizat sebagai
tanda bagi mereka yang tidak percaya. Dengan bertumbuhnya kepercayaan Musa pada
Allah, semakin luar biasa juga mukjizat yang dilakukan Allah melalui hamba-Nya.
Tongkat berbicara tentang IDENTITAS. Melalui
hidup kita yang sederhana Tuhan bisa melakukan banyak mukjizat. Kemampuan kita
terbatas. Tetapi dapat dipakai Tuhan untuk melakukan mukjizat yang luar biasa. Banyak
orang melewati badai kehidupan dengan stress saja tanpa menemukan kekuatan baru
/ keahlian baru. Kemampuan baru dari masa masa sulit akan dapat kita temukan
bahkan ada mukjizat yang bisa dipakai Tuhan saat kita menghadapi pergumulan. Jadi
saat dalam pergumulan temukan 3 hal berikut ini:
1.) Hal yang sederhana sekalipun
mempunyai kekuatan.
2.) Karunia yang baru/potensial gifts dapat kita temukan
ketika ada pergumulan.
3.) Setelah mukjizat, akan ada
mukjizat yang kebih besar lagi dari mukjizat itu sendiri.
Ingatlah kembali pertanyaan Allah:
“Apakah yang di tanganmu itu?” Percayakan semua hal itu dan hidup kita
kepada-Nya. Kalau kita mengikuti jalan-Nya. Jangan selalu melihat kegagalan
masa lalu. ARAHKAN DIRI demi TUJUAN/DIRECTION yang berkenan
bagi-Nya. Kita tak bisa mengubah masa lalu, tetapi kita akan merusak masa
kini saat kita khawatir akan masa depan. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#DirectionSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita
hari ini:
PL: Kejadian 20, 21, 22
PB: -
#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#IMFavored
Madam
Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 8 Januari 2018. TERANG
ITU BAIK. Bacaan: Kejadian 1:3-5. Allah melihat bahwa terang itu baik...
(Kejadian 1:4). Suatu hari, saya bekerja lembur dengan harapan pekerjaan saya
selesai sebelum matahari terbit. Ternyata, sampai dengan terbitnya matahari,
pekerjaan itu belum berhasil saya rampungkan. Akibatnya, saya merasa tidak
bersyukur ketika terang merekah pada pagi hari. Saya justru bersungut-sungut
karena memandang terang itu sebagai pertanda buruk dari sang waktu yang tidak
bisa berkompromi. Akan tetapi, diperhadapkan dengan bacaan saat ini, saya jadi
merenung: Sesuaikah pandangan saya tadi dengan pandangan Allah? Bukankah sejak
awal penciptaan, Allah melihat bahwa “terang itu baik”? Bagi Allah, terang yang
diciptakan-Nya pada hari pertama itu baik karena menyatakan keberadaan-Nya
sebagai Terang Abadi. Allah juga melihat bahwa terang ciptaan-Nya itu baik karena
dengan bantuan terang itulah, segala yang tercipta pada hari-hari berikutnya
bisa melihat karya kemuliaan-Nya. Memang, saat itu kegelapan belum lenyap sama
sekali. Namun, Allah mengatur sedemikian rupa sehingga gelap petang akhirnya
diganti dengan remang pagi dan remang pagi menjadi siang terang. Ya, terang itu
baik. Oleh karena itu, setiap kali melihat terang itu merekah, sepatutnya kita
bersukacita dan mengucap syukur kepada Allah. Biarlah terang itu mengingatkan
kita akan kebaikan- Nya. Bersama Philipp von Zesen dan Johann Georg Ahle, kita
bisa bernyanyi: “Gembira sekali kulihat kembali terang merekah, dan Bapa di
surga, yang Bapaku juga, hendak kusembah” (KJ 322:2). BERSYUKURLAH SETIAP
MELIHAT TERANG MEREKAH KARENA TERANG ITU BAIK DI MATA ALLAH. Selamat pagi. Semangat
terus. Tuhan Yesus menyertai. #LoveTheBible – Bacaan: Kejadian 20-22.
WM
Stars
TANPA IMAN MUSTAHIL. Ibrani 11:6 (TB),
“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa
berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah
memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.”
Kapanpun Allah menyatakan sesuatu, IA
berharap setiap orang percaya akan meyakini-Nya dan menyesuaikan hidup seperti
apa yang Tuhan kehendaki. Saat kita menghadapi situasi yang sulit dan keadaan
krisis yang membuat kita takut, Allah berfirman (bacalah: Filipi 4:19;
Roma 8:28; Filipi 4:6 & Ulangan 31:6) agar setiap kita tetap beriman
kepada-Nya. Di sini kita tahu bahwa Allah siap memberikan jalan dan membantu
kita, dengan demikian menyadarkan bahwa semua yang kita alami itu demi kebaikan
kita. Artinya, dalam segala situasi dan kondisi harus kita sadari tanpa iman
tak mungkin kita berkenan kepada-Nya. Mulai sekarang jangan lagi merasa
semua akan bisa kita atasi sendiri. Atau merasa bahwa anda kuat mengatasi
masalahmu. Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. *TOTAL
SURRENDER TO GOD.*

No comments:
Post a Comment